Place Of Death

Place Of Death
Penyergapan


__ADS_3

Di chapter sebelumnya Yuto dan Bersama baron membahas mengenai kejadian yang batu saja menimpah desa tersebut.


“Tunggu tuan, biar aku ingat terlebih dahulu” ucap sang Baron, yang saat itu teringat, ada seorang Count yang pernah bermasalah dengannya


“dua tahun yang lalu aku pernah bermasalah dengan seorang Count” Jelas sang baron.


“Bisakah kau jelaskan secara rinci” Ucap yuto yang ingin mengetahui kejadian itu lebih lanjut.


“Baik tuan beberapa tahun yang lalu saat aku masih menjadi seorang Komando kesatria yang memimpin Seribu pasukan, Dibawah kepemimpinan Count Alex, saat itu kami akan berperang menghadapi sebuah Kelompok bandit Gunung, dengan Jumlah pasukan meraka sekitar 800 Pasukan” Jelas Sang baron.


“Bandit Gunung! Ini pertama Kalinya aku mendengar bandit tersebut, terlebih lagi Ia memiliki sebuah pasukan yang sangat banyak, untuk ukuran bandit seperti mereka” Ucap yuto.


“Yaa tuan benar, mereka adalah bandit yang sangat kejam tak hanya itu, mereka juga memilik kekuatan yang tak main-main, namun saat kami akan melakukan penyerangan, kami mendengar kabari dari mata-mata yang kami Utus untuk mengawasi Pergerakan Bandit Gunung tersebut, meraka membagi Menjadi Dua kelompok yang dimana, 100 pasukan bandit gunung akan menyerang desa ini, sedangkan sisanya akan menyerang sebuah pertambangan, yang merupakan sumber penghasilan Count itu”


“saat itu aku meminta beberapa pasukan untuk ikut denganku menuju, ke desa ini, namun Tuan Count sama sekali tak mengizinkan, ia ingin memusatkan pasukan untuk melindungi tambang itu, kerena ia takut tambang tersebut akan hancur, mengingat kekuatan bandit gunung sangat Kuat, aku yang saat itu tak terima hal itupun cekcok, dengan count itu, alhasil aku yang sama sekali bukan Bangsawan Tak bisa berbuat apa-apa” jelas baron itu


“Apakah tuan baron tak melaporkannya kepada Raja?” Tanya Yuto


“Tentu saja tuan, aku melaporkan kepada raja, dengan mengirim surat, namun karena waktu yang mepet Akhirnya aku pun, memutuskan untuk bergerak sendiri, di temani oleh 10 pasukanku, yang merupakan penduduk desa ini”


“Dengan Modal nekat aku pun melindungi des aini dengan 10 pasukan yang ikut bersamaku, dan berhadapan dengan bandit gunung itu, alah hasil 10 pasukan yang aku bawah Gugur dan meninggalkan aku sendiri”


“Namun hal itu sama sekali membuatku Goyah, aku dengan berani, melawan bandit-bandit itu, dan berhasil mengulur waktu, sehingga pasukan kerajaan yang di pimpin oleh raja tiba di desa ini”


“Saat raja tiba, aku pun jatuh pingsan, dan saat aku tersadar, aku menyadari bahwa raja telah berhasil mengalahkan sisi bandit yang saat itu masih Hidup, atas itulah aku terangkat menjadi seorang baron, dan raja memberikan aku wilayah ini, sebagai wilayah yang aku pimpin, dan memberikan 2000 pasukan di bawah komando ku” Jelas Sang baron


“Jika aku mendengar ceritamu, kita tak bisa menyimpulkan Count alex pelakunya, Namun tak ada salahnya, Jika kita menaruh Curiga kepadanya, Mengingat sorang, bangsawan sangat bangga terhadap dirinya sendiri, dan tak akan merima jika seseorang tak mendengarkannya, terlebih lagi jika orang itu memiliki status yang lebih rendah dari dirinya” Jelas Yuto

__ADS_1


“Aku Mengerti Tuan” Balas Baron sambil mengangguk.


“Baiklah, jika seperti itu, kirim kembali surat kepada Raja, dan alangkah baiknya jika surat itu di kirim melalui Prajurit, dari pada harus melalui Burung, agar memudahkan ku, mengawasi surat itu”


“Dan Jika kesimpulanku benar, maka orang yang menyabotase surat itu, akan keluar, dan saat itu tiba aku akan menangkapnya” Jelas Yuto


“Baiklah, besok aku akan kerjakan apa yang tuan perintahkan” Ucap Baron


“Baiklah, jika seperti itu aku akan kembali ke penginapan untuk beristirahat, jika ada sesuatu bangunkan saja aku” Ucap Davin yang saat itu berdiri dan akan meninggalkan Ruangan Tersebut.


