
Yuto yang memutuskan akan melatih anak tersebut selama satu minggu, hal bukan tampa alasan Ia harus bergegas melanjutkan perjalanannya.
Terlebih lagi saat ini Jenderal Iblis telah bangkit sepenuhnya, yang dimana ke adaan dunia cepat atau lambat akan mengalami kekacauan.
Pagi telah tiba Yuto kini bergegas untuk melatih Bocah yang semalam, memintanya di ajarkan bela diri.
"Apakah kau sudah siap?" ucap Yuto yang saat itu bersiap untuk melatih anak itu, di sebuah halaman yang luas yang terdapat di desa itu.
"Sudah kak, apa yang harus aku lakukan terlebih dahulu?" Ucap anak itu
"Sebelum kau memulainya sebaiknya kau memberi tahukan namamu, agar muda bagiku untuk memanggilmu"
"Namaku Miky" ucap Bocah yang bernama Miky
"Ok, Miky kita akan melatih Fisik dan staminamu terlebih dahulu, mungkin hal ini tak berlangsung lama, karna aku melihat kau memiliki Otot yang lumayan untuk ukuran anak seusiamu" ucap Yuto yang melihat bentuk lengan dan otot kaki Miky
Hal ini Miky dapatkan karena selama ini ia membantu neneknya untuk bekerja, tak hanya itu Bahkan ia juga sering memikul Kayu untuk di jadikan kayu bakar, dan padi yang akan siap Di olah menjadi beras.
"Pertama kau harus berlari sebanyak 20 kali putaran mengelilingi halaman ini" Pinta Yuto
"Baik kak" Ucap anak yang bernama Miky, yang melakukan hal tersebut tampah mengeluh.
Yuto yang melihat anak itu tampak bersemangat, bahkan pada saat putaran yang ke 15 ia melihat kecepatan anak itu tetap stabil.
"Sesuai dugaanku anak itu memiliki stamina yang lumayan untuk anak seumurannya" Ucap Yuto dalam hatinya, yang saat itu mengingatkan pada dirinya saat berlatih sendri sesudah kejadian yang mengerikan menimpah desanya.
"Aku harus bisa bertahan demi melindungi nene dan orang-orang desaku" Ucap Miky dalam hatinya sambil berlari.
ketika 20 putaran telah selesai, miky melihat ke arah Yuto, namun saat itu tampak beberapa pemuda dan beberapa anak yang seusianya menghampiri Yuto
"Baik-baik aku akan melatih kalian semua, tapi aku hanya melatih kalian hanya dalam Waktu seminggu, karena aku akan melanjutkan perjalananku, jadi aku harapkan perhatikan apa yang aku ajarkan" jelas Yuto kepada mereka semua yang saat itu menghampirinya untuk belajar bela diri.
Yuto kemudian menyuruh merekah semua lari mengelilingi halaman ini sebanyak 20 Putaran, yang saat itu juga mereka melakukan apa yang Yuto perintahkan.
"Kak apakah mereka akan berlatih juga? " tanya Miky yang menghampiri Yuto saat dirinya telah selesai menyelesaikan larinya
__ADS_1
"yaa kau benar, istirahatlah terlebih dahulu, dan apa bila mereka telah selesai lari, sampaikan kepada mereka sebentar Sore latihan akan aku mulai, ada hal yang terlebih dahulu aku lakukan" Ucap Yuto kepada Miky
"baik kak akan aku sampaikan" Ucap Miky
"oke, sampai berjumpa sebentar sore" Ucap Yuto yang kemudian menaiki kudanya dan memacunya dengan Cepat yang menuju di reruntuhan tempat peri itu berada.
"Himee, apakah kau masih disini?" teriak Yuto saat sampai Di reruntuhan itu.
"Yaa, ada apa kau mencari ku" Ucap peri itu yang keluar dari sebuah rumah kosong yang tampak di penuhi oleh banyak Lumut.
Yuto kemudian menghampiri Peri itu "aku ingin meminta tolong kepadamu, ada sebuah Hutan yang tak jauh dari sini, hutan itu telah terbakar, akibat larva yang menjalar, bisakah kau menumbuhkan pohon kembali"
Peri itupun menjawab " Yaa tentu saja"
"Baiklah klau seperti itu ikutlah denganku aku akan mengantarmu ke lokasi itu, sepertinya sihirmu tak bisa menjangkaunya" jelas Yuto kepada peri itu.
"Yaa kau benar, aku sama sekali tak merasakannya kalau ada sebuah pohon yang terbakar" jawab peri itu yang kemudian ia menaiki kuda bersama dengan Yuto
"Pegangan Kita akan berangkat dengan cepat" Ucap Yuto yang kemudian memacu kudanya dengan cepat menuju ke hutan itu.
Sesampai di hutan itu peri tersebut mulai menggunakan Sihirnya, yang saat itu Hutan yang sebelumnya telah habis terbakar, kembali Hijau kembali
"Yaa ada satu lagi, bisakah kau membuatkan 50 pedang kayu, 50 sebuah tombak kayu, dan juga 50 busur panah, beserta seribu anak panah" Pinta Yuto.
