Place Of Death

Place Of Death
Gurun


__ADS_3

Saat ini Yuto melanjutkan perjalanan, dimana saat ini ia baru saja melakukan sebuah pembantain.


Ia tampak berjalan kaki, dimana kuda yang sebelumnya ia gunakan telah hilang entah kemana hilangnya.


Ia tampak kembali membuka peta yang sebelumnya di berikan oleh raja Grimiri, dimana saat ini ia akan menuju ke tempat itu.


Saat ini yuto baru saja keluar dari hutan kematian tersebut, sepanjang jalan ia berhadapan dengan berbagai monster, namun dengan kekuatannya yang sekerang ia dengan muda mengalahkan semua moster yang ia temui di dalam hutan


“Sudah lama aku tak meliahat dunia luar, seperti biasa udarnya jauh lebih segar jika di bandingkan hutan ini” Ucap Yuto, kini ia menyadari.


Saat ini hari telah sore, yang saat itu membuat dirinya untuk memilih istirahat terlebih dahulu, sembari menikmati senja, ia tampak tengah menyantap beberapa daging yang baru saja ia bakar.


“Indahnya, aku harapa dunia ini selalu seperti ini” Ucap Yuto yang saat itu menghebuskan nafas Panjang.


Tampak saat ini dirinya mulai bisa melupakan kejadian yang baru saja ia alami, dimana saat ini ia tampak tersenyum.


Saat malam tiba terlihat Yuto duduk di sebuah batu yang besar yang saat itu di depannya terdapat sebuah danau.


Di batu itu ia melihat bulan purnama yang sangat indah, angin malam yang bertiap membuat dedaunan tampak seperti menari.


Sembari menghela Nafas Panjang Yuto kemudian berkata. “kek saat ini aku telah keluar dari desa, bahkan berkat kekek dan semuanya aku sudah bertambah kuat, aku harap kakek dan yang lainya tenang disana” Ucap Yuto yang saat itu juga ia memutuskan untuk tidur.


Kesesokan paginya, Yuto saat ini tampak menikmati ikan bakar, di pinggiran danau tesebu, terlihat banyak sekali ikan yang ia dapatkan, sesudah itu, tak lupa dirinya memasukan sisa ikan yang ia bakar sebelumnya kedalam cincin penyimpanan.


“enaknya, sepertinya aku harus bergegas, aku sudak lama menunda perjalananku” Ucap Yuto yang saat itu ia mematikan api sisa pembakarannya dan menjutkan perjalanan.

__ADS_1


Didalam perjalan ia tampak tak menemukan kendala apapun, tak hanya itu bahkan sesekali dirinya mendapatkan sebuah buah dari hasil hutan yang ia petik.


Tak lupa juga ia memakannya, tampak buah yang ia makan tersebut sangat lezat, di tengah-tengah perjalanan yang damai itu ia melihat beberapa berapa orang tampak sedang beristirahat


“sepertinya mereka kelelahan” Ucap Yuto yang saat itu melihat mereka semua tampak lusu, ia kemudian menghampiri mereka.


“permisi apakah kalian baik-baik saja” tanya Yuto saat menghampri mereka


“kami haus” Ucap Salah satu pria itu.


Yuto yang mendengar hal itu kemudian, mengeluarkan beberapa kantor air dari cincin penyimpanannya. “minumlah ini, aku harap cukup untuk kalian semua” Ucap Yuto yang saat itu memberikan mereka kantor air tersebut.


Dan tak lama setelah itu mereka kemudian mulai membaik. “ terima kasih anak muda, berkat kau kamu tak lagi kehausan” Jelas Pria itu, Yuto yang mendengar hal itu tampat sedikit keheranan mengapa biasa mereka kehausan di hutan ini terlebih lagi di sekitar tak jauh dari Danau.


“apa yang terjadi paman mengapa kalian semua tampak kehausan, bukankah di hutan ini banyak sungai yang mengalir” tanya Yuto yang penasaran


“gurun” Gumam Yuto dalam hatinya, yang saat itu tampak sedikit keheranan, namun dari kondisi meraka saat ini mereka pasti tak berbohong.


