
Dichaper sebelumnya Yuto bertemu dengan seekor Monster laba yang dimana Monster itu dua kali lebih Kuat dari pada Monster yang pertama Yuto lawan Sebelumnya.
Saat ini Yuto telah bersiap melawan laba-laba tersebut dimana ia kini bersiap Untuk menyerang, dengan mengambil sebuah ancang-ancang ia kemudian mengerang laba-laba itu dengan pedang terkutuknya, Namun dengan cepat laba-laba itu menghindari serangan Yuto.
Ia kemudian bergerak ke atas dan kemudian menembakan jaring dengan sangat bajak kearah Yuto
“Percuma” ucap yuto yang saat itu dengan satu tebasan api membakar jaring laba-laba itu.
Akan tetapi dari arah belakang laba-laba itu itu muncul dengan tiba-tiba menyerang Yuto dengan Sebuah tombak yang terbuat dari jaringnya.
Namun dengan reflek yang cepat Yuto menghindari serang itu. “cepat Juga refleks manusia ini” Gumam Laba-laba tersebut.
“Yang tadi hampir saja, aku tak menyangka ia memilki kecepatan seperti itu, jika saja aku terlambat aku pasti akan mati” Ucap Yuto yang saat itu menyadari bahwa ujung tobak Laba-laba tersebut beracun dimana saat tombak jaring itu mengenai sebuah Pohon dengan seketika bagian pohon itu tampak layu ketika.
“Ini akan jauh lebih sulit, dari pada sebelumnya, dimana aku harus bisa menghindari serangannya tampa harus membuat sebuah goresan pada tubuhku” Gumam Yuto Dalam hati.
“aku tak menyangka kau bisa menghindari serangan Barusan, sepertinya kau memiliki Reflex yang bagus manusia, aku tak bisa membayangkan senikmat apa dagingmu nanti saat aku memakan mu” Ucap Monster laba-laba itu
“Jangan mimpi, kau pikir serangan itu akan dapat mengalahkan ku” Ucap Yuto dalam Hatinya, yang saat itu kemudian mengeluarkan energi yang jauh lebih hebat dari pada sebelumnya.
Dimana saat itu juga ia membentuk sebuah kuda-kuda yang dimana kuda tersebut, menyebabkan sebuah api hitam sembari petir hitam berbentuk lingkaran mengelilinginya layaknya sebuah kompor.
“Tidak ada Cara lain aku harus mengalahkannya secepat mungkin” Ucap Yuto.
“Tekanan yang luar biasa, sepertinya aku tau alasan mengapa adikku tak mengajakku untuk menangkapmu, bagaimana bisa makanan selezat dirimu harus di bagi dua” Ucap Monster laba-laba itu saat menyaksikan aura yang di pancarkan oleh Yuto saat ini.
__ADS_1
Disatu sisi di tempat desa Dwarf, seorang dwarf ayang sebelumnya merasakan aura Iblis yang di pancarkan oleh Yuto, telah tiba di sebuah Rumah yang lumayan besar.
“Tetua, ada berita besar” Teriak Dwarf itu yang saat itu langsung menerobos masuk tampa mengetuk pintu terlihat dahulu.
“Ada Apa Hob, mengapa kau terlihat sangat panik?” Tanya tetua Dwarf itu, yang menggunakan sebuah Jubah Putih dengan warna janggutnya beserta rambutnya berwarna putih Juga.
“Aku merasakannya” Ucap Dwarf itu sembari ngos-ngosan.
“Sebaiknya kau tenangkan dulu pikiranmu, dan sampaikan padaku pelan-pelan” ucap tetua itu
“maaf yang tetua” ucap Dwarf itu yang Bernama Hob, ia kemudian duduk dengan tenang sembari menarik nafas secara perlahan-lahan.
“Silakan katakana apa yang kau katakana” Ucap tetua itu yang melihat Hob sudah tampak Jauh lebih tenang.
“aku merasakan energi kutukan dari Hutan kematian, tak hanya itu energi kutukan itu tampak bergabung dengan sebuah Sihir, dan aura yang di pancarkan juga jauh berbeda dengan yang aura bisa kita pancarkan, dimana Aura itu mengandung aura kejahatan” Ucap Hob kepada tetua, yang saat itu menjelaskan atas apa saja yang ia rasakan sebelumnya.
