
Di chapter sebelum Yuto telah berhasil memasuki alam bawa sadarnya dimana di bawah bimbingan tetua Desaa. Dan saat ini dia menerima ajakan Kesatria desa untuk ikut Bersama mereka, dimana saat ini akan di adakan pesta makan malam.
Dimalam hari di bawah api unggun yang besar dimana saat ini penduduk desa Dwarf telah menyiapkan makannan yang sangat besar, tak hanya itu pesta makan besar itu di hadiri oleh seluruh penduduk desa.
Tampak dari kejauhan tetua yang melihat hal itu merasa senang namun di satu sisi ia merasa sedih, entah apa yang ia sedikan, namun begitulah yang terpampang nyata dalam raut wajahnya.
“Aku harap kau bisa memenuhi harapan kami semua nak” Ucap tetua itu.
Di tempat Yuto berada saat ini dia di kelilingi oleh penduduk desa tersebut, “ hei nak mengapa kau diam saja, ayolah santap makanan ini sepuasmu kita akan perpesta, lagian ini adalah pesta penyambutanmu” Jelas salah satu pria yang saat itu yang tampak memegang sebuah gelas besar, dimana gelas tersebut di isi oleh sebuah anggur merah.
“Heii berhenti mengganggu seperti itu, sepertinya kau sudah mabuk” ucap tetua lainnya.
“apa yang kau bicarakan bagaimana bisa aku mabuk hanya karna ini, lagian tidak ada salahnya untuk kita menikmati hidup ini” jelas pria itu
“sudahlah lakukan sesukamu” ucap Pria tersebut.
Yuto yang berada sisitu sama sekali tak merasa keberatan dengan perlakukan mereka, dimana saat ini ia merasa senang dimana untuk kesekian kalinya ia kembali merasakan kehangatan seperti ini.
Pesta tersebut terjadi sepanjang malam, dimana saat memasuki tengah malam terlihat banyak sekali pria yang tertidur di tempat mereka minim, meskipun beberapa lainnya masih tetap sadar.
Yuto yang menyaksikannya tampak tersenyum hingga sebuah suara pria memanggilnya. “heii nak ke marilah, bergabung Bersama kami” yang saat itu juga Yuto menoleh ke sumber suara.
__ADS_1
Di mana saat itu ia melihat 3 orang pria yang tampak berusia 40 tahunan ke atas, sedang duduk santai sembari menikmati minuman yang masih tersisa di tempat tersebut, terlihat ke tiga pria itu, sama sekali tetap terjaga dimana saat ini meraka tetap sadar sepenuhnya.
“Baik paman” Ucap Yuto yang saat itu beranjak, dan bergabung Bersama mereka bertiga, dan saat ia duduk Bersama tiga pria tersebut, sebuah daging bakar yang sudah di Kelola kini tersedia di meja tersebut, dimana di antar oleh seorang ibu-ibu yang masih berada di tempat tersebut.
“Sepertinya banyak hal yang telah kau lalui selama ini” Ucap Pria tersebut yang tak lain adalah Hob.
“Seperti itulah paman, aku tak menyangka sampai sekarang aku masih bisa bertahan, di tengah-tengah masalah yang tak ada putusnya datang kepadaku, tapi mau bagaiman lagi, begini lah hidup, dan terlebih lagi aku juga seorang petualang, jadi hal yang seperti pasti akan selalu datang kepadaku” Jelas Yuto
“yaa kau benar, tapi aku tak menyangka di usiamu yang terbilang masih muda, sudah, melalui semua ini, terlebih lagi kau pasti telah bertemu dengan jendral iblis” Jelas Paman itu, yang saat itu membuat Yuto sedikit terkejut.
“Dari mana paman mengetahuinya, aku kira informasi yang berada di luar tidak aku bisa masuk ke dalam des aini tersembunyi, kecuali ada seseorang yang pernah keluar dari desa ini, dan mendapatkan informasi tersebut” jelas Yuto
“Benarkah paman sepertinya paman mengetahui sesuatu tentang pedang ini” Ucap Yuto yang saat itu mengeluarkan pedang tersebut.
