
Yuto yang saat ini sedang berbincang- bincang dengan ketua tersebut, terkejut Ketika salah seorang pria melaporkan, bahwa salah satu dari pengintai yang saat itu melihat sebuah kadal raksasa yang dapat menyemburkan api, Hal itu membuat mereka berdua terkejut.
“Salamander” Ucap Ketua itu, Yuto yang mendengar hal tersebut Teringat dengan Prasasti yang baru saja dia lewatkan saat berjalan dengan ketua tersebut.
“Senior ikut aku, sepertinya aku mulai paham mengenai maksud prasasti ini” Ucap Yuto yang bergegas menunjukkan Prasasti yang saat itu dia Lihat”
“Coba Perhatikan Ini, Bukankah ini gambar Kadal Tak hanya Itu disitu sisi Kita bisa Melihat Gambaran Gunung berapi”
“Sepertinya begitu, sekarang aku paham maksudmu, Jika di gabungkan kedua bisa disimpulkan bahwa itu kadal tersebut adalah Salamander, yang tinggal di gunung berapi tersebut”
“Tapi Bukan hanya Itu senior, Coba ingat lagi, bukankah terdapat sebuah pola segel, Sepertinya salamander itu menjaga segel tersebut” Ucap Yuto
“Sepertinya itu Tidak benar, Jika dia memang menjaga segel itu mana mungkin dia Berkeliaran saat ini, Ucap Ketua Itu
Yang saat itu tiba-tiba saja Yuto teringat dengan prasasti yang pernah di Jumpainya saat Bersama Violet. Namun saat itu Juga Yuto merasa ragu apakah prasasti tersebut berkesinambungan
Tapi tak lama setelah itu tetua teringat sesuatu.
“Sepertinya aku mengerti maksud prasasti ini, Salamander tersebut bukan menjaga segel itu, melainkan menunggu sesuatu dibalik di segel itu”
“Dan Jika Itu benar berdasarkan hal yang telah kupelajari sepertinya dia menunggu, Sang Jenderal Iblis BHELPHEGOR” Sang penguasa api, atau bisa Juga disebut Dosa Kemalasan” Ucap ketua itu, yang saat itu membuat Yuto terkejut, yang tak secara langsung memberitahukannya bahwa Jendral Iblis Yang ketiga Tidak lama Lagi bangkit.
“Sebaiknya kita harus bersiap Ketua”Ucap Pria Itu
“Yuto sebaiknya kau bergegas Keluar Dari Tempat Ini dan Lanjutkan Perjalananmu” Ucap tetua Itu
“Tidak, aku akan Ikut bersama kalian” Ucap Yuto
“Tidak, Yuto kau harus bergegas, Ada Hal Yang lebih penting yang harus kau lakukan, Tetap Lanjutkan Perjalananmu”
“Tapi, Senior”
“Tidak usah membatah anggap saja ini bentuk permintaan maafku kepada ayahmu, yang tidak sempat menolong kalian semua”
__ADS_1
"Aku tak ingin gagal untuk kedua kalinya, saat ini kaulah satu-satunya penerus dari Desamu" ucap ketua tersebut
Yuto yang mendengar hal tersebut terpaksa mengikuti Perintah ketua, yang di temani oleh seorang pria yang menujukan kepadanya jalan keluar dari tempat itu
“Beritahukan yang lain mengenai hall ini, Sepertinya sudah waktunya kita akan bertempur” Ucap Tetua, yang menyuruh salah satu bawahannya, yang saat itu juga bergegas ke arah salamander itu berada.
Yuto dan seorang Pria yang di tugaskan untuk mengantarnya, berlari dengan menggunakan sihir mereka masing -masing.
“Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku tidak di izinkan Untuk pergi bersamanya?” Tanya Yuto kepada Pria itu
“Sepertinya tetua tidak ingin melibatkan orang luar dalam urusan ini” Jawab Pria itu
“Tidak hanya itu, ini merupakan Pertempuran yang telah kami tunggu selama ini” sontak hal tersebut membuat yuto sedikit terkejut
“Aku tidak bisa memberi tahu kamu alasannya, Namun sepertinya tetua sudah lama menunggumu, Sudah setahun kami berada disitu namun sama sekali tidak melakukan pergerakan apapun, Sampai saat kau muncul”
“Sebaiknya kita harus mempercepat Langkah kita”
Di tempat lain Ketua dan para bawahnya telah menuju ketempat yang telah di beritahukan namun di tengah- tengah perjalanan tiba – tiba saja sebuah serangan bola api menuju kearah mereka.
