Place Of Death

Place Of Death
Latih Tanding


__ADS_3

Di chapter sebelumnya Yuto Bertemu Peri Untuk meminta menumbuhkan pohon yang tengah hangus terbakar, Tak hanya itu Ia juga meminta Peri tersebut untuk membuatkan Sebuah senjata yang terbuat dari kayu.


Yuto kini tengah dalam perjalanan ke desa yang sebelumnya ia tolong, hari pun mulai sore, dari kejauhan ia melihat beberapa orang yang berkumpul sebelumnya dilatih olehnya, tengah berkumpul.


“Sepertinya mereka semua beesemangat” Ucap Yuto yang melihat hal itu.


“Kak, Akhirnya kau sampai Juga” Sambut Miky kepada Yuto yang telah tiba di lokasih.


“Maaf aku, terlambat ada hal yang penting aku kerjakan sehinggah terlambat’ Ucap Yuto.


“Tidak kenapa kak, kami semua baru saja sampai” Tegas Miky


“Baiklah Jika seperti itu sebaiknya kalian semua berbaris, aku akan melatih kalian cara menggunkan senjata” Ucap Yuto sembari Turun dari Kudanya.


Kini mereka semua telah membentuk sebuah barisan sesuai perintah Yuto.


“Baiklah saat ini kau akan mengajarkan kalian semua Teknik dasar dalam menggunakan senjata” Ucap Yuto sembari mengeluarkan senjata Kayu dari cincin Penyimpanannya, Yang membuat mereka yang melihat hal itu terkagum, kerena Yuto memilik Cincin penyimpanan yang bisa di bilang langkah.


“Seperti yang kalian Liat, saat ini aku mempunyai senjata yang terbuat dari kayu, ada tombak, pedang, dan Juga busur panah, silahkan pilih senjata kalian masing-masing sesuai dengan keinginan kalian” Ucap Yuto yang saat itu, mereka semua mengambil senjata Kayu itu.


Ada yang mengambil Tombak, Pedang dan Juga Busur panah, untuk mereka yang menggunakan Busur panah, Yuto memberikan mereka masing-masing 50 anak Panah.


“Sepertinya Bocah itu tertarik untuk menggunakan pedang” Ucap Yuto yang melihat Miky Mengambil Pedang Kayu.


“Baiklah, Biar aku jelaskan terlebih dahulu, Senjata yang kalian ambil itu, adalah senjata yang akan kalian pelajari masing-masing, Silakan Berkumpul sesuai dengan Senjata yang kalian ambil”

__ADS_1


Mereka pun berkumpul sesuai dengan napa yang Yuto perintahkan, Terlihat 26 orang memilih Untuk menggunakan tombak, 32 orang memilih pedang, dan 40 orang memilih untuk menggunakan Busur panah.


Sesudah mereka semua berkumpul Yuto kemudian mengajarkan kepada mereka, bagaimana membentuk sebuah Kuda-kuda yang baik, sesuai dengan Basic Mereka masing-masing.


“Ini salah, sebaiknya jangan seperti ini, ia harus seperti ini” Jelas Yuto yang saat itu memperbaiki posisi kaki seorang pemuda, yang menggunakan Sebuah Pedang.


“Tahan Posisi selama mungkin, Kuda-kuda adalah dasar dari semua Teknik bela diri manapun, Semakin Baik Kuda-kuda yang kalian Buat maka semakin Kuat pondasi kalian dalam bertarung” Jelas Yuto.


Yuto terus melatih mereka dalam membentuk sebuah kuda-kuda yang baik selama 2 hari Berturut-turut.


Dua Hari kemudian setelah Latihan Kuda-kuda Kini Yuto mulai melatih mereka semua Gerakan Dasar, dalam menggunakan Tombak dan pedang, sedangkan mereka yang menggunakan Panah Yuto, melatih mereka bagaimana cara membidik yang baik dan benar.


Tak lupa Pula ia mencotohkan Gerakan dasar kepada mereka semua, meskipun beberapa dari merekah masih salah dalam membentuk Kuda-kuda namun Yuto tetap mengajarkan Gerakan dasar kepada mereka, namun ia tetap memperhatikan Kuda-kuda mereka serta memperbaikinya, hal ini ia lakukan selama 3 hari.


“Ini merupakan hari ke enam aku melatih kalian semua, selama 5 hari aku telah mengajarkan kepada kalian semua mengenai dasar-dasarnya, aku tak akan akan melatih kalian Teknik-teknik atau sebuah jurus hal ini karena waktu yang terbatas, namun ingat Gerakan-gerakan dasar itu akan membuat kalian semua akan menemukan Teknik-teknik kalian sendiri” Jelas Yuto.


