
Di chapeter sebelumnya Yuto jatuh pingsan akibat saat ini kekuatannya telah di segel oleh Pasukan Dwarf yang di pimpin oleh tetua desa Dwarf.
Beberapa waktu kemudian kini Yuto telah. “Sial, kepalaku sakit sekali” Ucap Yuto yang saat itu mulai tersadar dari pingsannya.
Yuto kemudian melihat sekelilingnya dimana saat ini ia melihat saat ini Banyak sekali Dwarf yang tampak bekumpul di depannya, dimana seorang pria tua yang berpakaian serbah putih berdiri paling depan dan menatapnya.
“Sepertinya mereka yang baru saja menyelamatkanku” Ucap Yuto yang saat itu mengingat kejadian yang baru saja menimpahnya
“akhinya kau sdar juga Nak” Ucap tetua itu dengan nada yang sopan.
Yuto yang kemudian mendengar hal itu langsung bangkit berdiri. “Teriama kasih telah menolongku kek” Ucap Yuto yang saat itu memberi Hormat.
“sudahlah tidak usah di pikirkan, saat ini kau ikut dengaku dulu ke desaku” Ucap tetua itu yang saat itu mengajak Yuto untuk mengunjungi desanya.
Yuto yang mendengar hal tersebut, mengikuti kakek tersebut tampa pikir Panjang lagi. “baik kek”
Saat dalam perjalan Yuto melihat kesekeliling, terlihat dimana mereka akan sampai di sebuah tempat yang di mana tempat itu di penuhi Oleh Kabut.
“Perhatikan langkahmu nak Kita akan memasuki kabut” Ucap Tetua itu
“apa tidak apa-apa buatku untuk mengetahui tempat ini, solanya dulu ada seseoarang yang bercerita kepadaku, saat itu ia tak sengaja masuk di tempat ini, dan saat itu ia keluar di Antar oleh salah satu dari ras kakek, namun saat itu matanya di tutup agar dia tidak tau jalan mana yang ia lalui untuk sampai di tempat ini” Jelas Yuto
“percuma juga aku menutup matamu, aku tau sedari awal kau sudah mengetahui tempat ini, jika tidak mana mungkin kau dengan percaya diri datang kehutan ini, aku tau bahwa raja yang memberi tahukanmu, karena hanya dialah yang mengetahui tempat ini, selain pemilik pedang terkutuk yang kau miliki” jelas tetua Desa, yang saat itu mereka sudah mulai memesuki kabut yang terang, dimana saat itu juga Yuto kedua tangan Yuto di pegang Oleh Dua Dwarf agar ia tak terpisah saat di dalam kabut.
__ADS_1
Sedangkan Yuto yang mendengar tentang pedang terkutuk bergumam dalam Hatinya. “ sesuai dugaanku ia pasti mengetahui sesuatu tentang pedang ini”
Semakin Yuto masuk dalam kabut tersebut semakin tebal Juga kabut tersebut, dan beberapa waktu kemudian perlahan-lahan kabut yang tebal tersebut mulai Hilang, hingga akhirnya ia berhasil melewati kabut tersebut dan saat itu juga kedua Dwarf melepasakan pengangannya dari Yuto.
Dan saat itu juga dari kejauhan terpampang jelas sebuah desa dimana banyak sekali perumahan desa itu, tak hanya itu saat Yuto memasuki tempat itu dengan jelas ia melihat sebuah pohon besar, yang dimana pohon itu terlihat seperti sebuah rumah dimana, terdapat pintu dan jendela di pohon tersebut.
“Sepertinya yang tinggal di tempat itu adalah orang yang penting” Gumam Yuto dala hatinya, dan saat itu juga ia menyadari dirinya saat ini telah menjadi pusat perhatian semua orang desa.
Bagaimana tidak ini adalah kali pertama ada ras lain yang datang di tempat tersebut selama serratus tahun yang lalu, tak hanya itu ia juga mendengar penduduk desa berbisik.
“Sepertinya sudah tiba waktunya, apa yang selama ini tetua bicarakan selama ini kepada kita semua” Ucap Salah satu penduduk desa dan dibalas. “Yaa kau benar aku tak menyangka waktunya akan tiba”
Yuto yang mendeangar hal itu kemudian menyadari, bahwa kedatangan sudah di prediksi sejak lama, atau tidak ada orang lain yang mereka tunggu dan mengira orang itu adalah dirinya.
