Place Of Death

Place Of Death
Penyerangan Kepada Tuan Putri


__ADS_3

Di dalam Kastil di kerajaan Gremory saat ini terlihat Wanita muda mengenakan gaun berwana merah, dengan rambut Hitam pekat, dengan Kulit putih memeliki telinga layaknya seorang Elf, namun memiliki Mata seperti soorang demon.


Ia adalah Sovia Gremory, anak dari raja Gremory, dan merupkan anak pertama dari 3 bersodara, ia juga satu-satunya Wanita di antar sodara-sodaranya.


Tak hanya Ia dan sodaranya memiliki darah campuran dimana sang ibu berasal dari Ras Elf dan ayahnya dari ras demon.


Membuatnya terlahir dengan kondisi yang unik, namun memeliki kecantikannya sendiri, Bahkan banyak dari bangsawan-bangsawan ingin menikahkan anaknya dengan dirinya.


Tentu saja hal itu Di tolak oleh dirinya, karana dirinya tak mau menikah dengan orang yang sama sekali tak di cintainya.


Ayahnya sangat menghargai keputasan anaknya, sehinggah ia membiarkan anaknya untuk memtuskan jodohnya sendir, tak peduli ras, dan status sosialnya, yang terpentimg baginya adalah kebahagian putrinya.


“Tuan Putri Kereta Kudanya telah siap” Ucap salah satu pelayan Wanita yang menghampirinya.


“Ok, sudah lama aku tak jalan-jalan keluar” Ucap Tuan putri yang tampak antusian.


Di tempat lain Yuto terlihat keluar dari sebuah Toko Pakian, yang saat itu ia mengenakan sebuah Jubah yang berwana Biru Navy yang dapat menutupi kedua pedangnya.


“Jika seperti ini aku tak akan menjadi pusat perhatian lagi” Ucap Yuto yang tampak bersemangat


Tak lupa juga dirinya berjalan-jalan mengililingi Kota, banyak para pedangang yang tampak semangat mempromosikan barang-barangnya.


Sampai suatu Ketika Sebuah kereta Kuda berwana Hitam yang di setiap sudutnya berwana ke emasan lewat di depannya, yang di barengi pasukan berkuda yang mengawal kereta tersebut.


Di balik jendela kereta tersebut, Tuan putri tak sengaja melihat sosok pria yang tak lain adalah Yuto, Putri tampak sedikit tertarik dengan sosok Yuto yang baru saja ia lewatkan.


Kereta Kuda tersebut terus berjalan menjauh dari Yuto, saat itu juga Yuto merasakan ada seseorang yang mengikuti kereta tersebut secara diam-diam.


Yuto tak tinggal diam ia pun mengejar Kereta tersebut dengan Teknik berlarinya, saat itu juga tiba-tiba saja sebuah bola mengarah kearah Kereta Kuda tersebut.


“Boooommmm” suara ledakan yang di iringi asap Hitam, membuat semua penduduk yang saat itu menyaksikan berlari menjauh dengan ketakutan.


“Semuanya Lindungi tuan Putri, Ucap salah satu Prajurit yang merupakan pemimpin pengawal Tuan putri.


Saat itu juga muncul Tiga sosok pria yang mengenakan sebuah Pakian, yang dimana pakaian tersebut menutupi wajahnya, dan hanya tampak matanya saja.

__ADS_1


Saat itu salah satu pria tersebut melemparkan sebuah Kunai kearah pengawal Prajurit tersebut, dan salah satunya lagi berhasil membuka pintu kereta.


Saat hendak dirinya akan berhasil menggenggam Tuan putri tiba-tiba saja sebuah serangan mengarah kepadanya, yang saat itu juga memutuskan pergelangan tanganya.


Membuat darah bercucuran mebasahi bagian dalam kereta tersebut.


“Sepertinya aku tepat waktu” Ucap pria tersebut yang tak lain adalah Yuto, ia kemudian bergerak dengan cepat kembali menyerang ketiga orang tersebut, dengan sangat muda ia berhasil membunuh mereka semua


“Tuan Putri apakah kau baik-baik saja?” Tanya pemimpin pengawal tersebut yang menghapiri Tuan purti yang masih di dalam kereta


“Yaa aku baik-baik saja” Ucap Tuan putri dengan raut wajah yang tampak terkejut.


“Terima Kasih anak muda telah menyelamatkan kami” Ucap pemimpin itu yang menghampri Yuto.