“Untuk itu maka pagi ini selain lanjut berlatih, temukan Teknik kalian sendiri, karena besok sore kalian latihan bertarung melawan teman-temanmu sendiri” Jelas Yuto kepada mereka semua, meskipun ini terbilang tidak masuk akal untuk mereka kerena hanya dalam waktu 5 hari pelatihan mereka harus menemukan Teknik bertarung mereka sendiri.


 Namun meskipun seperti itu, Yuto sangat yakin mereka semua akan berhasil, hal ini kerena mereka semua bekerja keras, tak hanya itu mereka bahkan terus berlatih tampa mengeluh, Kadang saat waktu malam mereka semua berkumpul dan melakukan Latihan Bersama-sama, meskipun Yuto tak melatih mereka pada waktu malam, namun Yuto terus mengawasi mereka sedari jauh.


Yuto kemudian menghampiri Sekelompok orang yang menggunakan Busur panah, Yuto mengajarkan mereka mengenai Tugas seorang pemanah serta melihat akurasi mereka dalam membidik, Meskipun seperti itu, Yuto tetap melatih mereka dasar-dasar bela dari agar mereka dapat mempertahankan diri mereka sendri, apa bila berhadapan dengan musuh dari jarak dekat.


Hal ini ia lakukan, karena dalam peperangan atau dalam pertarungan, kebanyakan pemanah cenderung lemah saat bertarung jarak dekat.


Tak hanya pemanah Yuto Juga membantu mereka yang menggunakan pedang dan Tombak Dalam menemukan Teknik-teknik mereka sendiri, kadang dirinya juga memberikan saran serta contoh kepada meeka.

__ADS_1


Besok sore pun sudah Tiba. kini sudah saatnya bagi mereka untuk latih tanding tampa terkecuali. sedangkan untuk mereka yang memilih untuk menggunakan panah, tetap akan melakukan pertarungan jarak dekat untuk menguji kemampuan mereka atas apa yang Yuto telah ajarkan.


Yuto kemudian membuat sebuah Undian dari sebuah kertas yang sudah ia siapkan, dalam latih tanding tersebut Yuto sama sekali tak memisahkan antara anak-anak dan pria dewasa, kerena dalam pertarungan sesungguhnya tak peduli kau anak-anak atau orang dewasa, selagi kau tak bisa bertarung atau lemah maka hanya kematian yang akan menantimu, tentu saja hal ini ia jelaskan kepada mereka semua.


Sehingga mereka sama sekali tak, Protes kepada Yuto, karena mereka semua sadar apa yang Yuto katakana adalah kebenaran, terlebih lagi mereka sudah mengalami hal itu sendiri.


Kini pertarungan pertama pun di mulai, pertarungan ini melibatkan pertarungan sesame pengguna Tombak, Dimana Yuto Lah yang akan menjadi wasitnya.


Kini, kedua pria yang mendapatkan Giliran Pertama telah bersiap untuk bertarung, Yuto yang saat itu menjadi Wasit mempersilakan Kedua Pria Tersebut mulai.


Bertarung, Pertarungan itu berlangsung sangat sengit, Yuto yang menyaksikan Hal itu tampak sedikit tertarik, sesuai dugaanya mereka mendapatkan tekni bertarung sendiri, namu tetap saja jam terbang mereka masih kurang, sehingga masih terdapat kesalahan dalam melakukan serangan dan pertahanan.


Ketika pertarungan selesai Yuto pun menjelaskan kepada mereka terkait kesalahan mereka saat melakukan serangan dan bertahan, sebagai evaluasi untuk meraka semua.


Waktu demi waktu telah berlalu, kini giliran Miky untuk bertarung, Ia melawan seseorang pria yang menggunakan sebuah Tombak yang usianya sekitar 15 tahun.


“Kalian Berdua Bersiap, Mulai” Ucap Yuto.


Miky bergegas melakukan penyerangan terlebih dahulu, ia melancarkan tebasan ke sisi Kiri, namun Pria tersebut berhasil menahannya, tak hanya itu, dengan cepat pria itu melakukan serangan Balasan dengan mengayunkan Tombaknya dari Atas kebawah, Namun Miky menghindar dengan memiringkan badanya.


“Sepertinya pertarungan ini akan menjadi seru dari pada sebelumnya” Ucap Yuto….


Bersambung....


..."By Alzan"...

__ADS_1


__ADS_2