Place Of Death

Place Of Death
Mempertahankan Desa


__ADS_3

Yuto saat ini telah Tiba disebuah desa yang kebetulan, masih menjadi Rute perjalanannya.


Desa tersebut di pimpin oleh seorang baron, yang masih dalam naungan Kerajaan Grimori.


Yuto yang saat itu telah tiba memutuskan untuk mencari penginapan dimana ia akan menginap selama satu malam.


Kondisi desa itu lumayan rame untuk ukuran sebuah desa, di mana terdapat aktifitas perdagangan, dan lain sebagainya.


Tak hanya itu terlihat benteng-benteng kayu yang menjulang tinggi tampak sedang di perbaiki.


"Apa yang terjadi apakah habis ada peperangan" Gumam Yuto dalam hati, dimana ia melihat kondisi benteng yang mengalami perbaikan dari dalam.


"Sepertinya tak mungkin, jika memang habis terjadi perang seharusnya benter tersebut Rusak di luar dalam, tapi tampak Rumah warga tak ada yang mengalami kerusakan" Gumam Yuto dalam hati.


Tak lama berselang Yuto akhirnya sampai di sebuah penginapan, tampak beberapa orang sedang berbicara di dalam penginapan itu, yang saat itu tengah makan.


"Yaa sepertinya sebentar malam, mereka akan berperang melawan monster" ucap salah satu pria


"Yaa, kau benar" ucap Pria lainya


Yuto yang penasaran dengan hal itu, kemudian bertanya kepada seorang resepsionis yang berada disitu.


"Permisi nona, apakah masih ada kamar kosong" Tanya Yuto yang saat itu di hampir oleh seorang gadis yang Usianya sekitar 20 tahun, gadis itu tampak terpesona dengan ketampanan Yuto, dimana dimana ini kali pertama bertemu dengan lelaki tampan, setampan Yuto.


"Ya, tuan masih ada" ucap Wanita itu dengan malu-malu


"Aku akan menyewa kamar selama satu malam" ucap Yuto kepada wanita itu.


"baik tuan, kamarnya aku bersihkan terlebih dahulu, apa bila sudah selesai aku akan memanggil Tuan" jelas wanita itu


Yuto yang saat itu masih penasaran dengan pembicaraan yang baru saja ia dengan, memutuskan untuk bertanya dengan seorang pelayan Wanita lainnya, yang kebetulan berada disitu.


"Permisi nona, boleh aku bertanya sebentar?" ucap Yuto


"Yaa, tuan ada yang bisa aku bantu? " tanya wanita pelayan itu yang menghampiri Yuto.


"Aku tak sengaja mendengar pembicaraan mengenai, sebentar malam akan ada peperangan dengan Monster, apakah itu benar nona?" tanya Yuto.


"Yaa, tuan di desa ini setiap 3 bulan akan di serang oleh monster, ini terjadi sejak 2 tahun yang lalu" jelas Wanita itu kepada Yuto


"Apakah pihak kerajaan Grimori mengetahui hal ini" jelas wanita itu

__ADS_1


"Aku belum tau, namun selama ini Prajurit kerajaan sama sekali tak pernah mengirim bantuan" Jelas wanita itu kepada Yuto.


"Tapi tuan tak perlu Khawatir selama penyerangan berlangsung baron selalu berhasil untuk menahan serangan monster-monster itu" jelas Wanita itu


"Baiklah terima kasih atas informasinya" ucap Yuto


Yuto merasakan ada yang tak beres dengan kejadian yang menimpah desa ini. Tak lama setelah itu seorang pelayan pun menghampirinya.


"permisi tuan kamarnya sudah siap, silakan tuan ikut aku biar aku tunjukan" ucap pelayan itu.


Yuto kemudian mengikuti pelayan wanita itu, menuju lantai dua, dimana kamarnya berada.


Setibanya di dalam kamar, Yuto masih terus kepikiran mengenai kejadian Yang menimpah di desa tersebut.


Namun kerena dirinya kelelahan, akhirnya ia ketiduran.


malam pun Tiba, kini terlihat beberapa prajurit telah bersiap untuk melakukan pertahan, saat ini kedua gerbang dari sisi yang berbeda mulai tertutup.


Dari kejauhan terlihat segerombolan Monster menuju ke arah mereka "Tuan Baron mereka Datang" ucap Salah satu Prajurit.


