
Di Chapter selanjutnya peperangan antara pasukan Yaiba, Melawan Pasukan Kitetsu dan Shin akan berlasung
Terlihat Kitetsu yang memegang sebuah pedang, dan tak hanya itu di pinggang sebelah kirinya terdapat sarung pedang yang kosong, entah apa tujuannya, namun satu hal yang pasti ia mempunyai alasan untuk itu.
Saat itu, Masing kedua belah pihak saling serang satu persatu pasukan mulai gugur.
Kitetsu memerintahkan pasukan sihirnya untuk mengambil posisi belakang pasukan bendukung, yang dimana dirinya dan pasukan yang bertarung jarak dekat maju menyerang.
Di satu sisi pasukan Yaiba yang hanya memeliki beberapa penyihir tampak sedikit kerepotan, meskipun Jumlah Pasukan Yaiba lebih banyak di bandingkan Pasukan Kitetsu, namun hadirnya sosok penyihir sangat berpengaruh dalam pertempuran.
Yaiba yang menyadari hall itu memerinta beberapa Orge untuk menyerang penyihir tersebut.
“Shin” Ucap Kitetsu yang menyadari Hal tersebut memerintahkan Shin untuk melindungi penyihir mereka, yang di temani beberap pasukan yang mengenakan sebuah Tameng yang besar.
“Baik” Jawab Shin yang saat itu bergegas menuju arah penyihir
“Kalian Tidak akan Kubiarkan Lewat , Semuanya Bersiap, jangan biarkan mereka berhasil lolos” Pinta Shin kepada pasukan bertameng.
Yaiba yang menyadari hal Tersebut, Bergegas Menyerang Shin dan Pasukan Bertameng.
Meskipun Shin Berhasil Menggalkan Serangn Yaiba, namun tujuan Yaiba sebenarnya adalah untuk mengalihkan perhatian Shin sehinggah beberap Orge berhasil melewati shin dan berhadapan dengan Pasukan bertameng
Namun pasukan bertameng kualahan menahan serangan Orge mengakibatnya beberap Orge bersasilnya lolos dan menyerang penyihir tersebut.
Mengakibatkan kondisi saat ini berbalik menguntukan pasukan Yaiba yang sesecara jumlah mereka jauh lebih unggul.
Kitetsu yang saat itu meyadari hal tersebut bergegas melancarkan serangannya kepada para Orge.
Susudah itu iapun bergegas membantu Shin melawan Yaiba, Kitetsu melancarkan Sebuah Tebasan dengan dari sisi samping.
Namun hal tersebut di sadari oleh Yaiba dan berhasil mengindarinya, Kini posisi mereka bertiga membentuk sebuah segitiga dan jarak di antara mereka hanya beberapa Langkah saja.
Kitetsu menyadari saat ini Yaiba Sepenuhnya telah di kendalikan oleh Aura Hitam tersebut.
__ADS_1
“Shin sepertinya dia telah di kuasai oleh aura hitam tersebut”
“Sepertinya kau benar”
“Mungkin ini akan sulit untuk kita berdua untuk menyalamatkannya”
“Saat ini kita hanya punya kita hanya punya dua hal yang bis akita lakukan”
“Yang pertama Menghilangkan Aura tersebut dari dirinya, Jika kita gagal, tidak ad acara lain Kita harus membunuhnya” Ucap Kitetsu kepada Shin
“Sepertinya kau benar, Tapi bagimana cara kita menghilangkan Aura Tersebut”
“Tenang saja, aku telah menyiapkan sebuah sarung pedang yang dapat menyegel pedang Tersebut, Sarung ini aku dapatkan Oleh seorang Draff yang saat itu aku tolong saat betualanganku”
“Jadi itu Alasanmu sedari Tadi membawa sarung pedang Yang kosong itu”
“Sepertinya pedang tersebut mengadung energi kutukan” ucap Kitetsu yang saat itu shin menyadari pantas saja Aura tersebut berbeda dari Biasanya.
Kembali lagi Kitetsu Bergerak kedepan menyerang Yaiba dengan pedanganya, Namun Yaiba berhasil menghindar, Tapi Disisi lain Shin telah bersiap untuk menyerang Yaiba dari sisi lain, seakan- akan dirinya telah memperdiksi pergerakan Yaiba.
Kitetsu yang melihat hal tersebut dengan cepat berlari kea rah pedang tersebut, dan menyarungkanya pedang itu yang sudah ia sediakan.