"mau kau apakah semua itu?" tanya Peri itu yang saat itu penasaran dengan permintaan Yuto.
"Saat ini aku melatih teknik bertarung kepada beberapa penduduk desa, aku meminta membuatkan senjata kayu, tersebut untuk mereka gunakan latihan"
"Baiklah aku akan mengabulkan apa yang kau" Ucap peri itu, yang kemudian membuat sebuah senjata kayu yang Yuto inginkan dengan Sihirnya
Tak butuh waktu lama senjata kayu tersebut selesai, Yuto segera mengecek senjata tersebut, ia sangat menyukai senjata yang Peri itu Buat.
Meskipun senjata terbuat dari kayu, senjata tersebut sangat kuat dan tak gampang patah, hal ini ia simpulkan dengan mengetes kekerasan senjata kayu itu, dengan cara mengarahkan tebasan di sebuah pohon kayu besar yang berada di depannya.
Meskipun senjata itu tak bisa membuat pohon itu tumbang, namun dapat menimbulkan sebuah jejek di pohon itu, bahkan pedang kayu tersebut sama sekali tak lecet sedikit pun.
__ADS_1
Hal yang membuat Yuto tampak tertarik ialah saat mencoba sebuah Busur panah, yang tali senarnya terbuat dari sebuah akar pohon yang berbetuk layaknya senar panah yang biasa di gunakan oleh seorang prajurit atau petualang.
Saat dirinya mencoba melesatkan sebuah tembakan tepat mengarah di sebuah pohon besar yang jaraknya lumayan jauh, senyum lebar muncul di raut wajahnya, anak panah yang lepaskan menancap dengan baik di Batang pohon besar ia tembak.
"Hime, aku sangat menyukai Busur panah yang kau buat ini, terutamanya anak panahnya, kualitasnya sama dengan kualitas anak panah yang biasa di gunakan untuk perang." Puji Davin kepada Peri itu tampak sangat puas
"Benarkah, tunggu sebentar aku akan membuatkan sebuah Busur panah dan anak panah yang spesial buatmu" Ucap peri itu yang kemudian menggunakan sihirnya
Yuto yang mendengar hal itu tampak senang, tak hanya itu saat pembuatan anak panah dan busur ia merasakan sebuah energi yang tampak sejuk.
Energi itu merupakan mana gumpalan mana yang di hasilnya oleh peri itu, perlahan tapi pasti kini busur dan anak panah telah selesai.
"Ambilah ini, aku mengalirkan banyak mana untuk membuat busur ini, tak hanya itu busur tersebut bisa dengan mudah beresornasi dengan mana penggunanya " Ucap peri itu yang menghela nafas panjang sambil menyerahkan panah tersebut kepada Yuto
Yuto kemudian mengambil panah itu dari tangan peri, tampak busur panah itu yang gagangnya terbuat dari kayu yang di balut oleh akar pohon yang berwarna hijau yang mengikuti bentuk gagang busur itu, senar busur itu tampak berbeda meskipun terbuat dari akar namun akar tersebut tampak berbeda dengan permukaan yang lebih halus bagaikan sebuah Sutra.
Tak butuh waktu lama Yuto kemudian mencoba menembakan sebuah anak panah ke arah pohon besar yang jaraknya lumayan jauh, saat dirinya menarik senar panah tersebut tampak sangat ringan, namun saat ia melepaskan tembakan dengan cepat anak panah itu melesat yang membuat anak panah itu menembus sebuah pohon besar yang menjadi targetnya.
"Hebat, Hime busur ini sangat hebat, terima kasih banyak hime" tegas Yuto yang tampak sangat senang dengan pemberiannya.
"yaa, tapi sebaiknya kau mencoba untuk menembak satu kali dengan mengalirkan manamu di busur tersebut, tampa menggunakan anak panah" jelas peri itu.
Yuto kemudian mengangguk, yang saat itu juga ia mengalirkan mananya dengan perlahan yang membetuk sebuah anak panah yang terbentuk dari elemen petir.
"Petir" ucap yuto yang terkejut
"Yaa, Busur tersebut akan berensornasi dengan elemen terkuat pemiliknya" Jelas peri itu
(Silakan baca bab 14, disitu ada penjelasan mengenai Yuto yang menguasai elemen Petir)
Yuto kemudian melepaskan tembakan ke arah sebuah batu yang ukurannya lumayan besar, anak panah itu melesat dengan sangat cepat bagaikan kedipan Cahaya.
"Booommm" batu itu meledak menjadi Abu dan tak tersisa, di iringi dengan senyum Puas yang terbancar dari wajah yuto.
Bersambung...
__ADS_1
..."By Alzan"...
CATATAN : UNTUK BESOK AKU GAK BAKALAN UPDATE CERITA SOALNYA ADA ACARA KELUARGA TAPI CUMAN 1 HARI SAJA, MOHON MAAF SEBELUMNYA, DAN TERIMA KASIH ATAS PENGERTIANNYA.