“kami sama sekali tak mengetahui sesuatu terkait pedang tersebut, namun satu hal yang pasti sejak kami masih kecil kami sering di ceritakan tentang seseorang yang akan datang di des aini, membawa yang dimana pria tersebut akan memiliki harapan dunia ini, hal itu kami di ceritakan dari generasi ke generasi, terlebih lagi tetua desa telah lama Hidup” jelas paman Hob
“sebaiknya kau harus berlatih bersungguh-sungguh, saat ini kau memikul harapan dunia ini, itulah takdirmu” Jelas Pria lainnya
“Aku tak tau takdir apa yang akan aku jalani, namun semua orang yang aku temui selalu berkata seperti itu, terlebih lagi semua kejadian baik masa lalu dan masa sekarang semuanya se akan-akan terhubung denganku, namun jika benar aku di takdirkan untuk memikul harapan semua orang kau pasti akan melakukan yang terbaik, seusai dengan kemampuanku” Jelas Yuto dengan Panjang lebar.
“hahaha, bagus nak, kau memang harus bersiap dalam menjalani takdir yang akan kau dapatkan kedepannya” Ucap Hob yang saat itu mereka semua kembali minum anggur Bersama dengan Yuto, namun Yuto sama sekali tak suka minum anggur ia hanya air putih yang kebetulan di sediakan saat pesta.
__ADS_1
Dan berselang beberapa waktu kemudian Yuto memutuskan untuk kembali beristirahat di rumah tetua, dimana tak lupa pula ia berpamitan kepada meraka terlebih dahulu, yang saat itu masih memutuskan untuk berada di tempat itu.
Setibanya di rumah tetua, Yuto meyaksikan saat itu tetua sedang membaca sebuah buku, tetua yang melihat Yuto datang kemudian menyapanya. “sepertinya kau terlihat sangat senang” Ucap tetua sembari tersenyum.
Yuto kemudian membalas. “ yaa kek, untuk kesekian kalinya aku merasakan kehangatan yang sudah lama aku tak merasakannya” sembari tersenyum
“Syukurlah kau jika merasa senang, sebaiknya kau beristirahat, karena besok kau akan kembali berlatih, dan besok adalah latihan yang mungkin akan menguras tenagamu” jelas Tetua
“baik kek” balas Yuto, ia sebenarnya ingin menanyakan sesuatu kepada tetua namun saat ini ia mengurungkannya, kerena saat ini malam sudah larut.
Sesampainya di kamar Yuto kemudian berbaring sembari memikirkan sesuatu.
“sepertinya apa yang meraka katakana kepadaku semuanya benar, karena selama ini aku selalu terlibat oleh kejadian-kejadian yang di luar nalar, baik itu bertemu jendral iblis, bahkan aku juga memiliki pedang terkutuk, terlebih lagi saat ini kau juga memiliki energi kutukan yang berada dalam tubuhku” jelas yuto yang saat itu kembali melanjutkan.
“aku penasaran apa yang sebenarnya berada di tempat itu, dan mengapa aku harus menjadi kuat terlebih dahulu, Hitori dan Raizo apa yang sebenarnya kalian alami selama melakukan petualang, apakah kalian juga mengalami apa yang aku alami saat ini juga, ataukah kalian mengalami jauh lebih buruk dari apa yang aku alami” Gumam Yuto dalam Hatinya yang saat itu perlahan-lahan menutup matanya dan tak lama ia kemudian tertidur di tengah- tengah lamunannya.
“Sebaiknya kau juga harus beristirahat, kerena besok latihan yang sebenarnya akan di lakukan mulai besok” Jelas Tetua yang saat itu menutup buku yang sebelumnya ia baca.
Bersambung
..."Alzan"...
__ADS_1