Place Of Death

Place Of Death
Asal Mula Zona perang


__ADS_3

Di Chapter selanjutnya Yuto Berhasil Mengalakan Kozuki, dan Tak hanya Itu penduduk yang berada di desa tersembunyi mendadak menghilang.


Yuto saat itu mulai beranjak menuju kearah tetua desa, ia mengikuti aura tetua desa tersebut, di tengah – tengah perjalanan Yuto bertemu Senior


“Senior, Tunggu” Panggil Yuto yang melihatnya dari arah yang lumayan jauh


“Yuto apa yang kau lakukan di sini bukankah kau kuperintahkan untuk menjauh” Ucapa tetua desa tersebut, yang saat itu ia menyadari saat ini Yuto hanya sendirian tampa di temani bawahannya.


Yuto pun menjelasakan kepada Senior tersebut tetang apa saja yang terjadi padanya baru- baru ini, dan tak hanya itu iapun memohon kepada senior agar mengikut sertakannya.


“Baiklah, aku izinkan kau ikut bersamaku, lagian semuanya sudah terjadi”


“Senior Siapa sebenarnya tetua desa itu?” tanya Yuto yang tampak penasaran


“Dia adalah teman baiku dulu, Sebenarnya aku berasal dari desa tersebut”


“Spertinya semuanya mulai masuk akal, Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Yuto yang penasaran


“Baiklah aku akan memberi tahukanmu dengan sangat singkat” Ucap tetua yang saat itu meceritakan masa lalunya


Seratus tahun yang lalu sebelum terjadinya peperangan besar, Senior dan tetua tersebut merupakan Rival abadi meskipun mereka sering ingin menjadi yang terbaik, namun hal tersebut membuat mereka menjadi lebih dekat


“Sepertinya Kali ini kau kalah Yaiba?” Ucap Senior tesebut yang memanggil nama tetua desa


“Lain kali aku pasti akan menang Shin” balas tetua desa yang memanggil nama senior tersebut


“Yaiba aku ada hal yang menarik ingin kusampaikan kepadamu”


“Apa itu”


“Bagaiman klau kita pergi keluar desa dan menjelajah dunia Luar, Bukankah itu menarik”


“Idemu bagus juga”


“baiklah klau seperti itu, besok kita bertemu di gerbang desa”


Keesokan Paginya merekapun bertemu, dan sama-sama menuju dunia luar yang dimana kondisi dunia saat ini belum stabil akibat pertarungan antara Noki Masahi melawan Aliansi Kekaisaran, banyak hal yang telah mereka lalu, rintangan demi rintangan mulai Bersama-sama mereka lalui di dunia yang penuh kekacauan ini, sampai tak terasa saat itu juga mereka mulai bertambah kuat.


Sampai suatu waktu mereka berdua bertemu Kitetsu, yang saat itu sendirian tengah bertarung melawan gerombolan moster

__ADS_1


Mereka berdua takjub dengan Teknik berpedang kitetsu yang sangat indah, namun mematikan.


“Heii kau, siapa namamu?” Ucap Yaiba yang tiba-tiba saja menghampri Kitetsu


“Kitetsu, sepertinya kalian berdua sedari tadi mengawasiku” Balas kitetsu yang saat itu ia menyarungkan pedangnya, Yang dimana pedang yang saat ini Ia gunakan adalah pedang yang akan dia berikan kepada Yuto


Saat itu pun mereka bertiga Bersama melanjutkan petualangan tak lupa juga Kitetsu mengajak mereka berdua kekediamannya, dan selajutnya mereka juga mengajak Kitetsu ke desa mereka tinggal


Di tengah perjalanan atau lebih tepatnya saat memasuki Goa yang menuju desa tersebut, mereka bertiga Tiba merasakan sesuatu aura yang misterius, saat itu pula mereka bertiga menuju ke aura tersebut meresa.


Tak sadar kini mereka memasuki bagian terdalam dari Goa tersebut, saat itu juga mereka meliah sebuah pedang yang memancarkan aura tersebut


“Hentikan, Yaiba Sebaikanya kau jangan mengambil pedang tersebut” Ucap Shin yang saat itu mengehitikan yaiba yang berniat untuk mencabut pedang tersebut


“Kau benar sepertinya pedang itu berbayaha” Ucap Kitetsu


Namun Yaibapun mengindahkan peringatan Mereka berdua dan tetap mecabut pedang tersebut


“Lihatkan Tidak terjadi apa-apa kepadaku”Ucap Yaiba


“Sepertinya kau benar” ucap Kitetsu, namun di Satu sisi Shin tetap merasa waspada dengan pedang tersebut, Sampai pada Akhirnya merekapun Kembali menuju kedesa


Berepa hari telah berlalu Kitetsu memutuskan untuk Kembali pulang, meninggalkan desa tersebut,


Akhirnya dipilihlah mereka berdua sebagai calon terkuat, hal ini tak lain karna di desa tersebut merka berdualah yang saat itu menjadi yang terkuat.


