
Di chapter sebelumnya Yuto Menemukan sebuah Prasasti, Prasasti berisi tentang kejadian seribu tahun yang lalu, dimana ia mengetahui Bahwa masa seribu tahun Hidup sebuah sebuah monster, yang menjadi Tiga penguasa, Langit, Lautan dan darat.
*****
“Tiga Jenderal apa maksudmu, bukankan mereka ada bertujuh” Tanya Yuto yang terkejut mendengar apa yang bru saja peri itu ungkapkan
“Yaa, memang mereka bertujuh, tapi yang berhasil di segel hanya ada tiga saja” Jelas Peri itu
“Apa, yang terjadi dengan empat Jenderal lainya?” tanya Yuto
“Aku tidak tau pasti, apa yang terjadi dan di dimana mereka, hal aku yang ku ketahui saat perang itu ke empat jendral tersebut menghilang Secara misterius” jelas peri itu kepada Yuto
Saat ini Yuto hanya bisa tertegun mendengar hal yang baru saja Ia dengar dari mulut Peri. Ia tak menyangka saat ini semua jendral iblis telah bangkit.
“Terima Kasih atas informasi yang kau berikan” Ucap Yuto yang kemudian berjalan keluar dari tempat tersebut.
“Ia mengatakan kepadaku, kalau kakekku memiliki seorang Adik, yang saat itu pergi berpetualang, namun sejak kepergiannya ia Tidak pernah kembali lagi”
“Jika perkataanku benar, apa yang ada di Ujung tanah ini, mengapa saat ia berhasil mendapatkannya ia tidak kembali lagi” Gumam Yuto dalam Hati
Kini Ia menyadari, seribu tahun yang lalu bisa di katakan orang pada masa itu, hidup di masa yang jauh berbeda dengan masa sekarang.
Cuman satu hal yang pasti, semua kejadian terhubung dengan Clandnya
Beberapa saat Ketika Mereka tengah Asik berbincang, Tiba-tiba saja tanah bergoyang dengan sangat hebat, akibat gempa bongkahan batu yang berada di sekitar reruntuhan, saat itu juga mereka bergegas berlari keluar.
Di tengah pelarian mereka menuju luar, bongkahan terjatuh dari atas tepat berada Di depan Yuto, namun dengan cepat Ia kemudian mencabut pedangnya dan memotong bongkahan itu menjadi abu.
Tak hanya di hanya itu gempa itu juga terasa di berbagai tempat, di sebuah desa terlihat penduduk desa itu berlarian, bahkan beberapa Rumah terlihat Roboh, menimpah seseorang yang tak sempat menyelamatkan diri.
Seorang anak terjatuh di tengah riuhnya orang berlarian, tak ada yang menolong anak tersebut, tangisan dan jeritan terdengar di mana-mana.
“Semuanya lari di di ladang” Teriak seorang pria yang usianya sekitar 30 puluh tahun, beberapa orang sudah berada di ladang, dan yang lainya masih terus berlari.
Ada pula hewan ternak yang tertimpah runtuhan kendang yang mengakibatnya hewan itu mati.
__ADS_1
Tak lama berselang tanah juga mulai retak, bahkan retakan itu membuat sorang gadis muda yang usianya krang lebih 15 tahun terjatuh akibat tersandung retakan itu.
“Booommmm” sebuah suara ledakan yang sangat besar terdengar, suara itu berasal dari sebuah letusan berapi, yang mengeluarkan sebuah larva dan asap yang sangat Tebal.
“Hime, apakah di daerah sini ada sebuah desa” Tanya Yuto yang saat itu telah keluar dari reruntuhan bangunan itu, tak hanya itu juga ia melihat gunung berapi telah mengeluarkan Larva yang sangat banyak.
“ yaa ada desa yang tinggal di area gunung berapi itu” Ucap peri itu kepada Yuto.
“Terima Kasih aku perg dlu” Ucap Yuto yang saat menaiku kudanya, dan memacunya dengan Cepat.
Larva dari gunung berapi tersebut mengalir bagaikan air, larva itu juga membakar Area yang di laluinya dengan sangat Cepat.
Dari kejauhan warga desa yang ada disitu, melihat asap yang sangat Tebal dan sebuah kobaran api yang di hasilkan oleh pepohonan yang telah terbakar oleh larva tersebut.
Warga desa hanya dapat melihat hal itu tampa bisa berbuat apa-apa, seiring berjalannya waktu. Larva itu mulai menghampiri desa di sertai dengan kobaran api.