“Sama-sama” Ucap Yuto yang saat itu kembali menyarungkan pedangnya.


Saat Yuto hendak pergi meninggalkan mereka, tuan Putri putri keluar dari kereta tersebut


“Tunggu” teriak Putri yang masih bergetar menginjakan kakinya keluar dari kereta Kuda tersebut.


“Salam Putri” Ucap Yuto yang saat itu juga memberi Hormat.


“Sama-sama” Ucap Yuto yang saat itu mengakat wajahnya, Tuan Putri tampak sanat terkejut, bahwa laki-laki yang ia lewati, saat ini adalah penyelamatnya


“Perkenalkan aku Sovia Grimory, Kalau boleh tau siap namamu”


“Kazuragi Yuto, Jika tidak Hal lain lagi, saya mohon Pamit, dan sebaiknya berhati-hati di jalan, permisi” Ucap Yuto yang saat itu beranjak meninggalkan Tuan Putri.


Setibanya di istana


“Apa? Siapa yang berani menyerang Putriku” Ucap raja dengan penuh kemarah, saat mendengar berita penyerangan Putrinya.


“Tampaknya ada seseorang yang mengirimkan assassin untuk mencelakankan Putri” Ucap pemipin pengawal yang saat itu juga menyerahkan sebuah kunai


“Kunai ini, sepertinya mereka telah berhasil menyusup kekerajaan ini”

__ADS_1


“Sebenarnya Mulia, kami beruntung ada pria yang hebat yang saat itu membantu kami”


“Siapa orang itu?”


“Kalau tidak salah Namanya Kasuragi Yuto, ia sangat hebat, dengan mudah ia dapat mengalahkan assassin sendirian”


“Kazuragi Yuto, Pria yang menarik, sudah lama aku tak mendengar nama Kazuragi” ucap raja, saat itu tersenyum, yang tampak mengetahui Clan Kasuragi.


“Kalau begitu temukan bocah itu, dan ajak dia kemari, bilang padanya raja ingin bertemu denganya” Pinta raja


***


Di sebuah tempat lain, yaitu kamar Putri sovia berada, terlihat saat ini dirinya tengah berbaring, ia menutupi wajahnya yang tampak memerah dengan sebuah bantal


“Yuto yaa, Pria yang menarik” Ucap tuan Putri yang tampak sadar terus membayangkan wajah Yuto.


Di sebuah Penginapan, di dalam sebuah ruangan yang lumayan Luas, tampak sebuah ranjang yang lumayan besar, yang saat itu di atasnya terdapat seorang pria yang terbaring sambil memikirkan sesuatu.


“Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa mereka secara terang-terangan meyerang Putri” Gumam Yuto dalam hatinya


“Sepertinya aku harus berhati-hati mulai sekarang, tak lama lagi aku pasti akan menjadi target mereka karena menggalkan rencana mereka” Yang saat itu dari kejauhan tampak soso assassin yang mengawasi Yuto dari sebuah Menara yang sangat jauh, Assasin tersebut mengenakan sebuah Topeng, yang di atassanya mengenakan Topi sawah.


Kini malam telah larut, kota tampak sepi, beberapa penjaga masih tetap terjaga, di temani cahaya Bulan, suara jangkir terdengar dimana.


Saat itu ada soso banyang Hitam berjumlah lima bergerak cepat menuju ke arah Yuto beradad.


“Sepertinya ada yang datang” Ucap Yuto yang terbangun dari Tidurnya, Ia merasakan aura yang saat ini menuju ke arahnya


Tak lama setelah itu Yuto kemudian bangkit dari ranjangnya, dan mengambil sebuah pedang yang berada di dekatnya.


Ia kemudia berlari keluar melawati sebuah jendela yang berada dalam kamarnya


“Siapa Kalian sebenarnya” Ucap Yuto yang saat itu muncul secara tiba-tiba di depan assassin tersebut


“Apa, bagaimana bisa ia menyadari keberadaan kami” Ucap salah satu Assasin yang tampak terkejut karna sedari awal mereka telah menghilangkan Hawa keberadaan mereka

__ADS_1


“Kenapa Kalian Diam saja jawab, pertanyaanku” sambil mengacungkan pedangnya ke Arah Lima Assasin tersebut.


Tampa menjawab sekatapun mereka menyerang Yuto…


__ADS_2