Place Of Death

Place Of Death
Serangan Kejutan


__ADS_3

Yuto tampak terkejut karna Kuzuki sama sekali tidak merasakan apapun saat menggenggam pedangnya.


“Apa yang kau maksutmu? Aku baik – baik saja, lagian itukan hanya sebuah pedang” jelas Kozuki


“Nih pedangmu ambillah” Ucap Kozuki sambil menggenggam pedang tersebut


“Baik” Ucap Yuto sambil mengulurkan tanganya untuk mengambil pedangnya


“Ada apa mengapa kau tampak Ragu?” Tanya Kozuki yang melihat experesi Yuto


“Aku tak ragu sama sekali, hanya sedang memikirkan sesuatu” ucap Yuto, dan bergegas mengambil kembali pedangnya, dan tak terjadi apapun


“Sepertinya pedang ini sudah kembali Normal” Ucap Yuto dalam hati


Dan setelah itu Kozuki pun bergegas mengajak Yuto untuk ke pemukiman yang berada dalam Goa tersebut


“Wahh luas Juga ternyata disini” ucap Yuto


“Ini salah satu desa Tersembunyi”


“Desa tersembunyi!”


“Apakah kau belum pernah mendengarnya sama sekali?”


“Pernah namun yang Selama ini kudengar hanya desa dari ras Draf”


“Ohhh”


“Apakah tidak kenapa jika kau membawaku kesana?”


“Sepertinya tidak kenapa, Mungkin ini sudah takdir” jelas Kozuki


“Mengapa kau bisa berkata seperti itu?” tanya Yuto


“Leluhur kami yang mengatakan hal seperti itu”


“Leluhur” Ucap Yuto dalam hati


Tak lama setelah itu Yuto pun mengikuti Kozuki, Ia tak menyangka ada sebuah desa di dalam Goa ini, Di huni Oleh beberapa Ras yang berbeda, Bahkan Tanaman tampak Tumbuh dengan sangat Subur.


“Apakah ini desamu?”


“Yaa ini desaku, Menakjubkan Bukan?”


“Sangat menakjubkan” ucap Yuto dengan experis yang terkagum


“Sepertinya desa ini memiliki matahari sendiri”


Mengapa kau berkata begitu?”

__ADS_1


“Coba kau perhatikan bukankah aneh, Jika kita menengok dari atas hanya terlihat langit – langit yang terbuat dari batu, dan jika hanya mengharapkan pencahayaan dari Kristal yang berada di Goa ini, mengapa tumbuhan bisa tumbuh sesubur ini!” jelas Yuto


“Sepertinya kau benar aku sama sekali tidak kepikiran mengenai hal barusan, memang sangat aneh”


“Sebelum kerumahku sebaiknya kita kepempin desa ini terlebih dahulu, untuk membuat laporan”


“Laporan?”


“Iya laporan, laporan tentangmu, sudah sewajarnya aku harus melaporkanmu ke pemimpin desa kami, Tapi tenang saja kau akan baik – baik saja”


“Baiklah” Ucap Yuto yang saat itu Mengikuti Kozuki kerumah kepala desa, terlihat beberapa kesatria yang menjaga rumah kepala desa tersebut, yang jumlahnya berkisaran 10 orang di antar 4 orang memegang panah yang berada di dua pohon besar yang berada di halaman tersebut, 4 lainnya berada di depan pintu pagar menggunakan tombak dan sebuah prisai. Dan dua lainnya berada di depan pintu masuk rumah menggunakan sebuah pedang


“berhenti” ucap salah satu penjaga pintu pagar


“Ada keperluan apa kalian kemari? dan siapa kamu? aku baru melihatmu disini”


“Tenang saja dia bukan orang jahat kok, aku menemukannya jatuh pingsan di Zona perang yang Dahulu” jelas Kozuki


“Zona perang yang dahulu! Sepertinya penduduk yang berada disini terlibat perang di tempat itu” Ucap Yuto dalam hati


“Sepertinya ini takdir, aku tak menyangka ada orang bisa masuk kedalam goa ini”


“Takdir mengapa mereka mengatakan hal yang sama, sepertinya setiap desa tersembunyi memiliki sebuah miliki misteri sendiri” Ucap Yuto dalam hati


“Silakan masuk” Ucap penjaga tersebut


“Apakah ada kepala desa didalam?” Tanya Kozuki kepada kedua penjaga tersebut


“Yaa seperti yang kalian Lihat”


“silakan masuk” Ucap kedua penjaga tersebut dan membukakan pintu Untuk mereka berdua”


“Hormat kepala desa” Ucap Kozuki memberi hormat


“Salam kepala desa” Ucap yuto


“sepertinya kau membawa seorang tamu?” Tanya kepala desa


“Yaa, aku menemukannya Pinsang di zona perang terdahulu” Jawab Kozuki


“Namuku kazuragi Yuto” Ucap yuto


“Zona perang yaa, sudah lama aku tak mendengarnya terakhir aku mendengar orang luar datang kemari beratus tahun yang lalu”


"Beratus tahun! sepertinya usianya Lebih dari Seratus tahun" Ucap Yuto dalam hati


“heii nak Bagimana bisa kau berada di tempat itu?”


