Place Of Death

Place Of Death
Pembuktian Yuto


__ADS_3

Di chapter sebelumnya, Kerajaan mengalami serang dari Cland Hamura yang berkerja sama dengan Asassin bayang hitam.


Peperang tersebut di picu akibat terjadi penolakan lamaran Dari putri Sovia kepada Putra pertama Cland Hibari


Karna bagi Putri Sovia Itagi yang merupakan temannya sedari kecil, tak ingin memiliki hubungan selain hubungan berteman.


Namun dirinya yang sakit hati penolakan dari Putri Sovia, menganggap penolakan tersebut adalah sebuah penghinaan baginya


Ia kemudian menjelasakan kepada ayahnya mengenai hal tersebut, dan juga memberi tahukan rencananya kepada ayahnya.


Tetentu saja rencana tersebut di tolak oleh ayahnya, karna tak ingin terlibat peperangan dengan Pihak kerajaan yang dimana mereka memiliki Hubungan yang baik.


Namun Itagai yang terlanjut sakit hati tak menghiraukan apa yang ayahnya katakan, ia yang saat itu memegang hasil dari tambang material yang di miliki Clandnya, secara diam-diam menyewa kelompok bayang Hitam.


Namun usaha pertamanya gagal, hal ini di sebabkan oleh Yuto yang saat itu menolong Tuan Putri


Dan beberapa hari setelah rencananya gagal, ia ketahuan oleh ayahnya, hal tersebut membuat ayahnya sangat marah, tapi apalah daya nasi telah menjadi bubur.


Ia yang menyadari akibat dari Tindakan putranya, raja tak akan tinggal diam Ketika mengetahui putranya yang mencoba mencelakakan putrinya.


Dan hal itu secara tidak langsung berdampak kepada clandnya, Itagi kemudian menjalankan rencananya kepada ayahnya, dan ayahnya tak punya pilihan lain selain mengikuti rencana anaknya


Pada saat putranya menghadiri sebuah acara yang di adakan di istana, dia memutuskan untuk melakukan persiapan dengan mengumpulkan pasukan, tak hanya itu ia bahkan mempekerjakan bandit dan tentara bayaran untuk ikut berperang melawan tentara kerajaan.


Malam penyerangan pun Tiba, ia kemudian berangkat Bersama pasukan yang telah ia kumpulkan, ia bergerak secara terpisah dengan Putranya kerana saat itu ia berada di luar wilayahnya yang dimana pasukan dan bandit itu berkumpul.


Namun saat dirinya akan tiba di ibu kota kerajaan Grimori , dari kejauhan ia melihat putranya tengah berpapasan dengan Raja, dan saat itu juga ia melihat putranya telah tewas di bunuh oleh raja, yang saat itu juga menyulut emosinya.


Kembali di waktu sekarang.


Suara dentuman alarm yang saat itu berbunyi dengan keras, mengakibatnya penduduk bangun dari tidurnya.


Beberapa prajurit yang saat itu berada di rumah mereka bergegas mengenakan baju zirahnya


“sayang bangun, cepat berlindung” Ucap seorang pria yang membangunkan istrinya


“Apa yang terjadi? Suara rebut apa ini?”

__ADS_1


“Sepertinya ada musuh yang menyerang, sebaiknya bawah anak-anak ketempat evakuasi, aku akan bergabung dengan yang lain” Ucap Pria itu yang saat itu mengenakan baju zirahnya


Di tempat lainnya


“Ayah mau kemana malam-malam begini”


“Ayah ada kerja nak, jangan nakal yaa, dengar kata ibumu” ucap pria yang saat itu berangkat menuju tempat perkumpulan


Diwaktu itu, masyarakat berlari berhamburan, beberapa petualang yang berada saat itu membantu melakukan evakuasi dan yang lainya pula ada yang memutuskan untuk bergabung dengan pasukan kerajaan, kerena bagi mereka kerajaan Grimoiry adalah satu-satu kerajaan yang mau menerima mereka saat kerajaan lain menjadikan mereka sebagai musuh.


“Roi, sebaiknya bergegas kita harus pergi ketempat yang aman” Ucap seorang Wanita yang merupakan Ibu Roi, yang saat itu masih berada di ibu kota kerajaan


“Apa yang sebenarnya terjadi, Tuan Putri semoga kau baik-baik saja” Ucap Roy yang saat itu berlari keluar dari kamarnya.


****


Di dalam istana, lebih tepatnya lagi di kamar Tuan Putri, yang saat itu di jaga ketat oleh pasukan kerajaan


“Putriku” Panggil Ratu yang saat itu menuju ke kamar Violet, tak lupa juga kedua putranya ikut bersamanya.


