Place Of Death

Place Of Death
Akhir pertarungan Puncak


__ADS_3

Di Chapter sebelumnya Yuto berhasil memenangkan pertarungan yang sangat sengit.


****


“Tuan, Apa yang selanjutnya kita lakukan?” tanya Ken yang menunggu perintah langsung dari Yuto, yang saat itu telah berhasil membunuh semua lawan-lawannya


“Sebaiknya segera pergi ketempat raja berada, sepertinya saat ini pasukan musuh berjumlah sangat banyak”


“Baik tuan”


“Klau begitu kita berpisah di sini, aku akan pergi ke tempat tuan Putri berada untuk melindungi dan memastikan ke keadaannya” Ucap Yuto yang saat itu merekapun berpencar


Di lokasi raja saat ini.


“Semuanya jangan sampai lengah” Teriak raja yang memberi semangat pasukannya


Raja dengan gaga berani menyerang ke garis depan, yang saat itu di ikuti oleh pasukan yang saat ini mengikutinya


Namun saat itu tiba-tiba sebuah bongkahan batu dengan bola api menuju ke arahnya, namun dengan mudah ia menahan semua serangan tersebut dengan pedangnya.


“Pasukan Panah bersiap dan pasukan Sihir lindungi para warrior kalian, jangan sampai terkena oleh serang dari penyihir lawan” Perintah raja


Meskipun saat ini bala bantuan belum juga datang, namun dengan pengalamanya yang pernah terjun di sebuah medan pertempuran, dengan mudah dapat mengendalikan situasi


Berbeda dengan Lawannya yang sama sekali belum mempunyai pengalaman memimpin pasukan, Di medan pertempuran.


Raja terus melancarkan serangan kepada musuhnya, sampai suatu waktu ada sosok pria yang postur tubuhnya dan ukuran tubuhnya sama dengan Raja, meloncat dan melancarkan serangan dengan sebuah pedang besar kepada raja.


Meskipun Raja Berhasil menahan serang tersebut namun, raja terpaksa meloncat dari kudanya, hal ini di sebabkan kuda yang ia tunggangi tak mampu Manahan bobot tekanan yang di hasilkan dari serangan barusan.


“Lihat itu bukankah itu bos” ucap salah satu pria yang merupakan tentara bayaran

__ADS_1


“Yaa kau benar itu Bos” ucap pria lainnya


“Hooo, sepertinya kau merupakan pemimpin dari pasukan ini” Ucap Raja


“Yaa, kau benar, aku pemimpin dari pasukan tentara bayaran tersebut”


Ditengah percakapan itu, tiba-tiba saja sebuah rantai berkecepatan tinggi menuju ke arah raja, namun dengan mudah raja menahannya, dan rantai tersebut terpental menenai sebuah batu yang lumayan besar, dan batu tersebut hancur seketika.


“Sebaiknya kalian tak melupakan aku” ucap Pria yang menggunakan sebuah rantai yang tak lain pemimpin bandi.


“Sepertinya Pria tua itu sangat bodoh, ia menyewa seorang bandit dan tentara bayaran untuk menyerang ku, Betapa naif nya” Ucap raja yang saat itu kedua pemimpin kelompok tersebut sangat marah, mereka tak terima diri mereka di rendahkan.


“Dasar pria sombong, beraninya kau merindukanku dan pasukanku” Ucap tentara bayaran tersebut, dan saat itu ia kemudian menyerang ke depan, namun dengan mudah raja menahan serangan tersebut


“Hooo apakah ini saja kekuatanmu” Ucap raja saat kedua pedang mereka bertemu, namun dari arah lain sebuah rantai kembali menyerang raja, namun dengan mudahnya raja menangkap rantai tersebut


Dan saat itu juga ia menekan pedangnya yang membuat Tentara bayaran itu terhempas beberapa Langkah, dan kemudian menarik rantai yang ada di genggamannya, membuat pria yang menggunakan rantai tersebut, tertarik kearah raja, Dan dengan bringas raja mengayunkan pedangnya memotong pria itu menjadi dua bagian.


