
Kini Yuto telah mulai latihan pertamanya dimana dia di bimbing oleh tetua Klan Osawa.
Yuto terus melancarkan serangannya kepada tetua Klan namun serangannya sama sekali tidak mengenai tetua klan yang saat ini membelakanginya
“Luar biasa” Ucap Yuto yang sangat kagum
“Seperti itulah cara kerja Ki, sekarang coba aliri manamu disekujur tubuhmu, dan rasakan perubahannya”
“Baik” Ucap Yuto dan segera melakukan apa yang di perintah oleh Kitetsu
“Bagaimana menurutmu?” tanya Kitetsu
“Luar biasa aku dapat merasakan manaku dan mengontorl jauh lebih mudah, dan rasanya penggunaan manaku jauh lebih sedikit, namun jauh lebih padat” Ucap Yuto, yang tampak kagum ia tak menyanga kemampuan Ki akan membuatnya seperti ini
“Baiklah lakukan hal itu terus menerus Selama sebulan ini”
Sebulan kemudian
“syhuuu, syhiuu, Syhiuu”
“Percuma itu tidak akan mengenaiku” Ucap seorang Pria yang menghindari hujan anak panah yang mengarah kepadanya dengan mata yang di tutup oleh kain hitam yang terikat di wajahnya
"Sudah cukup" Ucap Kitetsu yang memberi perintah bawahannya untuk mengentikan tembakan mereka
“Sepertinya kau sudah menguasai dasar - dasar penggunaa Ki” Ucap Kitetsu
“Sepertinya begitu, tapi ini masih belum seberapa Jika di bandingkan dirimu” Ucap Pria tersebut sambil melepaskan kain yang menutupi matanya, Yang tak lain adalah Yuto
Sudah setahun sejak pertama kali dia menginjakan kakinya di benua barat, dan sudah sebulan dia berada di kediaman klan Osawa.
“Bagaiman jika kau latih tanding denganku, biar kulihat perkembanganmu” Ucap Kitetsu
“Baiklah, apakah kita akan akan lakukan disini”
“Tentu saja tidak, apakah kau berniat ingin menghancurkan tempat ini”
“Tentu saja tidak”
“Klau begit ikut aku, ada sebuah arena bertarung disini, arena tersebut sangat kuat, arena itu terbuat dari material Khusus, dan sering dijadikan sebagai tempat pertarungan oleh Klan kami”
Mereka pun bergegas ke arena pertarungan yang terletak di tengah pemukiman klan osawa yang saat itu, dan di arena itu tengah ada pertarungan yang sedang berlangsung.
Terlihat dua orang yang sedang bertarung mengenakan pakian layaknya samurai, yang dimana lelaki satunya mengenakan sebuah tombak, dan yang satunya lagi mengunakan sebuah pedang.
“Sepertinya pertarungan tidak lama lagi akan selesai” Ucap Yuto
__ADS_1
“menurutmu siapa yang akan menang?” Tanya Kitetsu
“Sepertinya pengguna tombak yang akan menang, meskipun terlihat pengguna pedang terlihat lebih unggul dimana dia berhasil mempersepit jarak”
“Kenapa kau bisa yakin?”
“Dari napasnya, meskipun mereka terlihat kelelahan namun nafas yang menggunkan tombak masih ter control dengan sangat baik, berbeda dengan yang mengenakan pedang, yang menyebapkannya tak dapat berpikir dengan tanang” jelas Yuto
“Analisamu sangat bagus juga”
Tak lama setelah itu, pengguna pedang yang terus melakukan serangan yang bertububi kepada pengguna Tombak akhirnya, mulai Goyah, dimana keseimbangnnya mulai tidak stabil, bahkan serangnnya pun mulai tak beraturan.
Pengguna Tombak memanfaatkan hal itu dan, tak perluh waktu lama, dia berhasil menghepasakan pedang musushnya ke atas menggunakan tombaknya
“Aku kalah” Ucap pria yang menggunakan pedang, yang saat itu di barengi oleh sorakan Penonton yang berada, dan menutupi pertarungan mereka, dimana pengguna Tombak sebagai pemenangnya
Dan tak lama setelah itu Kitetsu naik ke atas arena memberikan selamat kepada pemenangnya bersama dengan Yuto
“Pertarungan yang hebat, selamat atas kemenanganmu” Ucap Kitetsu
“Salam tetua, Terima kaish atas ucapnnya” Jawab Pria yangt menggunakan Tombak sambil memberi hormat
“sebaiknya kalian berdua segera turun dari arena, kini giliranku akan bertarung” Ucap Kitetsu
“Heii lihat itu, bukankah itu tetua”
“Yaa kau benar itu benar dia, aku tak menyangka tetua akan bertarung”
“Lihat pria itu, bukankah itu yang Tinggal di kediaman tetua”
“Yaa itu benar, Dia terlihat sangat muda”
“Coba kalian perhatikan, ciri anak itu”
“apakah ada sesuatu?”
