
Di Chapter sebelumnya Yuto Bersama dengan Dwarf memasuki desa tersembunyi, tak hanya itu Yuto juga berbicara empat mata kepada tetua desa, dan hal yang ia ketahui adalah tetua merupakan orang yang menyegel pedang tersebut Bersama dengan Noki Masahi.
Dimana saat ini Yuto berada dalam rumahnya, ia akan tinggal sementara di rumah tersebut selama ia berlatih, entah berapa lama ia akan tetap berada di tempat itu namun, mau tak mau harus menunda perlajanannya terlebih dahulu.
Saat malam tiba dibalik jendala kamar terlihat dengan jelas suasana des aitu, dimana banyak sekali pelita menerangi desa tersebut, tak hanya bahkan di langit-langit atap rumah terlihat jelas kunang-kunag berterbangan menyinari desa tersebut.
“sudah lama aku tak merasakan suasana malam seperti ini” Ucap Yuto yang saat itu mengintip ke arah jendela, dan tak lama setalah itu ia kemudian mulai menutup kembali jemdela kamar, dan bersiap untuk beristurahat.
Dua hari telah berlalu sejak kejadian yang bru saja menimpah Yuto, di pagi yang cerah ini saat Yuto berada di sebuah area yang luas yang tak jauh dari desa, dimana tempat tersebut, di tumbuhi rumput jepang dangan permukaan yang rata layaknya lapangan sepak bola, Yuto Bersama dengan tetua, dan juga pasukan Dwarf yang saat itu memebentuk sebuah lingkaran yang dimana Yuto menjadi pusatnya, seperti saat ia meraka menyegel kekuatan kutukan Yuto dua hari yang lalu.
“Apakah kau sudah siap untuk memulai Latihan pertamamu?” tanya tetua
“Sudah kek, apa yang harus aku lakukan pertama kali?” tanya Yuto yang saat itu sedang duduk bersilah Bersama dengan tetua desa
“tentu saja melepas segelmu terlebih dahulu” ucap tetua desa
“apa! Bagaimana caranya kek aku melepesakannya, apakah harus membunuh monster terlebih dahulu, bukankah disini tidak ada monster?” tanya Yuto kepada tetua.
“kau hanya perlu bermeditasi saja, hinggah kau masuk ke alam bawa sadarmu, dan kau tak perlu kwatir jika segelmu lepas, lihatlah sekelilingmu, mereka akan kembali menyegel kekuatanmu apa bisa kau lepas kendali selama masa latihan” jelas tetua kepada Yuto
“Baiklah lah kek akan aku coba” Jelas Yuto yang saat itu bermeditasi
__ADS_1
“Kosongkan pikiranmu dan jangan memikirkan apapun, ingat meditasi yang kau lakukan kali ini berbeda saat ini kau akan masuk kedalam alam bawa sadarnya, bukan meditasi untuk mengumpulkan energi sihir, jadi jangan pikirkan apapun” Jelas Tetua kepada Yuto.
Yang saat itu semakin lama semakin larut dalam meditasinya, dimana beberapa saat kemudian hal yang pernah ia lihat kini muncul kembali, dimana saat ini ia melihat sebuah kolam air dengan berbagai warna berada di bawah kakinya, dimana saat ini ia melayang di udara.
“sepertinya aku berhasil” Ucap Yuto yang saat itu yakin bahwa saat ini ia berada di alam bawa sadarnya.
Dan di antara air yang berwana warni tersebut, ia melihan sebuah tunggu besar yang dimana tunggu tersebut terdapat 3 buah rantai besar yang mengikatnya.
“Sepertinya itu dia” Ucap Yuto yang saat itu melihat tunggu tersebut, dimana saat ini ia tak melihat sebuah air hitam lagi yang tercampur seperti sebelumnya.
Dengan perlahan Yuto kemudian mendekatinya, dan saat itu juga ia mencoba melepaskan satu buah rantai yang mengikat tunggu itu, dan dengan mudah berhasil melepasnya, dan saat itu juga ia melihat air yang bewarna hitam kembali muncul di seperti waktu pertama kali ia melihatnya.