“Ibu” Balas Putri Sovia, yang berlari ke pelukan Ratu


“Tidak usah khawatir kakak, ayah adalah pria yang kuat tak mungkin ayah akan kalah” Ucap kedua adiknya, yang tampak telah paham dengan situasi sekarang.


“Yaa, aku berharap seperti itu”


“Pengawal, bagaimana kondisi saat ini?” Tanya ratu kepada salah satu pengawal


“Sepertinya Kita telah di serang saat ini alarm peringatan telah di bunyikan”


“Baiklah, segara kirim salah satu pasukan kesana, dan laporan kepadaku bagaimana kondisi sekarang” pinta Ratu, yang tampak dengan tenang menghadapi kondisi sekarang.


“Laksanakan yang Mulia”


Di waktu yang bersamaan.


“Apa yang sebenarnya terjadi di luar sana?” Ucap Yuto dalam hati

__ADS_1


Yang saat itu ia terkejut dengan serangan assassin tersebut, meskipun ia berhasil menahan Kunai assassin tersebut, namun tendangan telak mengenai perutnya yang membuatnya terhempas beberapa Langkah


“Sebaiknya kau memikirkan dirimu sendri, baru memikirkan orang lain” Ucap assassin tersebut


“Sial aku Lengah” Ucap Yuto yang saat itu mulai kembali Fokus


Ketua assassin kembali menyerang Yuto dengan Teknik bayangnya, saat itu dirinya menghilang di tengah kegelapan


Namun dengan tenang Yuto mengamati situasi, meskipun ia sama sekali tak merasakan keberadaan assassin, bahkan meskipun dirinya saat ini telah mengunakan Ki


Dan saat itu Juga dari arah bawah tanah tepat di tempatnya berpijak, assassin tersebut menampakan dirinya yang dengan cepat menyerang Yuto.


Yuto yang telah bersiap akan terjadinya serang dadakan, berhasil menghindari serang tersebut dengan meloncat kebelakang, sekaligus ia juga melancarkan serangannya yang saat itu tepat mengenai pergelangan tangan assassin itu.


“Ahhhh sial, tanganku” Teriak pemimpin assassin tersebut yang saat itu, terkena tebasan pedang Yuto.


Darah dengan deras mengalir keluar, yang saat itu membasahi lantai pertarungan mereka berdua, anak buah Assasin terkejut saat mendengar teriakan dari ketua mereka.


Saat itu ken menyadari saat ini musuh yang berada di depannya lengah akibat teriakan tersebut, dengan cepat menyerangnya.


Yang membuat pasukan assassin saat ini telah tersudutkan, di tambah lagi Oleh Yuto yang saat ini berhasil memotong tangan pemimpinnya.


Di saat itu juga Yuto kembali mengerang, namun berhasil di hindari, tak ingin membuang waktu Yuto terus bergerak dengan sangat cepat bahkan lebih cepat dari sebelumnya.


Serangan demi serangan ia lancarkan namun berhasil di hindari, meskipun begitu, Yuto yang saat itu bertambah cepat berhasil mengenai dada pemimpin assassin itu, yang saat itu membuatnya tersungkur


“Ku akui kau memang hebat, tapi bagiku kau bukanlah apa-apa jika di bandingkan dengan mereka yang selama ini telah ku hadapi” ucap Yuto dengan nada merendahkan


“jadi seperti itu yaa’ Kau menang, suatu kehormatan mati di tanganmu” Ucap Pemimpin assassin tersebut yang saat itu dengan siap menerima kematiannya.


Tak butuh waktu lama saat itu juga Yuto melayangkan tebasan, yang saat itu juga membuatnya tewas


Kelompok assassin yang masih tersisa melihat pemimpinnya telah di kalahkan berniat melarikan diri, namun dengan Langkah kaki yang cepat Yuto mengejar mereka, dan menebas mereka satu persatu, tampa satupun yang selamat.


Mereka yang menyaksikan Kekuatan dari Yuto hanya terbengong tak, bisa berkata apapun Lagi, saat ini mereka melihat sosok pemuda yang mengenakan Pakaian Hitam dengan Teknik berpedang yang sangat indah namun juga mematikan.


“Kuroi Kenshi” Ken yang tampak sadar mengucapkannya

__ADS_1


Saat ini mereka menyadari alasan Yuto di juluki Kuroi kensi Bukanlah hanya julukan dan Rumor semata.


Bersambung.....


__ADS_2