Shin yang saat itu tidak tertarik untuk menjadi tetua di desa memutuskan untuk mengundurkan diri, sehinggah Yaibapun terangkat menjadi tetua desa.


Setelah terpilhahnya Yaiba menjadi tetua didesa tersebut, hari Demi hari ia menyadari bahwa ada yang berubah dengan sikap Yaiba.


Shin yang saat itu mengahampri Yaiba dan bertanya mengapa dirinya tampak berubah,


Namun Yaiba sama sekali tidak menhiraukan Shin, sampai suatu malam Shin merasakan ada aura yang pernah ia rasakan sebelumnya


Saat itu juga Shin segera pergi ketempat Yaiba berada dan Akhirnya hal yang selama ini dia kwatirkan terjadi, Yaiba sekarang telah terpengaruh oleh Pedang tersebut.


Shin yang saat itu dengan Cepat menghampiri Yaiba, namun Yaiba yang merasa tidak senang dengan kehadiran shin menyerangnya.


Yang saat itu juga membuat Shin Terpental akibat serangan yang mendadak ia terima.

__ADS_1


“Apa maksut dari semua ini?” Ucap shin


“Aku ingin menguasai dunia ini, sudah sewajarnya bagi mereka yang kuat untuk memerintah dunia ini” Jawab Yaiba, Shin yang mendengar hal tersebut mencoba mengehentikan Yaiba


Terjadilah Pertaruangan yang sangat sengit, perlahan tapi pasti tampak Yaiba saat ini Lebih unggul terkena sebuah serangan dari yaiba, yang membuat dirinya jatuh pingsan.


Yaiba yang saat itu melihat shin pingsan memutuskan untuk membiarkan dirinya tetap hidup mengingat Shin pernah menjadi teman baiknya.


Ke esokan harinya Shin tersadar dari pingsanya, saat itu juga ia bergegas bangun Kembali mencari yaiba, Ia menemukan Yaiba sedang mengumpalkan penduduk desa, Terdengar dengan lantan Yaiba melontarkan sebuah Kalimat.


Yaiba mengajak Penduduk Desanya untuk ikut bersamanya menguasai dunia dengan segala rayuwannya.


Penduduk yang terhasut oleh rayuwan Yaiba memtuskan untuk ikut bersamanya, meskipun sebagaian lainya tampak tak setuju namun mereka sama sekali tidak mencoba menghalangi Yaiba.


Akhirnya telah di putuskan rencana tersebut akan di laksanakan 10 Hari kemudian, Shin yang mendengar hal tersebut berlari menuju Kediaman Kitetesu berada untuk meminta bantuan, Ia menyadari mustahil baginya untuk mengentikan Yaiba seorang diri.


Tiga hari kemudian Shin tiba di kediaman Kitetsu, dan menceritakan apa yang telah terjadi, Kitetsu yang mendengar hal tersebut terkejut, yang akhirnya dia pun memutuskan untuk membantu shin.


Dua hari sebelum pergerakan yang akan di lakukan oleh Yaiba, Kitetsu dan shin memutuskan bergerak terlebih Dahulu untuk mencegah Yaiba dan pasukannya keluar terlebih dahulu dari Goa tersebut.


Tak lupa Kitetsu membawa pasukannya yang


telah di lengakapi baju tempur dan senjata, sekaligus menjadi pemimpin dalam pertempuran tersebut, Di waktu yang bersamaan Yaiba terus mencarkan aura hitam yang membuat pasukannya yang terpapar aura tersebut bertambah Kuat, tak hanya itu, tampak juga ia dapat mengendalikan beberapa moster yang di jadikannya sebagai pasukannya.


Akhirnya hari yang telah di rencanakan telah tiba, saat ini kedua belah pihak bertemu, sesuai dengan perhitungan kitetsu, mereka bertemu di dalam Goa tersebut , yang dimana lokasih pertempuran mereka kita kenal dengan Zona perang.


“Hentikan Perbuatanmu Yaiba” Ucap Kitetsu saat itu


“Cihhh, Seharusnya aku membunuhmu saat itu” Ucap Yaiba yang saat itu menyesal tidak membunuh Shin saat itu


“Sebaiknya kau tidak ikut campur Kitetsu, Sebagai gantinya aku tak akan menyentuh Kediamanmu” Bujuk Yaiba kepada Kitetusu


“Tidak, aku tidak akan membiarkanmu berbuat seperti itu, aku tak ingin mereka yang tak berdosa menjadi korbanmu”


Saat itu mereka menyadari bahwa pertempuran tak terhindarkan.


“Semuanya Bersiap, Seraaaang” Teriak keduanya


Yang saat itu Terjadilah pertempuran antar pasukan Yaiba, melawan Pasukan yang di pimpin oleh Kitetsu dan Shin….

__ADS_1


Bersambung.....


..."By Alzan"...


__ADS_2