Place Of Death

Place Of Death
Pasukan kekaisaran


__ADS_3

Roku yang saat ini mengikuti seorang Pria yang Ia temukan, dan di ajarkan bela diri oleh Pria itu


Tampak Hubungan mereka dari waktu ke waktu semakin dekat, Namun Hal berubah ketika 10 Tahun kemudian.


Dimana Aura kebenciannya semakin besar. Sang Guru yang mengetahui hal itu tentu, menesehati Roku.


Namun Roku yang masih menyimpan dendam terhadap kerajaan Bruzka, tak mendengarkan nasehat Gurunya, dan terjadilah berdebatan di antar keduanya.


Dan Di akhir perdebatan itu, Sang Guru memutuskan untuk mengusirnya, meskipun yang ia lakukan slah, karna dengan mengusirnya, membuat Roku bebas untuk melakukan apa saja yang ia mau.


Sang Guru bisa saja membunuhnya saat itu juga, namun apalah daya dia yang terlajur menyayanginya tak tega melakukan hal itu.


Roku yang mendengar hal itu, dengan berat hati meninggal sang Guru, namun Tak lupa Ia mengucapkan Terima Kasih dengan Gurunya dengan Air Mata saat itu juga telah membasahi pipinya, Karena Baginya Sang Guru telah menjadi sosok ayah baginya.


Di dalam Perjalanannya untuk melakukan balas dendam, Ia Tak sengaja menemukan Bandit yang saat itu tengah bertarung dengan pasukan kerajaan Bruska, Tentu saja Roku yang melihat hal itu dengan segara membantu bandit – bandit itu.


Tak lama itu ia mengajak bandit tersebut untuk bergabung bersamanya, bandit itu yang merasa tertolong dan melihat kemampuan Roku yang hebat memutuskan untuk bergabung.


Pelan Tapi pasti satu persatu ia terus mengumpulakan Anggota, dan bahkan para petualang tak luput dari incarannya, dimana ia mengincar petualang yang terlibat dalam dunia gelap


Dan akhirnya orang-orang selama ini dia kumpulkan akhirnya menjadi banyak, dan ia pun mendirikan sebuah organisasi, yang bergerak di dunia gelap, dan tujuan utamanya adalah untuk membalaskan dendamnya, dan menguasai kerajaan bruzka.


Kembali ke pertarungan Yuto dan Roku.


“Harus Ku akui kau memang hebat” Ucap Roku


“Berhentilah berbicara” Ucap Yuto yang saat itu masih beradu pedang dengan Roku


“Teknik Pertama Tebasan Gelombang” Ucap Yuto yang kembali mengeluarkan Tekniknya dari jarak Tidak lebih dari 3 Meter dari Roku.


“Percuma” Ucap Roku yang saat itu memblokir serangan Yuto dengan pedangnya yang saat itu juga pedangnya telah dia lapisi dengan sihir.


Tampaknya Roku merupakan Penyihir yang menguasai sihin Non Eleman, meskipun sebagian besar penyihir non elemen cenderung mengaliri sihir atau mananya di tubuh mereka, namun tampaknya Ia berbeda hal itu karana daya tahan tubuhnya serta kekuatannya layaknya seorang warrior, membuatnya menfokuskannya ke senjatanya.


“Mau sampai kapan kau akan melakukan hal yang sama” Ungkap Roku yang saat itu maju kea rah depan untuk mengerang Yuto.


Ia layankan tiga kali tebasan dan salah satu tebasan itu berhasil menggores dada yuto yang terkena ujung pedangnya.

__ADS_1


Disisi lain tampaknya ada seseorang yang sedari tadi mengawasi Violet di balik diding sebuah bangunan, tampak Ia mengenakan pakian Hitam.


Di tengah – tengah kekacawan yang terjadi dimana saat itu jendral Ang tampak sudah mulai kelelahan diman satu - persatu dari anak buah roku terus menerus menyerangnya yang membuatnya lengah dimana, dengan cepat seseorang dari tadi mengawasi Violet dengan cepat bergerak kearah Violet yang saat tengah mengobati orang yang terluka, dan saat itu juga ia memukul Viole tepat di pundaknya yang membuatnya pingsan.


Mereka semua yang menyaksikan hal tersebut tampak terkejut tak terkecuali Roku.


Yoto yang melihat hal itu dengan cepat menyerang orang tersebut tampa mempedulikan Roku yang saat ini di depanya.


Namun Orang tersebut berhasil dengan reflek meloncat keatas menghindari serangan Yuto yang saat itu tiba – tiba saja berada di belakangnya.


Tampak saat itu juga seluruh badan Yuto baik pedangnya telah di aliri Petir.


