
Kini Pertarungan Miky sangat sengit dimana mereka berdua sama sekali tak melonggarkan pertahanannya, bahkan serang mereka berdua bertambah intens.
Saat ini terlihat mereka berdua tampak kelelahan, namun hal itu sama sekali tak membuat mereka menyerah.
Tak hanya itu mereka yang menonton tampak sangat bersemangat, tak lupa pula mereka memberi sorakan yang saat itu menarik penduduk desa yang mendengar hal itu, namun mereka tetap melanjutkan pekerjaan mereka, dan tak ingin menonton pertarungan tersebut.
Mereka tak ingin dengan kehadiran mereka akan mengganggu, “Sepertinya pertarungan ini akan di tentukan dengan stamina siap yang lebih dulu habis” Ucap Yuto
Dan tak lama setelah itu Pria tersebut melancarkan sebuah Tusukan ke arah Miky, namun dengan Mudah Miky menepis serangan itu, Namun pada saat dirinya mencoba menyerang balik, ia terjatuh karena sudah mulai kehabisan Stamina.
“Sial” Ucap Miky yang kemudian terkena serang tombak tepat di dadanya saat hendak akan berdiri, membuat dirinya terpental, dan akhirnya kalah.
“Kerja yang bagus” Ucap Yuto yang menghampiri Miky yang saat itu terbaring, yang di lanjutkan dengan mengumumkan pemenangnya.
Sama seperti yang lainnya Yuto kembali menjelaskan kesalahan mereka saat melakukan serangan dan bertahan, sesudah pertarungan, kini perrtarungan masih berlanjut di mulai sampai selesai.
Sesudah pertarungan selesai Yuto kemudian memberikan sebuah Gulungan kertas yang merupakan sebuah Teknik bertarung kepada mereka semua, yang dimana Teknik itu, ialah Teknik yang ia temukan saat dirinya berlatih sendiri sesudah insiden yang menimpah desanya.
Dan Teknik itu merupakan Teknik yang cocok utuk seorang Warrior yang sama sekali tak berlatih Sihir.
“Kalian semua Terima ini, anggap saja Hadiah atas perjuangan kalian semua, Itu adalah Teknik yang aku kembangkan, untuk kalian semua, disitu tercantum Teknik berpedang, tombak, dan juga Teknik bertarung menggunakan tangan kosong” Jelas Yuto
“Untuk Kalian yang menggunakan Busur, terima anak panah ini sebagai hadiah mereka” Jelas Yuto yang saat itu memberikan mereka masing 250 anak panah, kepada mereka.
Tak hanya itu Yuto kemudian memberikan Pedang, Tombak, dan sebuah Zirah yang ia beli dari seorang penempah di sebuah desa yang jaraknya tak jauh dari lokasi desa Miky.
Hal itu membuat mereka yang menerima hal itu tampak senang, dan mengucapkan terima kasih.
“Sudah saatnya aku akan meninggalkan kalian, sesuai perjanjian aku hanya melatih kalian selama seminggu, ingat jangan bosan-bosan berlatih” Ucap Yuto, yang saat itu membuat mereka yang mendengar itu tampak sedih
“Baik, Terima kasih telah melatih kami selama ini, kami berjanji akan tetap berlatih sehingga menjadi kuat” Ucap Salah satu pria yang tampak berusia 19 Tahun.
“Baiklah, ingat saat ini kalian adalah Prajurit dari desa ini, jadi lindungi desa ini dengan kekuatan kalian, suatu saat kita akan berjumpa kembali” Ucap Yuto yang kemudian Menunggangi kudanya, dan beranjak meninggalkan mereka.
Miky yang saat itu, tak dapat lagi membendung air matanya, dan saat itu ia kemudian berlari mengejar Yuto “Terima kasih kak telah melatihku, aku akan menjadi lebih kuat dari pada yang lainnya” Teriak Miky
Yuto yang mendengar hal itu memberhentikan Kudanya dan memberikan lambaian tangan kepada Miky sebelum ia Kembali memutuskan melanjutkan perjalanannya.
__ADS_1
Tak Lupa pula Yuto menemui Peri penjaga Hutan Untuk berpamitan. “Yuto, apakah kau akan segera berangkat?” Tanya Peri Itu
“Yaa aku akan pergi, aku akan menuju Lokasi selanjutnya, seperti yang kau lihat peta ini menunjukkan bahwa aku harus menuju kesana” Ucap Yuto yang kemudian memacu Kudanya.
2 Hari setelah Yuto pergi meninggalkan Desa Tersebut, Tampak Miky dan yang lainya terus berlatih dengan Giat tak lupa pula mereka mempelajari Teknik yang yuto berikan kepada mereka semua, sembari melatih Teknik mereka sendiri.
Malam telah tiba, namun tampak Miky dan kawan-kawan terus berlatih, sampai suatu Ketika dari kejauhan mereka melihat beberapa orang berlari ke arah mereka.
“Gawat, bandit akan menyerang” Ucap serang Pria yang Usianya kurang lebih 40 Tahunan.
“apakah itu benar paman?” Tanya Salah satu pemuda yang berlatih Bersama Miky.
“Yaa, kemari aku mendengar sekelompok bandit menyerang desa sebelah, kemungkinan Malam Ini desa Kita akan diserang”
“Tenang paman kami tak akan membiarkan hal itu, meskipun kami harus mengorbankan Nyawa kami sendiri” Jawab Pria itu.
Miky yang mendengar hal itu sangat marah, ia telah lama menyimpan dendam dengan bandit yang telah membunuh kedua orang tuanya.
“Kali ini tak akan kalian kubiarkan kalian melukai orang-orang di desaku lagi terlebih nenek” Gumam Miky.
