
Di chapter sebelumnya Yuto memancarakan Sebuah aura sebagai bentuk peringatan kepada seseorang yang saat itu menyerang.
***
Yuto kini kembali melanjutkan perjalannya, ia memacu kudanya dengan cepat agar capat sampai di tujuan.
Pada saat dirinya sampai di tujuan yang di tunjukan oleh petanya.
Terlihat sebuah bongkahan batu, yang tampak berlumut, tak hanya itu, terlihat sebuah bangunan yang terbuat dari kayu, yang kini tertutupi oleh Lumut
“Sepertinya tempat ini telah lama terbengkalai” Ucap Yuto yang saat itu trun dari kudanya
Dari belakangan tampak beberapa Tumbuhan yang saat itu menjalan dengan pelan “Sepertinya ada yang bergerak” yang saat itu ia kemudian membalikan badannya.
“Tidak ada apa, sepertinya hanya perasaanku” Tegas Yuto yang saat itu tak melihat apapun
Tapi saat itu Yuto tiba-tiba saja melancarkan sebuah tebasan kearah sebuah reruntuhan bangunan yang ada di situ “Keluarlah, aku mengetahui kau ada di sini”
namun secara tiba-tiba sebuah bayangan Hitam muncul di balik reruntuhan tersebut, Yuto yang saat itu melihat hal itu kembali bergerak dengan cepat menuju ke arah bayangan tersebut.
“Sial, cepat sekali menghilangnya” Ucap Yuto yang saat itu tak menemukan apapun
“Apa-apaan manusia itu bagaimana bisa dia menyadari ku” Ucap seorang Wanita, yang tak lain peri penjaga Hutan tersebut
“Kutangkap kau” Ucap Yuto yang saat itu muncul secara tiba-tiba di depan peri tersebut
“Aaaaa” Teriak peri itu yang terkejut melihat Yuto muncul di depannya secara tiba-tiba.
teriakan itu membuat Yuto ikut terkejut “Hentikan teriakanmu” Ucap Yuto sembari menutup telinganya, yang tak lama peri tersebut jatuh Pingsan
“ Malah pingsan” Ucap Yuto yang tampak kebingungan,namun ia menyadari peri tersebut bukanlah orang jahat
Beberapa waktu kemudian
“Aaaa” Teriak peri itu saat membuka matanya
“Sepertinya aku cuman mimpi” Ucap peri yang mengangga kejadian tadi adalah sebuah mimpi, karana ia merasakan sekujur badanya tampak baik-baik saja
“Heiii bisakah kau tidak berteriak” Ucap Yuto, yang membuat Peri itu kemudian menoleh ke’arah suara itu berasal, dan saat itu juga ia sadar bahwa ia tidak sedang bermimpi
“Pergi kau apa, yang kau lakukan di hutan ini” Ucap Peri dengan Tubuh yang bergetar
__ADS_1
Yuto pun menghampiri itu “tenang aku bukanlah orang jahat”
“aku tak percaya” Ucap peri itu
Yuto kemudian mencoba meyakinkan peri tersebut “Jika aku benar orang jahat, kau pasti sudah kubunuh sedari tadi, atau mengikatmu dan menjualmu sebagai budak”
Peri itu kemudian menyadari yang Yuto katakana adalah benar “Maafkan aku”
“Lupakan, anggap saja angin lalu” Ucap Yuto sembari tersenyum
Yuto yang menatap peri itu kini penasaran dengan siap sosok di depannya saat ini, bagaimana tidak, Wanita di depannya tersebut tampak seperti seorang elf, namun anehnya tubuhnya di tumbuhi dedaunan yang sangat lebat bagaikan sebuah gaun
“Siapa kau sebenarnya? mengapa wujudmu seperti Elf, tapi berbeda dengan elf pada umumnya”
“Aku seorang peri, penjaga Hutan ini” Jelas peri itu yang kemudian berdiri
Peri merupakan perwujudan sebuah roh yang dimana roh-roh tersebut terkontaminasi oleh mana, maka tak heran peri tersebut mewakili sebuah elemen yang berada di dunia ini, sebenarnya ukuran peri hanya seukuran telapak tangan orang dewasa.
Namun untuk peri yang kelas tinggi, memiliki ukran yang sama dengan elf, atau ras lainnya, hal ini disebabkan jumlah mana yang terkontaminasi melebihi peri pada umumnya.
