
Yuto yang penasaran alasan dirinya diserang nampak mulai mempersiapkan dirinya
"Sepertinya aku tidak bisa santai" ucap Yuto
"Bersiaplah Anak muda" ucap tetua tersebut
"cepat sekali serangnya" Ucap yuta yang terkejut
Tetua menyerang yuto yang dengan sangat cepat, meraka yang saat itu menyaksikan pertarungan tersebut hanya bisa terdiam.
Yuto terus menahan serangan yang di lancarkan, tampa mampu membuat sebuah serangan balasan.
"Sial, Tetua ini sangat hebat, bagaimana bisa dia bisa dia masih sekuat ini, siap dia sebenarnya"
"sebaiknya kau tetap Fokus anak muda, ku akui kau memang hebat, namun masih terdapat Cela di balik Pertahananmu"
Tetua yang melihat celah - celah di setiap pertahan Yuto Trus menyerang.
"Seberapa Kuat sebenarnya Tetua ini, di Usianya yang sekarang dia masih sangat Kuat"
"Dia bisa saja mengenaiku di setiap celah yang ku buat, Namun ada yang aneh,setiap serangannya sangat terukur, sepertinya dia sengaja agar akan mudah untuk menangkisnya"
"Kurasa saat ini dia mengujiku, Sebaiknya aku harus serius melawannya" saat itu juga yuto merubah kuda-kudanya Kini seluruh badanya telah dia aliri mana
"sepertinya kau sudah mulai serius anak muda" ucap tetua
"Tentu saja, Mana mungkin aku bisa bertahan melawan mu jika seperti ini trus" ucap Yuto
"Sebaiknya kita akhiri saja pertarungannya“ ucap tetua sambil tersenyum
Yuto terkejut mendengar perkataan tetua tersebut, bagaimana bisa pertarungan tersebut tiba-tiba berhenti.
" Apa maksudmu? Bukankah tadi kau bersemangat menyerang Ku" tanya Yuto yang penasaran
"Jika Pertarungan trus berlanjut, mungkin kita akan menghancurkan tempat ini, apakah kau berniat untuk menghancurkan Rumahku? "
"Aku mohon maaf tetua, aku sama sekali tidak punya niat untuk melakukan hal tersebut"
"Tidak kenapa, ini adalah salahku yang bersemangat untuk mengujimu, sepertinya Pria itu memilih orang yang tepat untuk mewariskan pedang itu"
Yuto yang mendengar itu, menyadari bahwa pedang yang di berikan kepadanya memang hebat tapi dia tidak menyangka pedang tersebut bisa membuat tetua tertarik
Namun hal yang membuat sangat tertarik kekuatan asli dari tetua teresebut, bagaimana bisa dia bisa memberikan serangan yang sangat Hebat, hanya menggunakan pedang yang di gunakan oleh penjaga
Sepertinya Pedang yang mereka gunakan bukanlah pedang biasa. Namun di satu sisi dia menyadari saat tetua menggunakan pedang itu dia merasakan ada sedikit mana yang mengalir.
"Sebaiknya kita masuk kedalam dulu' sepertinya ada banyak hall yag akan kau tnyakan kepadaku" ucap tetua, sambl berjalan kembali kedalam rumah, di iringi oleh Yuto
__ADS_1
"Silakan Duduk"
"Ada yang ingin kutanyakan kepada Tetua, Mungkin Mengenai Zona perang itu"
"Zona perang yaa, Sepertinya kau sudah mengetahui mengapa aku alasan aku menyerang, sampai kau tidak menanyakannya" ucap tetua
"Tentu saja, Tapi mengenai zona perang itu apakah bisa aku mengetahuinya" Ucap Yuto
"Aku kurang mengetahui mengenai zona perang itu" ucap tetua
"Sepertinya aku tidak bisa mendapatkan Informasi, atau mungkin dia menyembunyikannya" ucap Yuto dalam Hati sambil melirik pedang terkutuknya
"Tapi ada hal yang aku bisa kuberikan beritahukan kepadamu"
"Apa itu tetua"
"Ratusan tahun lalu peperangan itu terjadi tiba - tiba saja, entah apa alasannya sempai sekarang Tidak ada yang mengetahuinya"
"namun ada hal yang aneh, seperti ada sebuah energi mesiterius yang menarik mereka kedalam Goa ini"
"Tetua apakah tetua ikut dalam perang tersebut? " Tanya Yuto