“Ayo, Semuanya bergegas, segara ambil senjata kalian di rumah masing-masing” Pinta pemuda tadi yang saat ini mereka semua menggenggam senjata kayu yang di gunakan untuk Latihan.
Mereka semua berkumpul di pintu masuk desa, dengan Formasi dimana pengguna Tombak dan Pedang berada di Barisan paling belakang, sedangkan Mereka yang menggunakan Panah bersiap di paling belakang dan mengambil posisi Di atap Rumah yang tak Jauh dari pintu masuk desa tersebut.
Dan tak lama setelah Itu dari kejauhan Terlihat sekolompok Bandit menaiki kuda namun beberapa lainya tak menaiki Kuda dan hanya Berlari, menuju kea rah mereka.
“semuanya bersiap, Pemanah besiap mebidik” Teriak Seorang Pemuda Yang saat itu Yuto Tunjuk sebagai Pemimpin meraka saat mereka berlatih, tak hanya Itu pemuda Itu Yuto ajarkan Bagaimana Menyusun Startegi sederhana Dalam Perang, Maka tak heran saat ini ia menjadi Komando untuk mereka semua.
Para pemanah kini telah membidik bandit-bandit tersebut, meskipun ini adalah pengalaman mereka berperang, dan juga pengalaman mereka untuk membunuh, Namun mereka sama sekali tampak Tak Ragu, kerena wajah orang yang mereka sayang yang pernah terbunuh di tangan bandit itu, masih teringat jelas di ingatan mereka Semua.
“Bos sepertinya mereka akan melawan Kita” Ucap salah satu bandit yang saat itu melihat, penduduk desa memegang senjata.
“Tak, usah takut mereka hanyalah penduduk biasa, tak akan sebanding dengan Kita” Ucap Bos Bandit itu dengan wajah merendahkan.
“sedikit, lagi” Ucap pemuda Itu yang menjadi Komando
Namun tak lama setelah itu, bandit-bandit mulai mendekat dan hanya berjarak beberapa meter dari mereka Pria Tersebut menurunkan tangannya yang sedari Tadi Ia angkat “Tembak”
__ADS_1
Para pemanah pun melepaskan Tembakan mereka, Puluhan anak Panah telah meluncur dengan Cepat Kearah Bandit itu.
Membuat kelompok bandit itu terkejut, kerena beberapa anak panah berhasil mengenai mereka, tak hanya itu bahkan beberapa anak panah berhasil mengenai Kepala beberapa bandit, yang membuat Tewas Seketika.
“Sialan, Apa-apaan ini, aku tak menyangka akan seperti ini” Ucap Bos bandit yang tampak terkejut
“Tembak panah panah api sekarang” Ucap Bos bandit itu yang menyuruh anak buahnya menembakan panah api, yang meminta Bala bantuan kepada kawannya yang berkumpul di hutan untuk bersantai.
“Ketua Sepertinya pemimpin Kedua Meminta Bantuan” Lapor anak Buah bandit itu yang melihat panah api yang di tembakan.
“Apa! Bagaiamana bisa penduduk desa itu melawan, apakah ada pasukan kerajaan disana, baik semuanya bersiap-sepertinya ini akan menarik” Ucap Ketua Bandit itu yang merupakan Bos besar, yang di sambut sorak-sorak anak Buahnya.
Namun saat mereka hendak bersiap, tiba-tiba tiga anak panah meluncur dengan cepat mengenai 3 anggotanya tepat di kepalanya, yang membuatnya tewas seketika.
“Yuto apakah Tinggi Pohon Ini sudah Cukup, atau mau lebih Tinggi” Ucap Peri itu kepada Yuto yang saat itu membidik Bandit-bandit itu dari kejauhan.
“Tidak perlu ini sudah Cukup, Terima kasih, atas bantuanmu yang memberi tahuku informasi keberadaan mereka”
“Sama-sama, tapi mengapa kau tak mendatangi desa itu dan menghabisi semua bandit itu” Tanya Peri itu
“Itu akan memperlambat perkembangan mereka, lagian aku percaya dengan kemampuan anak murid ku” Ucap Yuto
“Jadi seperti Itu yaa, kau Lumayan kejam Juga” Jelas Peri itu.
“Begitulah Realita Hidup” Ucap Yuto yang menyadari tak selama mereka akan terus Yuto Lindungi, ada kalahnya meraka harus bisa melindungi diri mereka sendiri, meskipun itu berat untuk Yuto apa bila ada yang tewas akibat bandit-bandit itu
“Jadi yang mana selajutnya aku tumbangkan” Ucap Yuto yang kini telah bersiap melesatkan anak Panahnya.
“Sial apa yang terjadi, dari mana anak panah ini” Tanya ketua bandit itu
“Sepertinya dari sana ketua” Ucap anggota bandit itu yang menunjuk sebuah Pohon yang tinggi yang sangat jauh dan mustahil untuk di jangkau oleh pemanah Biasa.
“sial yang benar saja”Ucap Bos bandit itu yang terkejut dan tak sadar ia mengeluarkan keringat di sekujur Tubuhnya, karena saat itu ia merasakan Aura membunuh yang tertuju padanya.
Dan tak lama setelah itu satu persatu bandit itu tewas oleh anak panah yang Yuto lesatkan dengan cepat, yang bahkan tak ada satupun bisa menahannya, dan semuanya tepat sasaran.
“Sekarang Giliran Kalian, hidup dan mati ada di tangan kalian semua, jadi jangan mengecewakanku Muridku” Ucap Yuto yang saat itu telah trun dari pohon tinggi itu.
__ADS_1
Bersambung....
..."By Alzan"...