“Ampuni aku, aku akan mundur, dan tidak akan menyentuh kerjaanmu lagi”


“Biar kuberi tahukan kepadamu, mereka yang terlanjur mengarahkan pedangnya kepadaku tidak akan kubiarkan hidup, terutama berani melukai keluargaku dan pendudukku, meskipun ia anak bayi sekalipun” Ucap raja yang memancarkan aura membunuh


“Tidak, tolooonggggg” ucap tentara bayaran tersebut yang saat itu ia pun tewas terkena tebasan pedang dari raja.


Dan tak lama muncul dari arah gerbang kerajaan, terlihat bala bantuan telah tiba, terlihat pasukan kerjaan yang mengenakan sebuah zirah lengkap menuju kemedan pertempuran, tak hanya itu terdapat sosok Golem yang sangat besar yang di kendalikan oleh penyihir kerajaan yang merupakan penyihir elit milik kerjaan.


“Sebaiknya kita lari, mustahil kitab bisa menang” Ucap salah satu tentara bayaran yang saat itu juga meraka mundur meninggalkan pasukan utama Cland Hibari


“Kemana kalian semua, bukankah aku membayar kalian, jangan mundur aku akan bayar kalian dua kali Lipat” Ucap pemimpin cland, namun hal itu sama sekali tidak di hiraukan oleh prajurit bayaran dan bandit


Yang saat itu terpaksa ia harus mundur dan kembali di kediamannya.

__ADS_1


Raja yang melihat hal itu memutusakan untuk menuju ke istana, karna tujuan utamanya ialah mengusir musuh-musuhnya.


Di tengah perjalan ia melihat ken yang saat itu berlari menghampirinya.


“mengapa kau disini? Bagaiman kondisi istana sekarang?” tanya raja yang tampak khawatir


“Semuanya baik-baik saja dan saat ini tuan Yuto menuju ke ruangan tuan putri untuk melindungi tuan putri” Saat itu pun ken menjelaskan apa yang telah terjadi di istana sambil meraka berjalan menuju istana.


Di dalam Istana, tepatnya dikamar tuan putri, pintu ruangan tuan putri perlahan terbuka membuat mereka yang berada didalam tampak sedikit panik, penjaga yang saat itu berada di dalam tengah bersiap-siap untuk menyerang apa bila musuh datang


Namun saat pintu itu terbuka terlihat sosok laki-laki yang tampak tak asing, Putri yang melihat pria tersebut berlari dan memeluknya


“Yuto, apakah kau baik-baik saja?” tanya putri Sovia yang tampa sadar semakin erat memeluk Yuto


“Yaa, aku baik-baik saja” ucap Yuto yang masih agak terkejut dengan putri yang saat itu tiba-tiba memeluknya, namun ia paham saat ini putri sengat ketakutan, dan kuatir akan dirinya.


Ratu yang melihat hal itu hanya tersenyum, dan kedua adik dari putri Sovia hanya terbengong melihat kakaknya yang memeluk pria lain selain dirinya dan ayahnya.


****


Dua hari setelah kejadian, raja memutusakan mengumpulkan pasukannya menuju kekediaman Cland Hibari untuk melakukan penyerangan dan menangkap pemimpin Cland.


Saat penyerangan itu Yuto tidak di ikut sertakan, ia di tugaskan untuk melindungi kerajaan, dan memimpin pasukan yang saat ini berada di ibu kota kerajaan.


Sesudah penyerangan yang di menangkan oleh kerajaan, pemimpin Clandpun di hukum pancung yang di saksikan oleh penduduk, yang berada di ibu kota kerajaan.


Dan mereka yang saat itu juga melawan juga di hukum pancung, sedangkan anak-anak, Wanita dan para paruh baya, serta mereka yang tidak melawan, di biarkan hidup namun kali ini di awasi ketat oleh pasukan kerjaan agar mencegah terjadi pemberontakan yang kedua kalinya dari Cland Hibari.


Dan untuk pertambangan yang sebelumnya milik Cland Hibari di ambil alih oleh pihak kerajaan, namun mereka yang saat itu bekerja di tambang tersebut tetep di berikan upah sesuai dengan yang selama ini meraka dapatkan


Dengan hasil ini Cland Hibari di resmikan telah Hancur….

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2