"semuanya bersiap" Ucap baron itu, yang kemudian Semua pasukan pemanah yang dimana setiap ujung anak panahnya terdapat Api


Saat Monster itu mulai mendekat baron pun memerintahkan seluruh pasukan panah nya melepaskan tembakan.


"tempak" ucap Baron itu yang saat itu juga Ratusan anak panah melesat ke arah monster itu, dan membakar beberapa Monster.


Namun Jumlah Monster yang sangat banyak, membuat serangan monster itu tampak tak berarti.


"sekali lagi, Tembak" teriak baron itu yang memberikan perintah


namun sama sekali tak membuahkan Hasil, akibat Jumlah Monster yang sangat banyak.


"Sepertinya Percuma" Ucap Baron itu, yang melihat monster tersebut kini mulai mendekat.


Namun saat itu Tiba-tiba saja sebuah keliatan Petir melesat dengan sangat cepat ke arah monster itu.


Dan saat itu, terjadi sebuah ledakan, yang lumayan besar, yang membuat mereka semua terkejut.


Terlihat beberapa monster tewas seketika "Apa yang kalian lakukan, terus tembak" teriak seorang pemuda yang tak lain ialah Yuto.


"Tuan Count" Ucap penjaga gerbang yang saat itu memeriksa Yuto, dimana saat ini Yuto telah berdiri tegak, di sebuah atap menara pemanah.

__ADS_1


saat itu juga Baron tersadar dari lamunannya, dan dengan Cepat memerintahkan prajurit pemanah kembali melepaskan tembakannya


Kini Yuto Kembali membidik Monster itu dengan busurnya yang saat itu membentuk s


3 buah anak panah dari kilatan petir.


Yang saat itu kembali melesat dengan sangat cepat, dan terjadi lagi ledakan yang lebih besar dari pada sebelumnya, dan seketika jumlah Monster berkurang setengah dari jumlah yang saat itu masih bertahan.


meskipun saat ini jumlah Monster berkurang setengah, namun masih tetap mengancam desa tersebut, kerena jumlah meraka.


"Tuan percuma, jumlah mereka masih tetap banyak" teriak Baron itu kepada Yuto.


Namun kali ini Yuto meloncat Turun kebawah, tepat berada di luar benteng ,dan bersiap untuk melawan monster itu dengan menggunakan pedangnya, dimana saat ini ia telah memegang pedangnya yang sebelumnya ia simpan di cincin penyimpanan, dan memasukan panahnya.


Hal ini bukan tampak Alasan, jika ia terus melancarkan serangan yang sama hal itu akan berdampak kepada benteng.


Karena saat ini jarak monster dari benteng sudah dekat dan hanya berjarak beberapa meter


"Tuan apa yang kau lakukan, itu sangat berbahaya" Teriak Baron kepada Yuto.


"Tak perlu khawatir, sebaiknya kalian tetap menembak saja dan jangan sampai mengenaiku" ucap Yuto sembari tersenyum


Baron yang menyaksikan hal itu hanya bisa percaya dengan soso di depannya.


Yuto saat bersiap, dan saat ini tampak pedangnya telah terselimuti oleh api, kemudian ia melancarkan satu tebasan arah Horizontal.


Yang saat itu membentuk sebuah Gelombang api yang lumayan lebar menuju kearah, monster itu.


Tak hanya itu ia kembali melancarkan tebasan yang sama, dengan menggunakan elemen angin, yang membuat daya serang apinya semakin dahsyat.


Yang membakar seketika Monster itu, dan tak hanya itu ia kemudian melapisi tubuhnya dengan elemen petir.


Dan menerjang Monster itu dengan pergerakan yang sangat cepat, ia menerjang monster itu di tengah hujan panah api yang saat itu terus di tembakan oleh pasukan pemanah.


Satu persatu Monster itu berhasil Yuto kalahkan dengan cepat dengan pedangnya yang masih terus membara dengan api.


Dan dari kejauhan di kedalaman hutan ada seseorang Pria misterius yang menggunakan sebuah Jubah Hitam yang menutupi wajahnya, ia sedang menyaksikan Yuto mengalahkan monster-monster itu satu persatu..


Bersambung.....


..."By Alzan"...

__ADS_1


__ADS_2