“Elemen Khusus yaa” Ungkap orang itu yang sambil menggendong Violet di Bahunya


“Apa yang kau lakukan? Siapa kau sebenarnya? Tanya Yuto dengan nada yang marah


“Kau tak perlu mengetahuiku, saat ini aku akan membawanya ke markas kami” Ungkap orang itu


“Apa maksutmu kenap kau membawanya” Tanya yuto


“Kau tak perlu tau, dan tenang saja dia akan aman bersamaku, sebaiknya kau tak perlu menggangguku” Ungkap orang tersebut dan segera mengeluarkan sebuah bom asap dan dengan cepat menghilang


“Matilah kau, Kali ini kau tidak akan selamat” Unkap Roku yang saat itu sudah menikam Jenderal Ang dari Belakang.


“Ahhgg” Gerang Jendral Ang yang menahan kesakitan


“Dasar Sial, Aku jadi lengah” Ungkap jendral Ang dengan posisi berlutut


“Apakah kau mengingatku? Anak kecil yang malam itu, meilihat ayahnya yang di Bunuh didepan matanya” Ungkap Roku yang saat itu penuh dengan amarah


“Jangan – jangan” Ungkap Jendral Ang yang terkejut se- akan – akan mengingat sesuatu


“Apa kau sudah mengingatnya” Ungkap Roku


“Tak kusangka ada yang berhasil selamat” Uncap Jendral Ang yang saat itu mengeluarkan darah dari mulutnya


“Kejadian itu tidak akan pernah kulupakan, dan saat ini juga akan kubalaskan, dan akan kutuntas semuanya” Ungkap Roku yang saat itu telah mengangkat pedangnya tinggi - tinggi, Tampak Wajah Jendral Ang tercermin di pedang itu, seakan – akan memberi tau, Bahwa di pedang itu lah kematiannya datang.

__ADS_1


“Matilah Br*ngs*k” Ungkap Roku yang saat itu berhasil menebas leher Jendral Ang


Dengan itu Akhrinya dendam yang telah ia simpan dengan lama telah dia balaskan, tak terasa air matanya mengalir, meskipun saat ini dia telah jatuh ke dalam kegegelapan, namun di dalam lubuk hatinya yang pernah merasakan kehangatan keluarga, tak bisa dia sembunyikan rasa dari arti kehilangan itu.


Kembali ke Yuto


Yuto yang saat itu telah kehilangan Violet di depan matanya tak tau harus berbuat apa lagi. Dan saat itu ketika ia menoleh, Ia melihat Jendral Ang kini sudah tak bernyawa lagi, Ia melihat Roko yang saat itu berdiri dan saat itu dia menyadari bahwa saat ini Roko telah mengelurkan air matanya.


Hal itu mengingatkannya dengan kondisinya yang saat ini dimana Ia sendiri pernah merasakan hal yang sama dengan Roku.


Entah apa yang harus dia lakukan sekarang apakah dia memutuskan untuk membebaskan kerjaan ini atau membiarkan kerajaan ini seperti ini jatuh di tangan Roku.


Tak lama setelah itu terdengar sebuah ledakan dari Gerbang masuk…


“Booommm” suara yang tercipta dari sebuah ledakan sihir, Tampak Pasukan dengan pakaian serba Putih, dan di pimpin oleh seseorang, yang mengenakan sebuah Tombak Panjang.


“Liat Itu” Teriak salah seorang warga.


“Itu Pasukan kekaisaran” Ucap salah seorang warga lainnya


“Semuanya Tanggkap penjahat itu jangan biarkan mereka lolos” Ucap sang pemimpin pasukan saat itu, dan tampaknya ia mengetahui telah terjadi perang di kerajaan itu.


Hal itu dia dapatkan dari salah satu bawahannya yang saat itu berada di kerajaan Bruzka sebagai seorang mata - mata


“Itu jangan- jangan Mayor Sasaki” Ucap salah satu pasukan kerajaan


“Semuanya saat ini kami akan memegang kendali, dan kami akan meyelamatkan kalian semua” Ucap mayor Sasaki


Hal tersebut membuat warga dan pasukan Kerajaan tampak gembira


Namun Yuto yang mengetahui Pasukan kekaisaran, yang kini berada di depannnya, dan mengingat cerita yang pernah Hitori ceritakan kepadanya, Hal itu membuat seakan – akan pedangnya bergerak ingin menebas mereka semua.


Bersambung


Jangan lupa Komen, Like dan Vote


Semoga terhibur dengan karya saya yang masih bnyak kekurangan

__ADS_1


...-By Alzan-...


__ADS_2