Yuto menyadari saat ini ia sedang menuju ke Rumah Pohon tersebut. “Sepertinya aku di bawah ke rumah pohon itu” Ucap Yuto dalam hatinya, dan benar saja ia kemudian tiba di rumah Pohon tersebut. “Cukup sampai disini saja biarkan aku berbicara berdua dengannya di dalam” Jelas tetua
Dan saat itu juga semua prajurit meninggalkan tempat tersebut dan hanya meninggalkan yuto dan tetua desa.
“masuklah nak, ada yang kubicarakan kepadamu di dalam” ucap tetua yang saat itu Yuto mengajak Yuto masuk kedalam, tampa sekatah patapun Yuto ikut tetua masuk kedalam.
Didalam telihat jelas Rumah itu bertingkat dimana lantai satu merupakan Ruang tamu, dan juga terdapat Ruang tengah, yang dimana terdapat beberapa kursi tamu, yang di depannya ada sebuah tempat pembakan kayu, yang biasa di gunakan untuk menghangatkan Diri saat memasuki musim Dingin, dan masih banyak ornament lainnya dalam ruangan tersebut.
Yuto dan Tetua saat itu duduk di sebuah kursi tamu yang berada dalam ruangan itu, dimana saat ini tetua menyiadakan sebuah secangkir teh untuk Yuto dan dirinya, sebalum memuali pembicaraan.
__ADS_1
Dan sesudah menyiadakan the, tetua kemudian mulai memulai pembicaraan pertama kali. “Siapa namamu nak?” Tanya tetua pertama kali
“Kazuragi Yuto” Ucap Yuto yang saat itu memberitahukan Namanya di sertai nama Klannya, ia menyadari bahwa lebih baik memberitahukan nama aslinya kepada Pria tua di depannya saat ini.
“Nama yang bagus, aku adalah Tetua di desa ini, dan namaku adalah Alison, aku adalah orang yang menyegel pedang tersebut dan menempahnya Bersama Masahi” Ucap tetua desa yang saat itu ia sangat yakin Yuto mengetahui sosok tersebut.
“Sesuai dugaanku bahwa meraka akan mengantarkan kedesanya saat mereka melihat pedang tersebut, jadi sekarang jelas mengapa Masahi-san mengatakan kepadaku cukup tunjukan pedang terkutuk ini” Gumam Yuto yang saat itu juga ia menyadari bahwa tetua desa telah berumur lebih dari serratus tahun.
“Kek, bisakah kakek memeriksa pedang ini, aku rasa saat ini segelnya sudah terbuka sepenuhnya” Ucap Yuto yang saat itu memberikan pedang terkutuk tersebut yang telah ia simpan dalam cincin penyimpanannya.
“Yaa kau benar, saat ini segel pedang tersebut telah terbuka sepenuhnya, dan tak hanya itu saat itu juga energi kutukan yang berada dalam tersebut sudah menyatu dalam Tubuhmu, tapi tenang saja saat ini energi kutukan yang sudah menyatu dalam tubuhmu baru saja di segel, akan tetapi segel itu tak akan bertahan lama, terlebih lagi aku tak memiliki bahan utamanya yang di gunakan untuk menyegelnya kembali” jelas tetua itu.
“jika seperti itu apa yang harus aku lakukan?” tanya Yuto yang berharap menemukan jawabanya.
“tentu saja kau harus bisa mengendalikanya, atau lebih tepatnya kau akan belajar sihir Hitam, aku tau saat ini kau pasti telah menyadarinya, bahwa kau memiliki kemampuan tersebut” balas tetua.
“Bagaimana bisa aku mempelajarinya, apakah kakek bisa mengajarku, aku tau ras Dwarf menguasai sihir hitam” Ucap Yuto yang saat itu berharap tetua akan mengajarnya.
“Tentu saja aku akan mengajarmu, maka sebelum kita mulai beristirahtlah terlebih dahulu, ada sebuah kamar kosong di lantai 3 dirumah ini, gunakanlah, aku akan melatihmu dua hari lagi, saat ini sebaiknya kau focus untuk pemulihan staminamu” Jelas tetua itu.
“Baik kek” Balas Yuto..
Bersambung….
__ADS_1
..." By Alzan "...