Place Of Death

Place Of Death
Pasukan Iblis Masa lalu


__ADS_3

Di Chaper sebelumnya Yuto mulai melakukan Latihan untuk menegendalikan sihir Hitam, dimana saat ini ia telah berhasil mempertahankan kesadarnanya, meskipun hanya sementara.


Kini Yuto menyerang tetua desa yang saat itu berada di dekatnya, “ aku lengah” Ucap tetua desa yang saat itu menghindari serangan Yuto namun serangan itu berhasil mengenai pakainanya, meskipun tak membuat dirinya Luka.


Yang saat itu juga ia kemudian mulai mengeluarakan sebuah Rantai untuk menangkap Yuto, namun kali ini Yuto berhasil menghindarinya.


“Dia berhasil lolos, kayanya ini tidak akan mudah” Ucap Tetua desa.


“apakah kau pikir bisa menangkapku” Ucap Yuto.


“Jangan sombong dulu bocah” Sebuah teriakan yang saat itu berada di belakan Yuto yang saat itu behasil melancarkan serangan ke arah Yuto yang saat itu lengah.


“tetua Sekarang” Teriak pria itu.


“Kerja bagus Hob” Ucap tetua yang saat itu dengan cepat kembali merantai Davin dengan sihirnya


“semuanya sekarang” teriak Hob.


“sialan kalian semua” Ucap Yuto yang tampak sangat marah kali ini Yuto tampak berusaha melepaskan rantai itu sekuat tenaga, dimana saat ini kemampuan Yuto jauh lebih kuat dari pada sebelumnya


“apa yang kalian lakukan cepat” Teriak tetua yang saat itu merasakan kekuatan Yuto telah bertambah. Yang saat itu juga untuk kesekian kalinya Yuto berhasil Di Segel, dan kembali lagi Yuto jatuh Pingsan.


Hal itu terus berlasung selama beberapa hari, namun seiring berperjalanan waktu Yuto mulai mengalami perubahan, dan mulai membaik dari waktu ke waktu.


4 Bulan telah berlalu sejak pelatihan tersebut terlihat saat ini Yuto telah berhasil menghancurkan bola Hitam tersebut menggunkan pedang terkutuk tersebut. Dimana saat ini ia tak berubah menjadi wujut iblis, seperti beberapa Bulan yang lalu.


“Sepertinya kau sudah bisa mengendalikanya” Ucap tetua kepada yuto yang saat itu Yuto baru saja mengancurkan bola api hitam itu.

__ADS_1


“Tentu saja, terlebih lagi lihatlah ini” Ucap Yuto yang saat itu ia kemudian mengaliri energi sihirnya ke pedang terkutuk tersebut, dimana saat ini pedang terkutuknya telah di selimuti api, dan kilatan petir seperti biasanya, dimana tak lagi berwarnah Hitam


“hooo, bagus” Ucap tetua yang menyaksikan hal tersebut


“Bukan hanya itu kek” Ucap Yuto lagi yang saat ia kembali mengalirakan energi sihir hitamnya di pedang yang di berikan oleh kitetsu, yang saat ini Yuto telah benar-benar berhasil mengendalikanya sepenuhnya.


“Akhirnya kau berhasil sepenuhnya, namun masih ada satu latihan terkahir yang akan kau lakukan” Ucap Tetua desa.


“Baiklah kek apa itu?” Tanya Yuto dengan penasaran.


“Kau pasti akan mengetahuinya namun untuk saat ini kita akan merayakan keberhasilanmu, dan besok kita akan mengadakan pesta” Jelas tetua


“Baiklah kek” Ucap Yuto yang saat itu Juga yuto kemudian memutuskan melakukan Latihan kembali diman ia di awasi oleh tetua dan yang lainya.


***


Esok hari telah tiba saat ini terlihat semua penduduk desa tampak sibuk dimana ada yang pergi berburu, dan lain sebagainya.


“Ia nak kita mengadakan pesta, dan ini adalah pesta yang paling meriah yang pernah kita lakukan” jelas Wanita tersebut sembari menggandeng anaknya, dimana terlihat senyuman yang tulus dari ibu tersebut.


Yuto yang melihat hal itu membayangkan dirinya saat masih Bersama kedua orang tuanya, namun ia tak ingin berlarut-larut dengan kesedihan, ia kemudian kembali Fokus untuk membantu yang lainya.