Saat itu juga keluar Aura Hitam yang sangat pakat dari dalam diri Yaiba, Aura tersebut tertarik oleh pedang terkutuk tersebut.
Yang saat itu juga menagkibatkan Yaiba tak sadarkan diri, monster yang saat itu telah lepas kendali menyerang membabi buta.
Kitetsu dan Shin pun bergegas membasmi monster- monster tersebut, Dan sesudah itu juga Shin pun mengehentikan orang-orang desanya, dan peperangan pun dimenangakan oleh Pasukan Kitetsu.
Setelah beberapa waktu Yaiba mulai membuka matanya, Tubuhnya tampak lemas bahkan untuk duduk saja ia Di bantu oleh Shin.
Yaibapun meminta maaf kepada mereka berdua, Kitetsu dan shin yang mengetahui Yaiba di bawah pengaruh pedang tersebut maafkannya.
Namun tak berlansung lama aura hitam kini Kembali muncul dari dalam tanah di tempat terjadinya pertempuran seakan-akan melahap mayat-mayat yang tergeletak di atasnya.
__ADS_1
Membuat semua orang yang berada dilokasih itu terkejut, Jauh di dalam tanah lokasih tersebut, terdapat sebuah Kristal yang menjadi pusat Aura itu.
Namun tak ingin terlalu terlarut atas kejadian apa yang baru saja terjadi, mereka bertiga memutuskan mengebalikan Pedang tersebut di tempat pertama Kali mereka dapatkan dengan kondisi yang saat itu tersegel.
Saat mereka meninggalkan lokasih tersebut, meraka tak menyadari saat itu ada sosok moster yang sedang merayap di atas mereka, yang akan kita kenal dengan salamander.
Setelah beberapa hari sesudah kejadian tersebut, Kondisi telah Kembali stabil, Yaiba saat itu masih tetap menjadi tetua desa tersebut.
Kitetsu dan Shin pun memutuskan untuk berpetualang Bersama, untuk mencari tau meneganai misteri di dunia ini, sampai tiba waktunya Kitetsu berpisah dengan dengan Shin, dimana dia kembali kekediamnnya yang saat itu membutuhkan Kehadiranya, Shinpun tetap melajutkan petualangannya.
Bertahun-tahun telah berlalu, Shinpun memutuskan untuk kembali kekediamannya, banyak peristiwa telah terjadi dari waktu ke waktu, dan hal yang tak mereka sadari bahwa Masih terdapat sedikit aura Hitam di dalam Tubuh Yaiba.
Sampai suatu Ketika Yaiba mulai kembali menujukan gejala yang sama yang pernah terjadi di masa lalu, namun karna tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama Yaibapun bergerak dengan sangat hati-hati.
Sampai suatu hari Shin merasa curiga dengan perilaku Yaibapun, membuatnya menyelidiki secara diam-diam, dengan mengajak beberapa penduduk desa yang tampak mulai risih dengan Tindakan Yaiba.
Yaiba Yang mulai menyadari gerakanya terus di awasi oleh Shin, berniat ingin membunuh shin secara diam-diam, namun hal itu di sadari oleh shin.
Membuat shin dan beberapa penduduk desa yang saat itu memilih bergabung bersamanya meninggalakan desa tersebut, dan menunggu waktu yang tepat untuk bertindak.
Dengan mengandalkan pengetahuan yang telah ia dapatkan selama petualanganya, Ia pun meyadari Satu-satunya cara untuk menghentikan kejadian yang serupa ialah dengan Menyerap energi sebagain energi tersebut menggunkan pedang terkutuk.
Iapun bergegas menuju tempat pedang itu berada namun pedang itu sudah tak berada di tempatnya, Ia menyadari bahwa pedang tersebut telah di amankan oleh Yaiba.
Satu-satu harapanya saat ini adalah menunggu seorang pria yang saat ini menggunkan pedang terkutuk lainya yang tak bukan adalah Yuto.
Ia mempercai bahwa suatu saat Yuto akan mendatangi tempat ini.
Yuto yang mendengar cerita Shin, tampak sedikit cemas, ia takut jika dirinya terpaksa menggunkan pedang terkutuknya, mengakibanya segelnya lepas, dan anak menyerang apa saja di depanya.
“Bersiaplah nak, aku merasakan aura ini mulai dekat” Ucap Shin
“senior benar, aku juga merasakannya”
__ADS_1
Bersambung....
..."By Alzan"...