“Tunggu Tuan, sebaiknya tuan bermalam disini saja, aku telah memerintahkan pelayanku untuk menyiapkan kamar tuan, agar tuan bisa beristirahat” Jelas Baron Itu


“Tidak apa-apa sebaiknya aku kembali saja Ke Penginapan” Jelas Yuto yang menolak untuk menginap di kediaman Baron.


“Tapi Tuan, bukankah lebih muda buatku, untuk menemui tuan jika terjadi sesuatu” Jelas baron


“Sepertinya tuan benar, baiklah aku akan menginap disini malam ini, dan besok saja aku kembali ke penginapan itu” Jelas Yuto, yang menerima tawaran baron tersebut.


Yuto yang saat itu, bersiap – siap mengikuti pasukan yang akan membawa surat kepada Raja Grimori.


Ia dengan Cepat mengikuti Prajurit tersebut dari jarak yang Lumayan Jauh, tak hanya itu Ia juga menyembunyikan Auranya, agar tak terdeteksi, oleh seseorang yang akan menyabotase pengiriman surat itu.


Dan benar saja, saat posisi prajurit itu telah jauh Dari desa, seseorang dengan Jubah Hitam yang menutupi wajahnya dengan, Topi Jubah tersebut, keluar dari balik semak-semak, dan dengan cepat ia menyergap prajurit itu menggunakan, sebuah Bilah tajam.


Namun dari arah kejauhan Yuto dengan Cepat melesatkan tembakan anak panah Tepat mengenai senjata itu, yang membuat senjata orang tersebut terlempar.


Tak hanya itu, prajurit yang saat itu, mengendarai kudanya terkejut, akibatnya ia terjatuh dari Kudanya.

__ADS_1


“Sial, sepertinya ini Jebakan” Ucap Pria itu, dan saat itu berbalik ke arah tembakan itu berada, Namun ia terkejut saat itu hanya kilatan cahaya saja, yang bergerak dengan cepat kearahnya.


“Kena kau” Ucap Yuto yang saat itu, telah berada di depan, orang tersebut, yang dengan capat melancarkan sebuah tendangan, tepat kearah perut, Pria berjubah itu yang membuat, Pra itu jatuh pingsang


“Cepat sekali” Ucap Pria itu saat terkena tendangan Yuto, dan perlahan ia jatuh pingsan.


“Tuan, apakah dia masih Hidup” Ucap Prajurit itu yang berdiri kembali, Ia melihat Pria berjubah itu terhempas dan tak sadarkan diri.


“Dia hanya pingsan, ikat Pria itu dan bawa dia ke desa” Ucap Yuto, yang saat itu memberikan Prajurit itu tali yang sudah ia siapkan.


“Tapi tuan, bagaimana dengan Surat ini?” Tanya Pria prajurit itu sembari mengeluarkan surat yang sebelumnya di tulis Oleh baron.


“Tidak Usah antar, pada awalnya surat itu hanyalah umpan, dan juga ketika surat itu sampai kepada raja, bisa saja akan sulit bagi kita untuk mencari tau siapa dalang di balik semua ini, kerena orang tersebut, akan bergerak lebih berhati-hati, jadi hal terpenting saat ini, ialah ikut bawa pria itu, dan kita akan Interogasi dia, agar mendapatkan informasi, siapa dibalik kejadian ini” Perintah Yuto


“Baik tuan, aku akan melaksanakannya” Ucap Prajurit itu yang saat itu mengikat pria tersebut.


“Sial sebaiknya aku harus melaporkan kejadian ini, kepada tuan” Ucap Pria yang berjubah lainnya, yang menyaksikan salah satu anggotanya tertangkap, tapi tiba-tiba Ia terkejut, Yuto saat itu menghilang dari pandangannya.


“Tuan” Ucap Prajurit itu, saat menyadari Yuto tak ada lagi bersamanya.


“Siapa yang menyuruhmu” Ucap Yuto yang saat itu muncul di belakang Pria berjubah itu secara tiba-tiba dan menyodorkan pedangnya ke arah leher Pria Berjubah itu.


“Apa” Ucap pria berjubah itu yang tak menyangka Yuto saat ini berada di belakangnya


“Apa kau pikir aku akan memberikanmu informasi” Ucap Pria berjubah Itu yang saat itu mengambil Batu Iblis dari sakunya, dan bersiap menggunakannya


“Sial” Ucap Yuto yang saat itu dengan cepat menebas Leher pria itu, sebelum berhasil menggunakan Batu iblis itu, yang membuat Pria itu tewas seketika.

__ADS_1


Bersambung....


......By Alzan......


__ADS_2