“heii nak apakah kau sibuk sini bantu sebentar” Teriak salah satu pria, yang saat itu Yuto baru saja selesai mengangakat daging rusaa untuk di panggang.


“Baik paman” Ucap yuto yang saat itu menuju ke pria tersebut, dimana Yuto mambantunya untuk Menyusun sebuah kayu, yang akan di jadikan api unggung Untuk sebentar malam.


Dengan penuh semangat mereka semua bekeraja dengan keras, dan saat siang hari terlihat meraka saat ini sedang beristirahat makan siang secara Bersama-sama.

__ADS_1


Tak lupa pula Yuto dan ibu-ibu yang lainya membagikan makanan untuk mereka yang saat itu masih menebanga beberapa pohon.


Meskipun mereka bisa menebang Pohon tersebut menggunakan energi sihir agar lebih mudah, namun sama sekali mereka tak melakukannya, hal ini tidak akan menjadi seru apa bila segala sesuatu terjadi secara instan, terlebih lagi ras Dwarf adalah ras pekerja keras.


Malam akhirnya Tiba dimana saat ini pesta mulai berlasung, dimana beberapa orang tampak menari dengan semangat. Saat itu juga Tetua menghampiri Yuto yang tengah duduk Bersama dengan Hob


“Tetua, apakah sudah waktunya” Ucap Hob yang saat itu melihat tetua menghampirinya


Tetua yang mendengar hal itu hanya mengangguk. “Yuto ikutlah bersamaku ada hal yang penting yang ingin ku sampaikan kepadamu terkait latihanmu” ucap tetua yang saat itu memanggil Yuto


“Baik kek” Ucap Yuto yang saat itu mengikuti tetua di sebuah tempat yang tak jauh dari desa tersebut, dimana terdapat semua pohon yang besar disitulah mereka kemudian duduk berdua, sembari menyaksikan pesta yang sedang berlangusung.


Saat itu juga tetua desa kemudian membuka pembicaraan pertama kali. “mungkin kau bertanya-tanya mengapa kami ras Dwarf bisa memiliki sihir hitam, dimana ras demon yang merupakan ras yang paling terdekat dengan iblis tidak memilikinya” Jelas tetua yang saat itu Yuto kemudian mengajukan pertanyaan


“yaa kakek, namun aku tak ingin membicarakannya takut menyinggu kakek dan yang yang lainya, namun satu hal yang pasti semua ini pasti ada hubunganya dengan Iblis” Jelas Yuto


“Hahaha, kau memang cerdas nak, kau benar, sebernarnya kami berasal dari keturuna monster yang menikah dengan bangsa manusia” Jelas tetua itu yang saat itu membuat Yuto terkejut


“bisa kakek jelaskan kepadaku, aku beru pertama kali mendengar hal ini” Ucap Yuto


“tentu saja” jelas tetua yang saat itu menceritakan kepada Yuto terkait sejarah Dwarf.


“Ribuan tahun yang lalu saat itu kami Dwarf merupakan pasukan di iblis dimana saat itu penampilan kami belum sepertis sekarang, dimana saat itu penampilan kami jauh mengerikan”


“namun suatu waktu saat raja iblis di segel Bersama dengan jendral iblis lainya kami terpecah belah, dimana perang antara mosnterpun terjadi dimana saat itu tidak ada lagi yang mengontorl kami”


“saat perang itu berlasungu beberapa Mosnter yang berhasil membunuh monter lain mulai berefolusi, salah satunya adalah leluhur kami, dimana saat itu ia melawan monster lainya yang juga ikut berefolusi yang dengan tujuan untuk memakanya agar kekuatanya bertampbah, namun kerena lawanya sangat kuat membuat dirinya hampir mati, namun beruntung ia berhasil membunuh moster tersebut”

__ADS_1


“namun leluhur kami yang saat itu terluka, menjadi targer dari monter lainya, yang diman saat itu ia tak bisa melawan yang saat itu membuatnay terpaksa melarikan diri dengan ke adaan seperti itu, hingga ia di kejar sampai di tepi jurang, ia yang saat itu tak punya pilihan lain kemudian meloncat di jurang tersebut, dimana ia memilih mati dari pada dirinya menjadi santapan monster lainya”


Bersambung….


__ADS_2