
Kini sudah waktunya Yuto meninggalkan kediaman Osawa
“Sepertinya baju ini tampak sangat cocok untukmu” Ucap Kitetsu
“Benarkah, aku tak menyakangka pakian yang kugunakan hancur berkeping akibat pertarungan yang kemarin” Ucap Yuto, yang mengenakan sebuah jeket berwarna dasar hitam yang sangat pekat dengan garis – garis putih di setiap ujung kainnya yang panjangnya sampai lututnya, yang tak terkancing yang membuat Kaos hitam yang ia gunakan terlihat dengan sangat jelas
Dan cenala yang menutupi lututnya, dan sepasang sepatu tinggi yang berwarna hitam polos.
“Aku akan pergi menemuai Violet terlebih dahulu, aku ingin berpamitan kepadanya” ucap Yuto
“Aku akan menunggu di pintu depan”
“Apakah kau akan segara pergi” Tanya violet kepada Yuto Yang saat itu menemuinya di tempat latihannya biasa
“Yaa aku akan pergi”
“Sepertinya begitu, maaf aku belum bisa berpergian denganmu, saat ini aku masih sangat lemah”
“Tidak kenapa, dan sebaiknya kau tetep berada disini dan berlatihlah sampai kau menjadi kuat” jelas Yuto yang saat itu mengusap rambut Violet
“Ketika tujuanku telah selesai, aku akan kembali menemuimu, dan saat itu tiba, kita akan merebut kembali kerajaanmu”
“maka janjilah jangan sampai mati di perjalanan"
"Baiklah aku janji" ucap Yuto yang saat itu berhasil membuat Violet merasa baikan
Dan sesudah itu Yutopun berjalan bersama Violet menuju kedepan pintu gerbang, dan terlihat Kitetsu yang tampak sedari tadi menunggunya
“Maaf Kitetsu-san membuatmnu menunggu lama”
“Tidak kenapa, Yuto ada yang ingin kuberikan kepadamu” Ucap Kitetsu yang memberikan Yuto sebuah pedang yang sarung pedangnya berwarna merah dan terdapat gambar naga
“pedang yang bagus apakah kau akan memberikannya kepadaku”
“Yaa, kau mengingatkanku tentang masahi, maka dari itu ambilah pedang ini”
“Baik terima kasih banyak”
“Sebaiknya kau menggunkan pedang itu sampai kau merasa kemampuan sudah cukup kuat untuk dapat menggunkan pedang terkutuk itu”
“Baik Kitetsu-san”
“Meskipun pedang itu tak sehebat pedang terkutuk itu, namun kekuatan pedang ini tak bisa kau anggap enteng, pedang itu pernah digunakan oleh Noki masahi, ia memberikanku saat kami berpisah dalam perjalan, dan pedang itu sangat pantas untukmu”
__ADS_1
“Baik aku akan menggunkannya sebaik mungkin” Ucap Yuto, dengan wajah yang sangat senang, ia sama sekali tidak menyangka salah satu pedang yang pernah di gunakan oleh Noki Masahi kini berada padanya
“Berhati – hatilah dijalan dan jangan lupa sempatkan waktumu untuk latihan” Ucap Kitettsu kepada Yuto yang saat itu perlahan – lahan meninggalkan meraka
“Baik” ucap Yuto
Kini Yuto kembali melanjukan perjalanannya, serselang beberapa hari
“Goa apa itu?” Ucap Yuto yang melihat sebuah Goa yang memancarkan sebuah Aura yang misterius
“Apa yang terjadi?” Ucap Yuto yang merasakan pedang terkutuknya mengalami gerakan, yang bereaksi akibat Aura tersebut
“Sepertinya ada sesuatu didalam Goa itu, yang membuat pedang ini bereaksi” Ucap Yuto dan saat itu dia berjalan menuju ke goa
Semakin dekat dia dengan Goa Tersebut, maka semakin kuat juga reaksi pedangnya, hingga saat dia memasuki goa tersebut.
“Shiuuf” Pedang Yuto yang saat terlepas dari sarungnya
“ada apa ini?” ucap Yuto yang sangat terkejut melihat pedangnya tiba – tiba saja melayang yang tak lama setelah itu pedang tersebut bergerak dengan sendiri.
Yuto yang melihat hal itu bergegas mengejar pedannya, sampai di tempat terdalam Goa tersebut.