“Ciri – cirinya seperti anak muda yang setahun lalu berhasil menaklukan Deangon kelas SS setahun yang lalu”
“Yaa, sepertinya dia, Semua ciri – cirinya sama persis, mengenakan pakian yang serba hitam dan Sarung pedangnya berwana hitam”
“Namun, Bisa saja Ciri – cirinya saja yang mirip, karena bukan hanya dia yang memiliki Pakian sperti itu”
“Entalah, tapi jika itu benar dia, maka pertarungan ini akan menjadi seru”
“pertarungan antara Koroi Kensi, melawan tetua klan, yang menurut cerita kekuatan tetua klan setara dengan tetua kekaisaran”
__ADS_1
“Sepertinya kau sangat terkenal” ucap Kitetsu yang mendengar percakapan penonton sekitar
“Sepertinya begitu” Ucap Yuto
“Sebaiknya kita mulai” Jelas Kitetsu
Kini yuto dan Kitetsu telah berada di atas arena yang berbentuk persegi yang di saat itu di kerumuni oleh penonton yang sangat banyak, jarak di antara mereka berdua berkisaran 50 kaki saja.
Dimana keduanya saat ini telah mengeluarkan pedangnya, dimana pedang yang membara, namun berbeda dari sebelumnya, dimana nyala api yang mengelilingi pedangnya terlihat lebih kecil dan kobaran apinya lebih tenang
Meskipun begitu tingkat kepadatan nyala apinya lebih padat, bahkan bisa di katakan lebih kuat dari sebelumnya dan lebih panas, akibat kebangkitan Ki Yuto yang membuatnya dapat dengan mudah mengontrol mananya
Disisi lain Kitetsu telah melapisi pedangnya dengan sihir, yang menjadikan pedang tersebut berwarna hitam pekat.
Bisa di katakan eleman Kitetsu adalah bumi, semakin baik seseorang dalam mengendalikan mananya, atau semakin mahir dia menggunakan sihir.
Dapat membuat elemen yang dia gunakan semakin kuat, dimana elemen air dapat berubah menjadi es atau sebuah Kristal
eleman angin yang dapat membuat kecepatan berputarnya semakin kuat, bahkan dapat menimbulkan sebuah tornado yang dapat menghancurkan sebuah desa
eleman Bumi yang dapat membuat membuat suatu benda menjadi sangat padat dan keras bahkan bisa sekaras titanium atau berlian namun tentu saja kemampuan orang tersebut harus sangat tinggi, contohnya Kitetsu yang saat ini membuat pedangnya sekeras Titanium bahkan warna pedangnya pun berubah layaknya titanium
dan yang terakhir adalah elemen Api, yang membuat semakin kuat penggunanya semakin panas juga, bahkan suhunya dapat mencapai panas sebuah magma, namun berbeda dengan api finix yang panasnya setara dengan matahari, dan saat ini Yuto belum sepenuhnya membangkitkan kemampuan api Finixnya, yang pernah terbangun secara tidak sengaja saat di hutan kabut.
“Apakah kau sudah siap?” ucap Kitetsu
“Yaa aku sudah siap”
“Baiklah kita akan mulai ketika Koin ini mencapai lantai” Ucap Kitetsu yang saat itu melemparnya ke udara
Dan disaat Koin itu mencapai lantai, mereka berdua berlari kedepan dengan cepat dan
“Tiingg” Suara pedang mereka yang saling bertemu satu sama lain
Bahkan arena yang yang terbuat dari bahan yang keras, mengalapi retakan yang sangat hebat, menggambar kedua kekuatan yang sangat besar sedang bertemu
Dan saat itu penonton yang berada disitu sangat terkagum dan mereka pun menutupi sebagian mata mereka dengan tanganya akibat, hembusan angin yang tercipta dari keduanya saat pedang mereka bertemu..
Bersambung
Jangan Lupa Komen Like dan Vote
Semoga terhibur dengan karya saya yang bnyak kekurangan
...-By Alzan-...
__ADS_1