“Baiklah segara sampaikan kepada meraka semua Bahwa waktu yang telah tunggu akan tiba, dan juga siapkan beberapa prajurit untuk ikut bersamaku, aku yakin saat ini ia pasti menarik perhatian Raja Hutan kematian, dan Jika tebakanku benar ia pasti telah bertarung dengan Salah satu raja Hutan atau tidak keduanya” Pinta tetua kepada Hob
“Raja Hutan!” Gumam hob dalam hatinya saat mendengar hal itu, dan tak lama Hob kemudian melanjutkan. “baik tetua aku akan segara memberi tahukan kepada meraka semua semua, dan menyiapkan beberapa Pasusukan Untuk ikut Bersama Tetua”
Dan saat itu juga Hob meninggalkan Rumah Tetua, dan mengerjakan apa yang Tetua perintahkan, dan beberapa waktu kemudian terlihat desa itu gempar seketika. Dan kemudian beberapa Prajurit telah berkumpul di depan Rumah Tetua.
“Sepertinya kalian semua telah berkumpul, maka begitu sebaiknya kita langsung berangkat, dan aku harap kalian semua berhati-hati, karena saat ini kita akan bertemu dengan seseorang Yang Berbahaya” Ucap tetua desa itu, yang saat itu mereka kemudian bergegas menuju ke arah hutan kematian.
Di Hutan kematian saat ini Yuto tampak masih bertarung dengan Monster laba-laba itu, yuto kemudian menyerang laba-laba hitam tersebut dengan cepat, akan tetapi laba-laba itu bersih menghindarnya.
__ADS_1
Namun serangan yang Yuto lancarkan Tidak sepenuhnya berhasil di hindarinya, dimana serangan itu berhasil membuat sebuah goresan tepat di leher laba-laba itu.
“Apa!” Ucap laba-laba itu yang terkejut dengan serangan Yuto.
“Sepertinya kau memiliki refleks yang lumayan” Ucap Yuto yang saat itu berbalik kehadapan Laba-laba itu.
Dan saat itu juga sebuah aura terkutuk keluar dari Goresan Luka laba-laba itu, dimana aura terkutuk itu terserap dengan kedalam pedang terkutuk Yuto.
Yang saat itu juga Yuto perlahan Mulai merasakan sesuatu yang luar biasa, yang membuat dirinya tiba-tiba saja melupakan Jadi Dirinya.
“Energi yang luar biasa, sepertinya yang akan memakanmu adalah aku bukan kau yang memakanku" Ucap Yuto dengan sebuah senyuman jahat.
“Jangan senang dulu apakah kau pikir kau bisa mengalahkanku hanya dengan goresan ini” Ucap Monster Laba-laba itu, yang bersiap untuk memberikan serangan balasan
“mari kita lihat siapa sebenarnya yang akan jadi pemangsa aku atau kau” Ucap Yuto yang saat itu mengeluarkan energi kutukan yang luar biasa, tak hanya itu bahkan energi itu kini telah sepenuhnya mengambil ahli Tubuh Yuto yang dimana energi itu telah mengubah Yuto kedalam Wujud Iblisnya yang dimana saat ini kedua sayap Hitam telah tumbuh di belakangnya.
Laba yang merasakan Aura itu tampak sangat terkejut, dimana Aura yang Yuto pancarkan Jauh lebih Pekat dari pada sebelumnya, yang saat itu membuat dirinya yang saat itu ketakutan.
“Bagaimana Bisa kau memancarkan Energi seperti ini, Siapa kau sebenarnya apakah kau benar manusia” Ucap Laba-laba itu sembari bergetar
Di waktu yang bersamaan Tetua Dwarf dengan beberapa pasukan telah keluar dari desa, merasakan Aura terkutuk yang Luar biasa Hebat.
“Tetua” Ucap Salah satu Pasukan yang ikut bersamanya, yang saat mereka semua terhenti sebentar saat melakukan perjalanan.
“Yaa, sebaiknya kita semua harus bergegas” Ucap Tetua yang saat itu mereka semua berlari menuju ke arah energi kutukan Yang Yuto Pancarkan.
__ADS_1
Bersambung.....
..."By Alzan"...