Sampai di saat pedang itu berhenti, dan disaat itu Yuto melihat tulang belulang manusia sangat banyak sekali terhampar di tempat itu,
“Aku tak menyangka ada ruangan seluas ini sampai bisa menampung pasukan sebesar ini” Ucap Yuto yang saat itu bergegas mengambil kembali pedangnya yang terbaring
Namun disaat dirinya hampir menggenggam pedang itu, sesuatu terjadi
“Ada apa ini” Ucap Yuto yang terkejut dimana mucul sebuah asap hitam muncul dari tulang belulang, yang saat itu asap hitam tersebut terserap oleh pedangnya,
Entah apa yang sebenarnya terjadi, Yuto hanya terdiam layaknya sebuah patung yang, ia tak membayangkan apa terjadi saat ini, Namun yang membuatnya terdiam bukanlah kejadian tersebut, Namun aura yang di timbulkan oleh asap hitam tersebut.
Tak terasa keringatnya telah mambasahi diriya sendiri, tak hanya itu bahkan nafasnya pun sesak.
Tak lama setelah itu asap tersebut telah terserap sepenuhnya oleh pedang tersebut
“Hufff” Hembusan nafas Yuto yang merasa lega karena aura tersebut telah hilang
“Aura yang sangat mengerikan” Ucap Yuto yang tak menyangaka ada Aura yang sangat mengerikan, bahkan jauh lebih mengerigan dari pada aura yang selama ini dia rasakan.
Ia merasa terentimidasi, seakan – akan di depannya ada sosok yang sangat kuat.
Berselang beberapa waktu kini Yuto telah kembali tersadar, ia memberanikan dirinya mengambil pedang tersebut, perlahan dia kembali melangkahkan kakinya kepedang tersebut.
__ADS_1
“Ahhhhh” Teriak Yuto yang merasakan kesakitan saat menggenggam pedang tersebut, sembari keluarnya asap hitap di tangan kanannya yang saat itu menggenggam pedang tersebut.
Tak hanya itu bahkan matanya yang sebelah kanan berwarna hitam pekat dimana pupil matanya berwarna merah darah.
“Ada apa ini! Apakah Segelnya sudah terlepas sepenuhnya!” Ucap Yuto, sambil berusaha melepaskan pedang tersebut, namun hal itu percuma ia sama sekali tak bisa menggerakan tangan kanannya tersebut, se akan – akan separuh dari tubuhnya telah di ambil alih oleh pedang tersebut
“Baiklah jika seperti itu, kekuatan di lawan dengan kekuatan” Yuto kini mulai mengaliri mananya keseluruh tubuhnya, yang kemudian terjadilah pereturangan antara energy Yuto melawan energy dari pedang tersebut
Beberapa waktu kemudian
“Sial” Ucap Yuto yang tampak kelelahan dimana kejadian itu menguras mananya dan staminya, dan akhirnya dia jatuh pingsang di ikuti dengan hilangnya asap hitam tersebut dari pedang itu
“Dimana Aku” Ucap Yuto yang telah sadarkan diri, dan terbaring di sebuah batu besar yang permukaannya datar
“Kau berada di tempat yang aman” ucap seseorang Pria muda dari ras deamon yang tampak seusia denganya dengan yang mengunakan sebuah jubah berwarna biru kehitaman.
“Siapa kau?” Tanya Yuto
“Aku, Panggil saja Kozuki”
“Aku Yuto, apakah kau yang menyelamatkanku?” Tanya Yuto
“Yaa, aku yang menyelamatkanmu, Aku tak menyangka ada seseorang di dalam goa ini”
“Terima kasih telah menyelamatkanku”
“Silakan minum obat ini terlebih dahulu” Ucap Kozuki sambil memberikan mangkuk yang terbuat dari batok kelapa
“Baik, Apa yang kau lakukan di goa ini?”
“Aku tinggal di Goa ini”
“Benarkah apa hanya kau sendiri saja yang tinggal di Goa ini?”
“Tentu saja tidak, sebaiknya cepat habiskan, aku akan membawamu ke desaku”
“Baiklah”
"Apakah ini pedangmu? Aku memungutnya tadi" ucap Kozuki
"Apakah kau baik - baik saja? " ucap Yuto yang sangat terkejut, bahwa ada seseorang yang memegang pedangnya, namu seperti tidak terjadi apa - apa padanya
Bersambung.....
__ADS_1
...-By Alzan-...