Place Of Death

Place Of Death
Hadiah Terakhir Dari Yuto


__ADS_3

Di chapter sebelumnya, penduduk desa di serang oleh sekelompok bandit


“Sial apa yang terjadi mengapa mereka semua tak datang membantu” ucap bos bandit Itu yang tampak Panik, kerena satu persatu anggotanya sudah mulai berjatuhan,


Semuanya serang tetap maju jangan berhenti bergerak” Ucap bos bandit itu yang menyadari bala bantuan tak kan Tiba


“Semuanya bersiap mereka akan Menyerang” Ucap Pemuda itu yang melihat bandit tersebut, mulai menghampiri mereka.


Dan tak lama setelah itu pertarungan jarak dekat pun terjadi, Miky yang saat itu telah bersiap mendapatkan sebuah serangan dari bandit yang saat itu menghampirinya, meskipun Ia berhasil menahan serangan itu, namun secara tenaga ia kalah, dari bandit-bandit itu.


“Sial, aku tak menyangka pertarungan sesungguhnya akan seperti ini” Ucapnya dalam hati saat menahan Tebasan Pedang bandit Itu.


Meskipun mereka kurang pengalaman dalam perang sesungguhnya, namun karena Latihan yang keran telah mereka lalui. Membuat mereka dapat bertarung dengan sengit melawan bandit itu.


“Serang para pemanah terlebih dahulu” perintah pemimpin bandit itu yang sedari tadi merasa kerepotan akibat pasukan pemanah.


“Tak aku biarkan” Ucap salah satu pemuda desa yang saat itu menahan salah satu bandit yang menuju ke arah pemanah, namun beberapa lainnya tampak lolos


“dasar bocah sialan” Ucap salah satu bandit itu yang berhasil memanjat, dan saat ini menyerang pemanah itu.


Namun di luar dugaan mereka, pemanah yang mereka serang dapat melakukan perlawanan.


“apaan ini bagaimana bisa seorang pemanah bisa bertarung jarak dekat” Ucap bandit itu yang terkejut, saat serangannya berhasil di hindari


“apa yang sedang kau pikirkan paman” Ucap salah satu pemanah yang saat itu berhasil melayangkan Pukulan, tepat di dagu bandit itu yang berhasil membuat bandit itu terjatuh dari atas atap, tak hanya itu dengan cepat pria itu melepaskan tembakan ke arah kepala bandit itu, yang membuatnya tewas seketika.


“Sial sepertinya para pemanah bisa bertarung jarak dekat” ucap Bos bandit itu yang melihat satu persatu anak buahnya yang bertarung dengan para pemanah berhasil di kalahkan.


Ia yang merasakan sudah terdesak dan mustahil untuk menang memutuskan untuk mundur.


“semuanya mundur” perintah bos bandit itu yang bergegas berlari keluar desa.


“jangan ada yang kejar, semuanya cepat tolong yang terluka, saat ini tujuan kita adalah mengusir bandit itu bukan untuk melenyapkan mereka” Ucap Pemuda itu yang menjadi komando, ia dengan tenang dapat memutuskan pilihan yang terbaik.


Sesuai dugaan Yuto, ia memang seorang pria yang sangat Bijak dalam memimpin sebuah pasukan.


Miky yang melihat bandit itu mundur tampak senang kerena mereka semua berhasil melindungi desanya, tampa ada yang tewas, dan hanya mengalami luka-luka yang tak terlalu parah.

__ADS_1


Namun saat itu Yuto yang tak jauh dari desa itu, tersenyum puas karena mereka berhasil mengusir bandit itu.


“Sepertinya mereka sudah berkembang jauh” Ucap Yuto


“Sepertinya kau tak bisa menyembunyikan kekhawatiran” Ucap Peri itu yang sembari tersenyum


“Sepertinya begitu” Ucap Yuto yang tersenyum malu


“Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang? " tanya peri itu kepada Yuto


" tentu saja aku akan menghabisi bandit-bandit berlarian" tegas Yuto yang saat itu mulai membidik bandit itu dari kejauhan


yang saat itu ia melesat ketiga tembakan anak panah, anak panah itu melesat dengan sangat cepat dan tepat mengenai kepala ketiga yang berada di situ.


Hal itu membuat Bos Bandit tampak sangat panik " apa yang terjadi Siapa melesatkan panah tersebut"


" Sepertinya itu bukan mereka tapi berasal dari luar Desa ini" ucap Bos bandit itu


Mickey yang melihat Bandit itu tiba-tiba saja terkena anak panah pada saat menuju pintu keluar desa.


