
Kini Yuto dan Kozuki mengambil persiapan mereka masing – masing telah siap, Kozuki melai maju menyerang Yuto dengan sangan Cepat Namun Tentu saja Yuto dapat menahan serangan Itu
Namun tak sampai disitu saja Kozuki sama sekali tidak memberikan celah untuk yuto agar dapat bergerak dengan bebas.
“Serangannya sangat cepat aku gak menyangka bahwa kozuki sekuat ini” Ucap Yuto yang terus menghindari serangan itu
Meskipin mereka menggunakan pedang kayu, dan apabila pedang tersebut mengenai mereka bisa membuat mereka terluka, yang itu terbukti saat Yuto mengindar dan tampak sehelai rambutnya dapat terpotong oleh pedang itu.
Sepertinya Yuto mulai menyadari nampaknya Kozuki sangat serius dalam pertarungan ini.
“mengapa kau hanya menghindar Yuto? Jika Kau terus melakukan hal itu kau akan terluka” ucap Kozuki yang meyadari meskipun dirinya trus berusaha memojokkan Yuto, dia dapat melakukan serangn balasan
“Aku meminta maaf telah meremehkanmu, Ku akui kau Hebat sebaiknya Aku harus serius Juga” Ucap Yuto
“Kalau begit Bersiaplah Yuto” Ucap Kozuki Yang Kembali meyerang Yuto namun serangan kali ini Di ikuti oleh serangan Eleman Tanah Oleh Kozuki
Bebatuan yang trus berdatangan kepada Yuto membuat dirinya tetap Bertahan, Dia menyadari Serangan Ini hanya Sebagai Pengalihan Pandangannya, Dan benar Saja Kozuki menyerang Yuto Dibalik Debu bebatuan yang di akibatkan oleh Yuto saat menangkis serangan Itu, Yang hampir Saja mengenainya
“Hampir saja tadi itu mengenai ku” Ucap Yuto Sebaiknya aku harus melakukan sesuatu
“Teknik Kedua,Pusaran Angin” Sebuah pusaran angin Muncul Layaknya Tornado, Namun dengan sakala Yang lebih Kecil Hal ini Di karenakan Yuto Tidak mau membuat tempat di sekitar hancur dan tak berniat melukai Kozuki.
Kozuki yang Mecoba Untuk Menahan Serangan Tersebut Terhempas yang kemudian di susul oleh serangan Yuto yang dapat menghempaskan pedang Kozuki.
Kuzuki yang menyadari dirinya telah kalah, terpaksa menyerah.
“Aku menyerah, Tak kusangka kau menggunakan Elemen Angin” Ucap Kozuki
“Aku terpaksa menggunakan Jika Tidak bagaimana aku bisa mengalahkan mu” Ucap Yuto
“Hahaha, Itu Pujian Yang bagus” Ucap Kozuki
“Mengapa saat melawan Tetua kau tidak menggunakan elemen Tersebut?”
“Aku memang berniat menggunakan, Namun saat itu Tetua menyuruhku untuk berhenti, sepertinya Ia hanya menguji Keterampilan berpedangku” Ucap Yuto
__ADS_1
“Aku sudah menepati janjiku, Mungkin aku akan pergi melanjutkan Perjalananku” Ucap Yuto yang menyembunyikan Niatnya yang sebenarnya Yaitu mencari Misteri Di balik Aura Hitam Itu
“Apakah mengetahui jalan Untuk Kembali, Sebaiknya aku menemanimu Untuk Keluar”
“Tidak perlu Aku bisa melakukannya sendiri, Lagian Aku seorang Petualang, Sudah sewajarnya Untukku Mencari Jalan Keluar sendiri” Ucap Yuto
“Baiklah Jika seperti Itu sebaiknya kita melapor ke Tetua Dulu, klau kau Akan Pergi”
“Tidak Perlu, sebaiknya kau saja yang melaporkanya bahwa aku akan Pergi, Aku sangat terburu-buru” Ucap Yuto
“Baiklah Jika begitu aku akan sendri akan melaporkanya, Berhati – hatilah”
Di Saat itu terdapat Seorang pria yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua dari Arah yang jauh, Mereka berdua sama sekali tidak menyadari hal itu
Disaat Yuto mulai beranjak jauh dari Des yaitu Yuto berlari sangat cepat, Ia Mulai Merasakan Seperti ada seseorang yang mengikutinya Sedari tadi saat dia mulai meninggalkan des aitu
“Sepertinya Jumlah mereka ada 6 orang” Apa Tujuan Mereka mengikuti ku, Apakah Tetua Memerintahkan mereka” Ucap Yuto yang bergegas mempercepat larinya