“sepertinya aku harus melawati Gurun itu, apakah sebaiknya aku mengajak mereka” Ucap Yuto dalam hatinya, yang saat ini kebingungan untuk mengajak mereka atau tidak.


Maka dari itu ia kemudian memutuskan untuk menyakan hal tujuan mereka. “mengapa paman ingin melewati gurun itu apakah ada sesuatu yang mendesak” Tanya Yuto yang saat itu mengambil kembali kanton air tersebut.


“kami merupakan seorang tabib nak kami menerima surat, bahwa saat ini ada sebuah desa di gurun tersebut terkena sebuah wabah, dan kami ingin kesana untuk mengobati penduduk yang berada di gurun itu, namun sayang saat kami berangkat kesana, ada sebuah monster kadal yang besar menyerang kami, namun beruntung kami berhasil selamat, akan tetapi saat dalam pelarian, persedian air kami terjatuh, maka dari itu kami terpaksa untuk kembali pulang” Jelas Pria itu.


Yuto yang mendengar hal tersebut mengerti alasan mengapa mereka tampak kehausan. “baiklah bagaimana jika kalian paman semua ikut bersamaku, aku akan menemano paman semua” Jelas Yuto yang saat itu memberi meraka penawaran.

__ADS_1


“tapi nak bagaimana dengan kadal raksasanya jika ia menyerang kembali” Ucap Pria itu


Yuto yang mendengar hal itu hanya tersenyum, ia kemudian mengeluarkan lencana petuangalnya kepada mereka berlima. Yang saat itu membuat mereka semua tekejut.


“inikan lencana tinggak Legend” Ucap mereka semua yang saat itu tekejut, di mana mereka tak menyangka saat ini mereka bertemu dengan seorang petualang tinggakt Legend, dimana tak hanya langka, Yuto Juga terbilang masih sangat muda.


“jadi bagiamana apakah paman semua tertarik?” Tanya Yuto sekali lagi. Yang saat itu tampak mereka semua saling bertatapan dan mengangguk.


“baiklah kami akan mengikutimu, mohon bantuannya” Ucap Pria itu


“baiklah tak usah takut aku pasti akan melindungi kalian semua dengan aman, cukup beri tahu aku dimana jalan menuju desa itu” Ucap Yuto yang saat itu juga mereka kemudain berangkat.


Dan benar saja tak jauh dari hutan itu terdapat sebuah padang pasir, yang dimana jika di lihat dari atas, tampak hutan dan gurus tersebut terbelah dimana yang satunya di penuhi dengan tumbuhan dimana yang satunya lagi hanya sebuah padang pasir yang tak memiliki pepohonan.


“yang benar saja kau tak menyangka ada yang seperti ini” Ucap Yuto dalam hatinya yang terkejut dengan yang baru saja ia lihat.


“baikla mari kita berangkat semuanya” Ucap Yuto yang saat itu mulai berjalan bersama ke empat tabib lainya.


Kini mereka semua telah mulai jauh dari hutan, tampak saat ini terliahat ke empat tabibnya mulai tampak kelelahan, dimana saat ini keringat telah membasahi Dahi mereka.


Dan tak lama setelah itu sebuah guncangan membuat mereka semua bergetar, yang saat itu juga salah satu dari mereka berkata. “Itu pasti Kadal Gurun”


Yang saat itu juga dari dalam pasir muncul sosok Kadal yang besar tepat berada di hadapan kalian, yang saat itu membuat mereka berempat ketakutan.


“besar sekali” Ucap Yuto yang saat itu juga ia kembali melajutkan. “Tapi kau bukalah sebuah ancaman” Ucap Yuto yang saat itu juga menebas kadal Gurun tersebut dengan pedang terkutunya yang selalu ia simpan di pinggangnya. Dan seketika kadal tersebut terbelah menjadi dua bagian

__ADS_1


“Bukankah sudah kubilang kau pasti melindungi kalian” Ucap Yuto yang saat itu juga membuat mereka semua terpana dengan kekuatannya.


Bersambung….


__ADS_2