“Semuanya siaga sepertinya mereka berada di depan kita” ucap ketua itu yang saat itu juga muncul sosok salamander yang di tunggangi oleh pria bertopeng merah, dan tak hanya itu kini dia membawa sebuah pasukan yang jumlahnya Berkisaran Tiga Puluhan.
Meskipun jumlah Ketua lebih unggul di bandingkan mereka namun sosok Salamander yang berada di pihak musuh bukanlah hal mudah untuk dikalahkan
“Semuanya posisi Bertempur, Serahkan pria dan monster itu kepadaku”Ucap Ketua tersebut
“Kalian semua serang sekarang biarkan aku melawan Pria Tua itu” Ucap lelaki tersebut
Yang saat itu pertempuran pun dimulai, kini ketua tersebut bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi yang saat itu juga Berada di depan Pria bertopeng itu, namun hal itu disadari oleh pria itu, membuatnya meloncat kearah belakang namun meski begitu Ketua itu berhasil menggores Topeng Pria itu.
Tak hanya itu Ketua Kembali menyerang pria itu, meskipun pria tersebut berhasil menahan tebasan tetua itu, namun karena kekuatan tetua yang sangat besar mengakibatkan dirinya terhempas kearah dinding Goa tersebut, yang membuatnya mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.
Kini ketua itu berpijak dia atas tubuh salamander tersebut, yang saat itu juga salamander tersebut mengibaskan ekornya kearah ketua itu.
__ADS_1
Namun ketua tersebut dengan mudah menghindarinya dengan meloncat Kearah depan, dan dengan cepat salamander tersebut bergerak mudur kearah Pria bertopeng tersebut, dan tak lupa Pula ia mengeluarkan Semburan api kearah ketua itu
Meskipun ketua itu mampu menebas Kembali serangan itu namun Percikan api tersebut mengenai bawahannya bahkan musuhnya.
“Sial, Sepertinya tidak akan mudah untukku untuk memisahkan salamander itu dengan Pria itu” Ucap Tetua
“Semuanya Segera menjauhnya dari salamander itu” Teriak tetua yang memerintahkan pasukannya agar menjauh dia area pertempuran.
“B*ngs**, sepertinya dia mencoba memisahkan ku dengan salamander” Ucap Pria itu yang saat itu berusaha berdiri Kembali
Di tempat lain Kitetsu yang saat itu sedang di tengah perjalanan merasakan sesuatu aura yang sangat kuat.
“Sepertinya hal yang ku khawatirkan akan terjadi” Ucap Kitetsu yang saat itu dia berharap agar Yuto baik – baik saja
Yang saat itu juga kitetsu mempercepat langkahnya, dia sangat khawatir Yuto terlibat hal tersebut, karna dia sadari saat ini kemampuan Yuto masih belum mampu mengontrol pedang terkutuk apa bila dia terpaksa menggunakannya dan berhasil mengalahkan lawannya.
Di tempat lain Yuto yang saat itu Sedang dalam pelarian Tiba – tiba saja di serang oleh sebuah Aura Hitam, yang sontak membuatnya terkejut.
“Menghindar” Ucap Yuto yang sekaligus menghindar serangan tersebut
“Serangan ini, sepertinya serangan dari Iblis” Ucap Yuto kepada Pria yang bersamanya
“Iblis?” ucap pria itu yang terkejut atas apa saja yang baru di dengarnya
Yang saat itu juga Muncul sosok Dua Pria bertanduk yang tak lain adalah kedua penjaga tadi yang di perintahkan oleh tetua desa, tak hanya itu terlihat bahkan terdapat pasukan yang sangat banyak berjumlah lima puluhan.
“Berhati – hatilah, mereka adalah lawan yang sulit untuk di hadapi, Terutama Kedua Pria itu” Ucap Yuto yang merasakan Aura yang sangat Hebat yang berasal dari dua Pria tersebut
“Sebaiknya kau tak melawan” Ucap Pria itu, yang saat itu juga Yuto menyadari Pria tersebut adalah pasukan yang saat itu dia temui di kediaman Tetua Desa.
“Sepertinya Ada yang tak Beres dengan Desa Tersebut” Ucap Yuto yang saat itu menyadari bahwa firasatnya benar.
Bersambung.....
__ADS_1
......"By Alzan"......