"Yaa, aku terlibat Dalam perang itu, namun Bukan Cuman aku saja, Kitetsu Juga terlibat saat itu"
"Apa Kitetsu-san terlibat juga, pertempuran seperti apa yang terjadi di tempat itu, mengapa kedua orang kuat ini bisa terlibat" ucap Yuto dalam ini
Yuto hanya duduk terdiam tampa mengeluarkan kata sedikit pun mendengar cerita tersebut
"Sepertinya begitu tetua, aku juga merasakan energi hal itu yang membuatku datang kesitu" Yuto menjelaskan kepada tetua mengenai apa yang terjadi, namun dia menyembunyikan mengenai pedang kutukannya yang menyerap energi itu
Ditempat lain Kitetsu seperti memikirkan sesuatu
"Sepertinya aku Lupa memberi tahukan kepada Yuto jalan yang dia harus lalui, Sepertinya aku harus ketempat itu lagi, jangan sampai Kekhawatiran benar"
Kembali di tempat Yuto berada
"Sebaiknya kau istirahat di desa ini beberapa hari"
Yuto yang penasaran tentang Aura hitam itu menerima tawaran tetua tersebut, kemudian, Kozuki mengantar Yuto di rumah kosong yang dimana rumah itu akan di tinggali Yuto beberapa hari kemudian
"mungkin Rumah ini agak sedikit berdebu soalnya sudah lama tidak di tempati, tapi tenang saja aku akan membersihkannya sebentar" ucap Kozuki
"Kemana orang yang sebelumnya tinggal di Rumah ini pergi" ucap Yuto yang penasaran
"Entahlah aku pun kurang mengetahuinya, namun Rumah ini sekarang beralih Fungsi untuk tempat tinggal apabila ada seseorang yang datang ke desa ini"
"Begitu yaa" ucap Yuto namun Yuto tampak Curiga dengan desa ini, "Bagaimana bisa ada seseorang yang berasal dari luar menemukan tempat ini"
__ADS_1
"Bukankah desa tersembunyi susah untuk di datangi" ucap Yuto dalam Hati yang saat itu juga mulai waspada dan tidak melakukan tindakan yang mencurigakan
"sudah selesai aku bersihkan sebaiknya kau istirahat dulu"
"tidakkah kau merasa lelah sehabis bertarung tadi, Lagian hari sudah mulai petang"
"Sebentar malam aku akan datang kembali, membawakan mu makanan"
"Baiklah terima kasih banyak" ucap Yuto
"Klau begit aku pergi dulu" ucap Kozuki yang berjalan meninggalkan Yuto
"Sebaiknya aku latihan dulu sebelum Istirahat, lagian halaman depan Rumah ini lumayan Luas"
Ucap Yuto yang kemudian berlatih
Di tengah pelatihan dirinya dia terus mebayangkan pola serangan tetua yang sangat hebat.
"sepertinya aku salah gerakan tadi, jika begini trus bisa- bisa aku tidak dapat menahan serangannya" ucap yuto
Tak terasa hari mulai malam kini Kozuki dan Yuto menyatap makanan yang telah di siapkan oleh Kozuki
"Yuto ada hal yang ingin kutanyakan?" Ucap kozuki
"Apa yang ingin kau tanyakan? "
"Usiamu dan aku sepertinya tidak terlalu berbeda, namun melihat pertarunganmu tadi, sepertinya kau jauh lebih hebat dariku"
"Bisakah kau bertarung denganku sesudah makan, aku ingin kau menguji kemampuanku" Pinta Kozuki
"Baiklah juga itu maumu, namun sebaiknya kita melakukan besok pagi saja"
"aku masih sangat lelah" ucap Yuto
"baiklah, aku terlalu bersemangat sampai lupa memikirkan kondisimu, aku minta maaf"
"Tidak perlu di pikirkan memiliki semangat itu penting" ucap yuto yang di iringi oleh tertawa mereka berdua
Keesokan paginya Yuto yang saat itu tengah berlatih, melihat Kozuki datang mengahampirinya
"Yuto apakah tidak lupa dengan janjimu tadi malam" ucap Kozuki
"tentu saja bagimana bisa aku lupa"
Yuto dan kozuki mulai bersiap untuk melakukan pertarungan, namun pedang yang mereka gunakan adalah pedang kayu, yang telah di siapkan oleh Kozuki
Pertarungan mereka pun mulai..
__ADS_1
#Bersambung#
By Alzan