Place Of Death

Place Of Death
Bangkitnya Sang Dosa Kemalasan


__ADS_3

di chapter sebelumnya, diperlihatkan saat Jenderal iblis telah bangkit, di mana saat itu kitetsu telah berada di tempat itu.


" sungguh Aura yang sangat mengerikan" ucapkan Kitets yang saat itu tepat berada di dekat Jenderal iblis.


Kitetsu yang melihat hal itu, bersiap untuk bertarung melawan Jenderal iblis itu.


" Sepertinya kau berniat ingin melawanku Wahai Manusia"


" Ya tentu saja, Bagaimana mungkin aku membiarkan monster sepertimu bebas berkeliaran" ucap kita tuh yang saat itu telah mencabut pedangnya.


dan Saat itu pula Kitetsu bergerak dengan sangat cepat untuk menebas Jenderal iblis itu.


Jenderal iblis itu pun terkejut, melihat ada sosok manusia yang di mana saat ini berani melawannya.


serangan ke tetsu itu berhasil dihadang oleh Sang Jenderal iblis di mana ia membentuk sebuah aura hitam yang padat seperti sebuah pedang.


Namun hal itu membuat dirinya Terhempas dengan sangat cepat, saat itu juga ia menyadari bahwa ia berhadapan dengan seseorang yang berbahaya.


" sepertinya kamu punya kekuatan yang dapat bersaing dengan kami para Jenderal iblis"


" bergabunglah bersamaku, sosok kuat sepertimu tak pantas berada di sisi manusia" rayu iblis itu.


" jangan bercanda, Bukankah sudah kubilang bahwa aku akan menghentikan mu" jawab kita dengan tegas


di waktu yang bersamaan di tempat lain, Yaiba dan Shin masih terus bertarung, shin terus bergerak maju menyerang.


nama serangan tersebut sama sekali belum berhasil mengenai Yaiba, Tak hanya itu yaibapun melancarkan serangan balik dengan sangat cepat.


serangan demi serangan sering terjadi, kedua pedang mereka saling beradu, masing-masing diantara mereka berdua mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.


di antara pertarungan yang sangat itu, Shin mulai tampak kelelahan, di mana Dirinya yang sedari tadi terus bertarung.


Alhasil pergerakannya kini mulai melambat, Yaiba menyadari kondisi saat ini, memutuskan untuk menyerang namun dengan kekuatan yang lebih besar.


Hal itu membuat Shin mulai terpojok, namun Meskipun begitu tak membuatnya menyerah.


" menyerahlah, saat ini kau telah kelelahan, jika kau ingin hidup bergabunglah denganku? Mari bersama-sama kita menguasai dunia ini, dengan kemampuanmu dan kemampuanku menjadi satu, tidak akan ada yang bisa mengalahkan kita" Rayu Yaiba


" kau jangan bercanda, hal itu tidak akan terjadi, meskipun nyawaku akan melayang, namun saat itu juga aku akan membawamu mati bersamaku"

__ADS_1


" Aku tak ingin, mereka yang tak bersalah menjadi korban"


" kau jangan Naif, Apakah kau pikir dunia saat ini bersih" ucap Yaiba


" kau sendiri mengetahuinya, bawah dunia ini jauh lebih buruk dari apa yang ditampilkan di luar"


" keadilan hanya milik mereka yang kuat, hukum dibentuk bukan untuk melindungi yang lemah, namun hukum di dunia ini dibentuk untuk mereka yang memiliki kekuatan"


" bukankah kau menyadarinya, bawah penjahat sebenarnya adalah mereka yang berkuasa"


" bukankah kau juga menyadarinya, mereka yang berkuasa itu memiliki kekuatan, di mana dengan kekuatan itu mereka dapat menentukan hukum kepada mereka yang lemah"


" bergabunglah bersamaku, kita akan membentuk dunia yang jauh lebih baik, di mana kita berdua akan menjadi Hakim di dunia ini"


" aku tahu yang kau bicarakan itu memang benar, tapi aku percaya suatu saat akan ada, di mana dunia ini dipimpin oleh, mereka yang kuat namun memiliki tujuan untuk melindungi yang lemah"