Yuto yang mendengar pertanya seperti itu tampak bingung ia tak tau harus menjawab apa, apakah dia harus jujur, jika dia jujur dia takut mereka akan merasa terancam, karena sebuah pedang yang dapat menghisap sebuah energy dari orang yang sudah mati

__ADS_1


“Sepertinya aku mengenal pedang itu?” Ucap kepala desa sambil menunjuk pedang Yuto yang di berikan Oleh Kitetsu


“Pedang ini, aku di berikan oleh seseorang” jelas Yuto, yang membuat dirinya merasa lega atas pertanyaan itu, sehingga membuatnya tak harus menjawab pertanyaan barusan


“Klan osawa!” ucap ketua desa yang mengetahui symbol klan Osawa


“Anda benar” jawab Yuto


“sudah lama aku tak meliahat symbol klan osawa terakhir kali aku melihatnya saat sepuluh tahun yang lalu”


“Sepertinya seseorang dari klan osawa pernah kemari” Ucap Yuto dalam hati, karna mendengar hal tersebut


“dan untuk pedangmu yang satu, sepertinya aku merasakan sesuatu yang tidak biasa dari pedang itu”


“apa maksutmu?” Tanya Yuto dan menyadari bahwa kepala desa dapat merasakan sesuatu dari pedangnya, namuh hal yang tak terduga terjadi


“Brukkk” Tubuh Yuto terhepas keluar dan menabrak pintu masuk yang membuat pintu itu terbuka


“Apa yang terjadi” Ucap penjaga yang berada diluar yang tampak terkejut


“Sial aku sedikit lengah, Untung saja aku tepat waktu menangkis serangan tersebut, tak kusangka tendangannya sangat kuat” Ucap Yuto dalam hati


“Mengapa kau menyerangku?” Tanya Yuto tampak heran mengapa dia di serang


“Kepala desa mengapa kau menyerangnya?” Tanya Kozuki


“Kau tak perlu tau” jawab kepala desa kepada kitetsu


“Penjaga berikan aku pedangmu, dan sebaiknya kalian semua jangan ada yang ikut campur” Jelas kepala desa dan saat itu juga mengambil pedang penjaga pintu masuk


“Sepertinya aku harus bertarung” Ucap Yuto yang kemudian mancabut pedangnya yang di berikan oleh Kitetsu


Dan setelah itu kepala desa bergerak dengan cepat ke arahnya, Yuto dengan Sigap melakukan sebuah pertahanan, serangan itu menimbulkan sebuah percikan api ketika dirinya menaggkis serangan tebasan pedang tersebut dengan pedangnya


Yuto tak melapisi pedangnya seperti biasanya ia hanya mengunakan sihir non elemen di pedangnya dan tubuhnya, dia bisa saja melakukan hal itu, namun karna dia ingin mengetahui, apa alasan kepala desa menyerangnya.


Dia merasakan tidak ada niat membunuh atau niat permusuhan sama sekali dibalik serangan kepala desa tersebut


“Mengapa kau menyerangku?” Tanya Yuto sambil menangkis tiap serangan kepala desa


“mengapa aku harus memberi tahukanmu? Apakah wajib untuk menjawab pertanyaan dari musuhku” jelas kepala desa, sambil mencarkan tendangannya kebadan Yuto, namun Yuto dapat menghindarinya dengan meloncat kebelakang


“Jangan bercanda aku sama sekali tak merasakan ada aura kebencian darimu” jelas Yuto


“Hooo, sepertinya kau pengguna Ki, Anak muda yang hebat” Puji Kepala desa kepada Yuto


“Baiklah aku akan menjawabmu, namun Jika kau berhasil mengalahkanku” jelas kepala desa kepada Yuto


“Baiklah jika seperti itu sepertinya Tidak cara lain” jelas Yuto

__ADS_1


...Bersambung…………...


...-By Alzan-...


__ADS_2