
Di Chapter sebelumnya Pertarungan yang sengit telah terjadi, Kitetsu yang saat itu telah tiba, dan saat itu juga terlibat dalam pertarungan
Pertarungan yang sedang terjadi bukan hanya pertarungan antar Hidup dan mati, namun Juga pertarungan yang menentukan Nasib Dunia.
Meskipun Ke adaan Dunia saat ini Mulai memasuki Tahap kekacawan, Di tambah lagi dengan Lahirnya Jendral iblis yang saat ini telah berada di dunia ini.
Membuat semuanta Makin Rumit, Yuto dan yang Lainya harus memenangkan pertempuran tersebut bagaiman pun caranya, agar tidak menimbulakan kekacawan menjadi lebih besar.
Di tempat lain lebih tepatnya di area lain dari Goa tersebut, terlihat beberapa penduduk yang saat itu tak sadarkan diri, namun dengan kondisi tak terikat.
Dimana saat itu ada sebuah Langkah kaki seorang pria yang berjalan dengan terengah-engah.
Saat itu juga ia mendatangi sebuah tempat yang dimana tempat tersebut merupakan tempat di letakanya pedang terkutuk.
Ia menyandarkan Tubuhnya yang saat itu dipenuhi oleh darah.
“Dengan ini dia pasti akan bangkit” Ucap Pria tersebut, yang tak lain adalah Kozuki, ia berniat mengorbankan dirinya, sebelum dirinya benar-benar kehilangan nyawanya.
Kozuki nyatanya salah satu ketua sebuah sekte penyebah iblis dimana sekte tersebut merupakan sekte yang pernah membangkitkan Iblis di kota Zafella.
Ia menysup ke desa tersembunyi tersebut, dengan menyamar menjadi salah satu penduduk disitu, saat itu Ia melihat Sorang Pria yang sedang berjalan sendirian, membubuh Pria tersebut, dan tak lupa mengubah dirinya menyerupai penduduk itu, yang saat ini kita kenal dengan Kozuki.
Ia yang saat itu hanya ingin mengetahui diman letak pedang terkutuk tersebut, tak sengaja menemukan Yaiba.
Ia merasakan ada sedikit Aura Iblis di dalam Tubuh Yaiba, Yaiba yang saat itu merupakan Tetua desa tersebut, membuatnya merubah rencananya.
Ia kemudian mendekati Yaiba, yang secara kebetulan pria yang ia Bunuh merupakan pelayan Yaiba, membuatnya dengan mudah mendekatinya.
Tak hanya itu ia juga merupakan dalang di balik kejadian ini, saat Yaiba yang hendak beristrirahat ia Juga menyelipkan sebuah kristal yang sangat kecil di bawah bantal Yaiba.
Krisatal tersebut dapat memancarkan Aura Hitam yang membuat aura yang ada dalam Tubuh Yaiba berekasi, perlahan namun pasti dengan sabar ia mulai menyadari bahwa yaiba saat telah menujukan gejala-gejala terpapar aura hitam tersebut.
Namun dengan hati-hati ia mulai mengahasut Yaiba secara perlahan, sampai suatu Ketika Yaibapun telah sepenuhnya terhasut, dan mengajak dirinya ke tempat Pedang terkutuk itu di simpan.
Sesampai disana Yaiba terkejut melihat sosok Moster yang berada di dekat pedang itu, Namun dengan tengang pria itu mengelurkan sebuah kristal yang Selama ini ia gunakan.
__ADS_1
Kristal yang saat itu mengeluarkan aura hitam, membuat moster tersebut, yang tak lain adalah salamander menjadi Jinak, seakan-akan mengetahui maksut dan tujuan mereka kesitu.
Tak hanya itu juga, Pria tersebut menjelaskan rencananya kepada Yaiba, namun Yaiba tak menimanya, bahkan saat itu juga Yaiba berniat membunuhnya.
Meskipun Yaiba terpengaruh oleh aura hitan tersebut, namun dirinya sama sekali tak ingin membangkitkan jendral iblis.
Iapun juga menjelaskan tujuannya kepada Pria itu, mau tak mau pria tersebut mengikuti rencana yaiba, namun di satu sisi Ia tetap malanjutkan rencanya, secara diam-diam agar tak di ketahuai Yaiba.
Sampai Hari itu Tiba disaat sebelum terjadi peperangan yang saat ini terjadi, ia Telah menghipnotis penduduk disitu tampa sepengetahuan Yaiba.