" ingat, aku telah banyak menyaksikan dunia ini, aku juga telah menyaksikan apa yang kau baru saja bicarakan, namun di suatu tempat, aku juga menyaksikan apa yang aku bicarakan"


" sepertinya percuma mengajakmu, Jika seperti itu maka aku tak punya pilihan lain selain membunuh kawan lamaku" Ucap Yaiba


" Coba saja jika kau bisa, Aku tak akan membiarkan diriku terbunuh, jika kau masih hidup di dunia ini"


serangan dari sisi kiri datang kepadanya, Iya Pun berhasil mengelak, Tak hanya itu ia kembali bergerak maju untuk menusuk dada Yaiba yang saat itu terbuka lebar.


namun hal itu dengan mudah dihindari, di mana saat itu Yaiba meloncat ke atas dan memutar badannya dan melancarkan sebuah tendangan tepat mengenai area belakang kepala.


saat itu juga membuatnya tersungkur, Shin tampak kesakitan, Yaiba kemudian Mengayunkan badannya ke bawah hendak untuk menebas pria di depannya saat ini.


Dengan Sigap Shin memutar badannya dan saat itu berhasil melancarkan sebuah tendangan tepat mengenai perut yaiba.


tendangan tersebut sangat keras, terlihat Yaiba memuntahkan darah.


di sisi lain itu yang saat itu masih bertarung dengan salamander, mencapai titik akhir.


Iya kembali bergerak memutari salamander tersebut dengan sangat cepat.


salamander yang kini mulai kelelahan hanya dapat menyerang secara membabi buta menggunakan apinya.


Yuto dengan mudah menghindari setiap serangan-serangannya, saat itu juga ketika ia menemukan sebuah celah, Iya bergerak maju menuju ke arah bawah tubuh salamander itu.

__ADS_1


kemudian ia menusuk pedangnya di area perut salamander itu, area tersebut merupakan salah satu kelemahan salamander.


di mana area tersebut memiliki lapisan kulit yang lunak, saat itu juga iya membakar salamander tersebut dengan elemen apinya.


di mana ia mengaliri api tersebut di pedangnya, sehingga membuat salamander itu terbakar.


meskipun salamander tersebut pada dasarnya memiliki kekuatan api, Namun bukan berarti dirinya kebal terhadap api.


pertarungan pun dimenangkan oleh Yuto.


" Cukup melelahkan, sepertinya stamina aku mulai habis, apa yang harus aku lakukan saat ini' ucapnya yang tampak bingung keputusan apa yang akan diambil selanjutnya.


Iya ingin membantu salah satu dari mereka, namun ia Teringat Pesan agar dirinya tak ikut campur, yang mengetahui niat baik dibalik perintah itu.


Iya mengetahui bahwa mereka mencegah, pedang terkutuknya terlepas dari segelnya.


 jika hal itu terjadi akan membahayakan mereka semua, ntar lagi saat ini kemampuannya belum bisa mengontrol pedang tersebut.


saat ini iya hanya cukup mempercayai kemampuan kedua orang tersebut.


Namun tiba-tiba saja Iya terkejut di mana mayat salamander itu, mengeluarkan sebuah Aura hitam yang saat itu di bareng dengan hilangnya mayat salamander tersebut bagai Abu tertiup angin.


di tempat lain di mana Jenderal iblis itu berada, tampak dirinya begitu kesal, ia merasakan bahwa salamander yang merupakan tunggangannya, telah berhasil dibunuh.


saat itu juga Iya kembali mengeluarkan aura hitam yang sangat pekat, bahkan Aura tersebut menggetarkan seisi Goa itu.


" Siapa yang berani membunuhnya" cap Jenderal iblis itu dengan nada marah


" sepertinya bocah itu berhasil mengalahkannya" ucap Kitetsu yang mendengar ucapan jenderal iblis itu.


" Hei kau manusia, Apakah kau tahu siapa yang membunuh tungganganku? "


" Meskipun aku tahu tak akan kuberitahukan kepadamu" ucap Yaiba yang kemudian kembali menyerang Jenderal iblis itu.


dan saat itu juga senjata mereka berdua bertemu mengakibatkan, area yang mereka pijak mengalami keretakan, menggambarkan dahsyatnya kekuatan mereka berdua.


Bersambung.....


..."By Alzan"...

__ADS_1


__ADS_2