“Sepertinya ia baru saja melepaskannya” Ucap tetua tersebut sedangkan pasukannya yang berada di tempat itu kemudain bersiap-siap apabila terjadi sesuatu yang buruk.
Dan saat itu yuto di dalam alam bawa sadarnya ia kemudian mulai mencoba keluar dari tempat itu. “apa yang aku lakukan, apakah aku harus menunggu kabit hitam itu muncul lagi” gumam Yuto, namun saat itu juga ia kepikiran sesuatu.
“Sepertinya hanya ada satu cara yang harus aku coba Yaitu bermeditasi, jika jalan masuk kedalam tempat ini adalah bermeditasi dan mengkosongkan pikiran, maka untuk keluar dari tempat ini , aku harus melakukan meditasi namun dengan cara yang berbeda” Ucap Yuto yang saat itu ia kemudaian duduk bersilang, sambil memikirkan jalan untuk keluar dari tempat ini.
Dan benar saja saat ia membuka matanya, ia menyadari bahwa saat ini ia telah kembali di dunia nyata.
“aku berhasil” Gumam Yuto dalam Hatinya
__ADS_1
“sepertinya kau sudah sadar” ucap tetua
“ia tetua ucap Yuto yang saat itu, telah melihat kini waktu telah sore, dimana tidak lama lagi matahari sepenuhnya.
Sedikit penjelasan, meskipun des aini berada dalam hutan kematian dimana, di dalam hutan tersebut cahaya matahari sangat minim untuk masuk akibat pohon besar dan juga dedaunan yang besar, namun di desa ini tampak seperti desa pada umumnya, dan juga pohon yang tumbuh dalam des aini berukuran sama dengan pohon yang berada dalam dunia Luar pada umumnya.
Dan dengan ukuran yang luas, membuat desa tersebut dapat terkena sinar matahari, sehinggah dapat di ketahui kapan waktu pagi dan juga waktu malam dengan sangat jelas.
“maaf tetua sepertinya aku telah membuang banyak waktu kalian semua” Ucap yuto yang saat itu menyadari saat ia meditasi dimana mereka semua tampak terus berjaga, namu ia juga bersukur ia berhasil menyelesaikannya sampai sore hari, jika ia menyelesaikan meditasiny sampai besok ia yakin mereka semua akan tetap berada di tempat.
“apa yang kau bicarkan kau tak kwatir tentang itu, lihatkan mereka semua, bukankah mereka tetap segar” Ucap tetua yang saat itu yuto kemudain menyaksikan pasukan yang berkumpul di tempat tersebut tampak penuh semangat, bahkan mereka semua tersenyum, yuto yang melihat hal itu juga tersenyum balik. Dan salah seorang prajuritpun berkata
“tak perlu ceman nak, lihatlah kami baik-baik saja, jangankan sampai sore, sampai berhari-haripun kami akan tetap bisa bertahan dengan ke adaan baik, ingatlah ini, fokuslah pada latihanmu, kerena kau saat ini memikul takdir dunia” Ucap Pasukan tersebut, yang saat itu tampak mengetahui sesuatu dengan takdir Yuto kedepannya.
“lihatlah bukankah sudah kubilang meraka semua baik-baik saja, jadi apa lagi yang kau kwatirkan fokuslah berlatih kedepannya, dan saat ini kau harus beristirahat terlebih dahulu” Jelas tetua
Yang saat itu yuto kemudian mengangguk, dan tak lama setelah itu beberapa Prajurit kemudian menghampirinya. “hei nak bergabunglah Bersama kami ini malam, kita akan mengadakan makan besar Bersama” Ucap prajurut pria tersebut, dengan nada yang ramah dimana ia dengan santai merangkul bahu Yuto
“baiklah paman” Balas Yuto saat itu yang menerima ajakan pria tersebut, dan sesudah itu mereka kemudian Bersama-sama berjalan menuju desa.
Bersambung
__ADS_1