Dan saat Yaiba meninggal desa tersebut, secara otomatis Penduduk desa menuju ketempat yang telah ia Rencanakan sedari awal.
Meskipun rencanaya kini tak sepenuhnya berjalan lancer, akibat kekalahanya melawan Yuto, namun nasib masih berpihak kepadanya, dengan menggunakan kemampuan Khususnya, ia dapat memanipulasi Kematiannya.
Meskipun seperti itu, Luka yang di sebapkan oleh pertarungan sebelumnya tidak membuat dirinya sembuh, dan pada dasarnya dirinya hanya menunda waktu kematiannya.
“Bangkitlah Jendaral Iblisku” Ucap Pria itu, yang tampak memuculkan Sebuah Lingkaran sihir yang bersinar, di ikuti dengan munculnya Aura Hitam yang seakan-akan melahap penduduk yang berada di sekitarnya, bahkan dirinyapun ikut terlahap.
Di tempat pertarungan, mereka semua menyadari saat ini mereka merasakan aura yang sama yang di pancarkan oleh Yaiba, namun Aura tersebut berada di tempat yang berbeda.
Dengan cepat dirinya kembali menyerang Shin dan Kitetsu yang saat itu kehilangan Kosentrasinya.
“menghindar” Teriak Kitetsu yang saat itu lambat menyadari serangan itu, dan berusaha menghidar, namun mereka berdua terkena tebasan di Area dada.
Beruntung tebasan itu tak terlalu dalam, saat itu juga mereka kini kembali bersiap bertarung, meskipun energi tersebut membuat mereka sedikit penasaran.
Akan tetapi Disatu sisi Shin yang sebelumnya telah membaca prasasti, teringat akan sosok Jendaral Iblis.
“Kitetsu Aku tau penyebab Aura hitam itu muncul”
“Apa maksutmu?”
“Dari apa yang telah kupelajari selama ini, sepertinya Jendaral Iblis akan bangkit”
“Sial” Ucap Kitetsu yang tampak kesal, bagaimana tidak saat ini ia harus mengehentikan Yaiba, di satu sisi lainya Jendaral Iblis akan bangkit.
__ADS_1
Dengan menarik nafas yang Panjang, Kitetsu kini meyarungkan pedangnya
“Shin bisakah kau mengadapinya sendiri? Aku akan menuju kelokasih Aura tersebut”
“Sepertinya kau meremehkanku, pergilah biar aku menangani masalah ini” Ucap Shin yang membuat mereka berdua tersenyum.
“Baiklah, berhati-hatilah, dan jangan sampai mati” ucap kitetsu yang saat itu menepuk Pundaknya, dan ia pun bergegas meninggalkan mereka.
Yaiba yang melihat hal tersebut menyerang Kitetsu, yang saat itu juga Shin menggalkan serangannya.
“Lawanmu adalah aku” Ucap Shin yang tersenyum saat kedua pedang mereka bertemu.
Di satu sisi, Yuto yang berhasil memotong ekor salamander tersebut, merasakan Aura yang sama.
“Aura ini, sepertinya tak salah lagi” Ia ingin bergegas ke arah aura tersebut, namun saat ini ia harus berhadapan dengan salamander terlebih dahulu.
Namun kekwatirannyapun sirna Ketika melihat kitetsu yang berlari menuju Aura itu berada.
“Kitetsu-san, Berhati-hatilah” Ucap Yuto dalam hati
Kitetsu bergegas menuju ke arah aurah tersebut dengan menggunak tekni berlari, mebuatnya bergerak dengan sangat cepat.
Setibanya disana, dari kejauhan terlihat sebuah sosok Iblis, sosok tersebut terlihat mirip dengan kozuki, yang dimana kozuki adalah wadahnya.
Namun dengan mata yang hitam layaknya Iblis pada umumnya, dengan tumbuh sebuah tanduk yang mejulan ke atas dengn ujung yang runcing, tak hanya tumbuh juga sayap yang meyerupai sayap seokor lalat namun bergerigi tajam.
“Tubuh yang bagus” Ucap sosok tersebut yang melihat bentu pergelangan tangannya, sosok tersebut yang tak Lain adalah jendalar Iblis Belphegor, Dosa kemalasan.
“Sepertinya ada sosok yang kuat yang datang menghampriku, tak hanya ada sosok lain yang Auranya sama denganku” dan saat itu iapun menengok ke tempat lain
Yang saat itu ia pun menatap kitetsu yang saat itu baru saja tiba, yang kemudian mereka berduapun saling bertatapan tajam.
Bersambung.....
..."By Alzan"...
__ADS_1