Namun dari kejauhan terdengar suara hentakan kuda yang sangat cepat, mereka saat itu menyaksikan seorang pemuda mengenakan pakaian Hitam yang sedang Memacu dengan sangat cepat, Pria itu tak lain ialah Yuto.
Yuto yang saat itu, meloncat tinggi dari kudanya “Teknik Ketiga, Hempasan Angin”
Booomm, “sebuah ledakan yang sangat besar terjadi, yang saat itu membentuk sebuah kawah dengan Panjang 50 meter memiliki lebar 5 meter dengan kedalaman mencapai kurang lebih dua meter Tercipta.
Puing-puing tanah yang saat itu berterbangan akibat ledakan tersebut, dengan cepat Yuto kembali menggunakan Tekniknya, yang saat itu juga menghancurkan puing-puing tersebut menjadi sebuah debu.
Larva yang saat itu mengalir menuju desa, kini mengalir di kawah yang bru saja terbentuk. Sehingga kawah itu di penuhi oleh Larva Gunung berapi, seperti sebuah kolam.
“Untung tepat waktu” Ucap Yuto sembari menghela Nafas Panjang.
Penduduk desa yang melihat hal itu terdiam, seakan mereka telah melupakan kejadian apa yang baru saja menimpah mereka.
Di antara kesunyian itu terdengar sebuah suara seorang anak kecil berteriak “Hebaatt” yang saat itu membuat semua orang tersadar dari lamunannya.
Saat itu juga para penduduk mulai membicarakan Yuto dan memujinya, hingga salah satu Pria Paru bayah yang usianya sekitar 50 tahun berjalan menghampiri Yuto.
“Terima kasih Tuan telah menyelamatkan kami” Ucap Pria Tua itu
__ADS_1
“Ini belum selesai, saat ini api masih terus menjalar dan membakar Pepohonan” Ucap Yuto, Yang kemudian Ia berlari dengan cepat menebang beberapa Pohon dengan cepat yang berdekatan dengan api Tersebut, agar api itu tak menjalan.
Seiring berjalannya waktu api pun Mulai mengecil dan tak lama kemudian Hujan Pun Turun yang saat itu memadamkan api tersebut.
Malam Pun Tiba di sertai dengan berhentinya Hujan.
Terlihat beberapa penduduk desa tengah memperbaiki Rumahnya, tak hanya itu beberapa yang lain membangun sebuah Gubuk tampa dinding namun memiliki sebuah atap, tempat tersebut akan di jadikan sebagai tempat mengungsi.
Beberapa penduduk lainya tampak menangis melihat anggota kelurganya yang telah tewas akibat tertimpa bangunan.
Yuto yang masih berada disitu membantu penduduk tersebut. “Sini biar Ku Bantu” Ucap Yuto yang menghampiri seorang nenek Tua yang usianya berkisaran 60 tahun, tengah mengangkat sebuah Kayu yang saat itu menimpah hewan peliharaannya di bantu oleh seorang bocah yang usianya sekitar 13 tahun.
“Hooo, tidak perlu aku bisa kok nak” Ucap nenek itu yang tak mau merepotkan Yuto yang sudah menolong desanya
“Tidak kenap nek, sebaiknya nene istirahat saja” Jawab Yuto yang saat itu mengangkat sebuah Kayu.
“Klau begitu terima kasih banyak” Balas nenek itu yang tak bisa menolak bantuan Yuto
“ohhh iya nek, klau boleh tau kemana keluarga nenek” Tanya Yuto yang heram mengapa anaknya tak membantu nenek tersebut.
“mereka sudah tewas di bunuh oleh oleh bandit saat melindungi desa ini” ucap nenek itu dengan raut wajah sedih
“Maaf nek” ucap Yuto yang merasa bersalah
“Kak bisakah kaka mengajari bertarung” Ucap cucu nenek tersebut
Yuto yang saat itu paham apa alasan bocah itu meminta kepadanya, karena dia pernah mengalami hal tersebut.
“Baiklah aku akan mengajarkanmu tapi dengan catatan kau tak boleh, melukai orang yang tak bersalah, dan tujuanmu hanyalah untuk melindungi dirimu dan orang-orang tersayang” Jelas Yuto.
Anak tersebut tersenyum “ Baik kak, aku janji”
“Oke klau begitu silakan minta izin sama nenekmu jika dia mengizinkannya aku akan melatih mu” Ucap Yuto
Anak tersebut melihat kearah neneknya, dan neneknya mengangguk, yang menandakan dirinya di izinkan untuk berlatih.
__ADS_1
Bersambung…..
..."By Alzan"...