Para menguntit yang menyadari bahwa dirinya telah di ketahui oleh Yuto segara berpencar dimana seorangnya lagi Berlari Ke arah Desa sedangkan Lima Orang lainnya tetap mengejar Yuto
“Sebaiknya kalian Keluar, Berhentilah bersembunyi” Ucap Yuto yang Berhenti di suatu tempat, Yang saat itu Juga kelima orang tersebut menampakkan dirinya Mereka menggunakan Jubah Berwarna merah Di hiasi dengan Ikat kepala Berwarna hitam
“Mengapa kalian mengikuti ku?” Tanya Yuto
“Ada hal yang ingin kami sampaikan kepadamu”
“Tolong ikut dengan kami, ada hal yang ingin kami perlihatkan kepadamu” ucap salah satu penguntit itu
“Mengapa aku harus mengikuti kalian, Aku tak tau siap kalian, Apakah kalian itu Musuh atau Kawan” Ucap Yuto
“Percayalah Kami Bukan Musuhmu, Jika memang benar Musuhmu Kami Pasti akan menyerang sedari tadi” Ucap Pria itu
“Sepertinya dia tidak berbohong, Namun sebaiknya aku tetap berhati – hati” Ucap Yuto dalam Hati
“Baiklah Aku akan mengikuti mu, Tapi kemana kalian akan membawaku”
__ADS_1
“Ketempat Orang yang memerintahkan kami, Ia Juga menitip pesan Untukmu, Prasasti, itu pesannya”
Yuto yang mendengar kata Prasasti sangat terkejut.
“Baiklah Aku akan mengikuti mu” Ucap yuto yang penasaran terhadap orang tersebut
“Dimana Yang satu kawan kalian, Setahuku kalian ada berenam Tadi mengikuti ku?” Tanya Yuto di tengah perjalanan mereka
“Dia Ku Suruh untuk Mengawasi Pergerakan dari arah desa, Sepertinya ada seseorang yang mengikuti Kita” Ucap Pria Itu
“Begitukah sepertinya kita harus mempercepat Langkah kita” Ucap Yuto
Di satu tempat dimana pria yang tadi Bersama ke 5 pria tadi bertemu dengan seorang yang sedari tadi mengawasi Yuto sekaligus mengikuti pergerakan mereka
“siap kau sebenarnya, Mengapa kau mengikuti kami?”
“siapa aku itu tidak penting saat ini ada hal yang penting harus aku Lakukan”Ucap Pria itu yang mengenakan Topeng Hitam Sekaligus dia membunyikan sebuah Peluit yang saat itu tampak beberapa orang keluar dari persembunyian, dengan mengenakan pakaian yang sama
“Sial Mereka sangat banyak sepertinya ini tidak akan mudah untukku” Ucap Pria itu
Di saat Itu juga terjadi Pertarungan yang sangat sengit Meskipun Pria Itu menghadapi Lawan yang sangat Banyak, Namun dia mampu Bertahan, Serang demi Serangan dia Lancarkan, namun sama sekali belum dapat menumbangkan salah satu dari mereka, meskipun begitu dia dapat memberikan Luka terhadap Musuhnya
“Sial, Kapten Pria ini sangat kuat” Ucap salah satunya
“Sepertinya begitu Sebaiknya Kalian semua Mundur Dulu segera Laporkan Kepada ketua, Biar aku yang akan Menahannya saat ini, Mustahil bagi kita untuk melanjutkan pengejaran”
Pria yang melihat ,musuhnya akan pergi segera melancarkan serangan Namun Serangan Itu dapat di tahan oleh kelompok pemimpin Tersebut
“Lawanmu Adalah Aku” ucap Pria Tersebut
Kini mereka Berdua Terlibat Pertarungan Yang sangat Hebat dimana Komandan Yang Tersebut Menggunakan Sebuah senjata berupa Rantai Yang dimana Ujung rantai tersebut sangat tajam, Hal Itu terlihat Ketika Unjung rantai tersebut Berhasil Menembus Pohon Yang saat itu berhasil di hindari oleh pria Itu
Pria Tersebut Menyadari sangat Sulit untuknya untuk mendekati pria itu hal ini disebabkan pria tersebut selalu menjaga jarak yang dimana pertarungan jarak jauh adalah ke unggulannya
Di tempat lain, Yuto yang Bersama kelima Pria itu kini telah sampai di tempat Tujuan mereka, terlihat seorang pria Tua dengan mengenakan sebuah pakaian berwarna Merah dengan srep hitam, dimana tangan kirinya memegang sebuah pedang dengan sarung berwarna Putih, dan rambut yang berwana Hitam lebat.
__ADS_1
Bersambung....
...By Alzan...