" itu pasti dia aku yakin" ucap Nike yang mengetahui siapa yang melakukan serangan itu.


duduk desa yang menyaksikan hal itu bersorak-sorak, mereka sangat senang karena telah berhasil mengalahkan Bandit itu, di mana Bandit itu telah tewas.


mereka yang melihat dari kejauhan, membungkuk sambil mengucapkan terima kasih kepada YouTube, yang melihat hal itu tampak tersenyum senang.


dan tak lama setelah itu ia kemudian membalikkan badannya dan mulai beranjak meninggalkan Desa itu bersama dengan peri.


" itulah hadiah terakhir yang kuberikan kepada kalian semua" ucap Yuto yang tertuju kepada seluruh penduduk desa.


ksetelah peperangan tersebut selesai, penduduk desa yang terluka, mendapatkan pengobatan dari tabib yang kebetulan berada di desa itu.


Tak hanya itu mayat-mayat Bandit tersebut mereka kumpulkan, mereka juga menguburkan Bandit tersebut dengan layak.


Meskipun mereka pernah melakukan kejahatan, namun mereka tetaplah makhluk hidup, karena bagi penduduk desa tersebut, sejahat apapun seseorang pasti memiliki nilai kebaikan.


keesokan harinya, Miky dan yang lainnya kembali berlatih seperti biasanya, nikah sama sekali tak merasakan kelelahan, akibat pertarungan semalam yang mereka lakukan.

__ADS_1


di satu sisi Yoto yang saat itu meninggalkan desa, tampak sangat lega, Iya sama sekali tak merasakan penyesalan karena telah meninggalkan desa tersebut.


Iya kemudian melanjutkan perjalanannya, ke tempat Tujuan yang tercantum dalam peta itu.


sedangkan peri penjaga hutan, tinggal di reruntuhan tersebut, meskipun Yoto mengajaknya untuk ikut bersamanya, Iya sama sekali tak mau meninggalkan reruntuhan itu.


karena baginya reruntuhan itu adalah rumahnya, Iya terlahir di reruntuhan itu dan akan tetap tinggal di reruntuhan itu, Apapun Yang Terjadi.


dua hari telah berlalu, sejak Yuto meninggalkan desa, Ia memutuskan untuk beristirahat di sebuah desa, yang kebetulan desa tersebut masih dalam jalur perjalanannya.


tampak Desa itu dijaga oleh beberapa prajurit, Tak hanya itu Desa itu juga memiliki sebuah benteng yang terbuat dari kayu yang menjulang tinggi, setiap ujungnya berbentuk runcing.


" Permisi tuan sesuai dengan aturan dari kepala desa, sebelum Anda masuk Anda harus menunjukkan identitas anda"


Yuto yang saat itu telah menyimpan seluruh perlengkapannya di dalam cincin penyimpanan tersebut, membuat dirinya sama sekali tak dicurigai bahwa ia adalah seorang petualang


Yoto kemudian mengeluarkan tanda pengenalnya yang baru saja ia terima oleh raja gremory


pasukan penjaga gerbang pun terkejut melihat identitas Yuto, karena tanda pengenal Yoto telah tercantum bahwa ia adalah seorang bangsawan, status yang tinggi.


"maafkan aku Tuan muda, kami telah mengganggu perjalanan Anda, silakan Anda lewat, aku akan melaporkan kedatangan anda kepada kepala desa" ucap Prajurit itu


"tak perlu kalian tak perlu melaporkan kedatanganku kepada kepala desa, saat ini aku hanya sedang melakukan perjalanan ke sebuah tempat dan kebetulan Desa ini masih menjadi rute perjalananku" Jelas


"Baik Tuan" ucap prajurit itu sembari memberi hormat


"Apakah kalian tahu di mana penginapan di desa ini?" tanya Yuto


"aku mengetahuinya Tuan jika tak keberatan aku akan mengantar anda" ucap salah satu prajurit


"tak perlu aku tak mau menjadi pusat perhatian, cukup tunjukkan saja arahnya, biarkan aku pergi sendirian" jelas Yuto


"Baik Tuan" ucap prajurit itu. yang kemudian menunjukkan arah menuju penginapan yang berada di desa itu.


sedikit informasi


di dunia ini sebuah desa biasanya dipimpin oleh seorang Baron, Baron merupakan tingkat bangsawan terendah, Meskipun begitu mereka tetap dihormati, karena mereka sebelumnya adalah seorang ksatria yang terangkat menjadi bangsawan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2