Tak hanya itu, mereka yang berwujud layaknya ras lain, memiliki sebuah jiwa dan apabila jiwa tersebut menghilang maka merekapun akan ikut menghilang, namun mereka tidak sepenuhnya Hilang, mereka juga akan terlahir kembali.
Namun meskipun begit mereka juga akan merasakan rasa sakit apa bila terkena sebuah serang, namun rasa sakit yang mereka rasakan dua kali lipat di banding rasa sakit yang di rasakan ras lainnya.
Kembali ke cerita utama.
“Apa yang kau lakukan disini” tanya peri itu kepada yuto
Sambil dirinya yang kini mulai berdiri memperhatikan bangunan yang berada di depannya Yuto menjawab “saya hanya kebetulan lewat”
“Baiklah, aku minta maaf, karena sebelumnya menyerang mu” Ucap peri itu yang kini mulai bangkit berdiri menghampiri Yuto
“Yaa, tidak usah di pikirkan”
“Sepertinya tempat ini telah lama di tidak berpenghuni!” Ucap Yuto
“Yaa, seribu tahun yang lalu ini merupakan sebuah desa” jelas peri itu
“Seribu tahun yaa, tapi kondisi bangunan tampak seperti bangunan yang terbengkalai berpuluh-puluh tahun lamanya” jelas Yuto yang melihat kondisi bangunan saat ini
“Tentu saja aku yang menjaganya agar tetap seperti ini” Jelas Peri itu dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
“Ohh, iya klau boleh tau namamu siapa?” Ucap Yuto
“Sudah lama aku tak bertemu orang jadi aku tak lupa siapa namaku, jadi panggil saja aku sesukamu” Jelas Peri itu
Yuto yang kemudian memikirkan sebuah nama untuknya “Hime, itu nama yang akan aku panggil”
“Hime yaa, oke sekarang namaku Hime, Klau boleh tau namamu siapa?” Tanya peri itu yang penasaran
“Kasuragi Yuto, panggil saja Yuto” balas Yuto
“Kasuragi, sepertinya aku pernah bertemu dengan pemilik nama itu seribu tahun yang lalu” Jelas Hime yang kemudian berpikir keras mengingat sosok orang yang memiliki marga Kasuragi.
Yuto yang mendengar itu tampak terkejut, ia kini mulai menyadari peri tersebut telah bertemu dengan Clandnya pada masa lalu
Tak hanya itu, ia juga penasaran dengan seseorang yang sebelumnya bertemu dengan peri tersebut, seseorang yang memiliki marga sma dengan dirinya.
“Yaa, aku ingat, kalua tidak salah Namanya kenji, Kasuragi Kenji” Ucap peri itu
“Kasuragi kenji, sepertinya kau pernah mendengar nama itu” Gumam Yuto dalam Hati
Kemudian peri tersebut mengingat sesuatu “Yuto, kemari ikut aku, ada yang ingin kutunjukan kepadamu”
Kemana kau akan membawaku” tanya yuto sembari mengikuti Peri itu, tak lama berselang ia kemudian melihat sesuatu yang menarik perhatiannya
“Tunggu” Ucap Yuto yang menghentikan Langkahnya
“Ada apa?” tanya Peri itu, yang saat itu juga melihat yuto menghampiri sebuah bongkahan batu yang terdapat sebuah ukiran
“Sepertinya Ukiran ini tampak tak asing denganku” Ucap Yuto yang saat itu memperhatikan sebuah ukiran yang berbentuk Naga.
“Hime apakah kau mengetahui sesuatu mengenai desa ini?” tanya Yuto
“Yaa, aku mengetahuinya” balas Peri itu
“Hime bisakah kau memberi tahukan mengenai desa Ini?” Ucap Yuto, yang saat itu mengingat Ukuran tersebut merupakan, ukiran atau gambar dari simbol Clan Ozawa
“ Desa ini pertama di tinggali oleh sebuah Cland, namun karna karena kesalahan yang mereka buat, membuat desa tersebut hancur”
“Tak hanya itu, desa itu juga akhirnya di kutuk” Jelas Hime kepada Yuto, yang saat itu membuat Yuto sangat terkejut.
Bersambung……
__ADS_1
..."By Alzan"...