Place Of Death

Place Of Death
Identitas Pria Bertopeng


__ADS_3

Di chapter selanjutnya, Di perlihatkan Yuto yang tampak Bimbang untuk melanjutkan perjalanannya.


“Kemana aku harus pergi sekarang” Ucap Yuto dalam hati, namun hal ini tidak berlangsung lama.


“Apa yang Terjadi” Ucap Yuto, yang Kini Yuto menyadari saat ini Pedang Terkutuknya menunjukkan reaksi yang pernah dia rasakan sebelumnya.


“Nampaknya Aura itu membuat pedang ini bereaksi Kembali”


Namun berbeda dari sebelumnya Dimana Saat ini pedang tersebut hanya memancarkan sebuah aura yang sama, membuat Yuto menuju ke Arah aura Tersebut


“Sepertinya Jalan Ini tidak asing” Ucap Yuto yang tampak Familiar dengan jalan tersebut.


Dan benar Saja Kini Yuto menyadari saat ini dia menyadari Bahwa aura tersebut berasal dari Zona perang.


“Apa Itu?” Ucap ucap Yuto yang saat itu melihat dari kejauhan aura Hitam yang sangat Pekat dimana aura tersebut membentuk sebuah Bola Besar, yang menutupi sesuatu.


Dan tak hanya itu Kini dia merasakan Reaksi Dari pedangnya lebih hebat dari pada sebelumnya.


“Hussssss” Suara hembusan yang berasal dari Aura Hitam Tersebut


“Tetua Desa” Ucap Yuto yang saat itu juga aura hitam Tersebut Perlahan Menghilang dan tampak sosok tak asing baginya


“Nampaknya kau merasakannya Juga” Ucap Tetua desa Tersebut yang melihat Yuto telah berada di tempat itu


“Apa maksud dari semua ini?” Tanya Yuto


“Akhirnya waktu yang kutunggu-tunggu telah tiba” Ucap tetua Desa tersebut yang saat itu yang mencabut pedang yang sedari tadi ia tancapkan ketanah, dan ia Pun Mengabaikan pertanyaan dari Yuto


Yuto saat itu menyadari bahwa dirinya akan terlibat pertarungan saat ini, Kini Yuto mulai Kembali menggunakan pedangnya yang diberikan oleh Kitetsu.


Tak hanya Itu juga Kini Yuto telah mengaliri seluruh tubuhnya dan pedangnya dengan mana.


“Sepertinya kau berniat untuk mengehentikan ku” Ucap tetua itu


“Tentu saja, bagaimana bisa aku membiarkan Monster sepertimu Berkeliaran” Ucap Yuto


“Hahaha, Monster kau bilang, Apakah aku Terlihat seperti Monster” ucap Tetua itu, dan dilanjutkan Oleh kalimat.


“tak kusangka akhirnya kekuatan ini menjadi milikku, Jika bukan karna dirinya aku pasti telah menguasai Dunia ini” Ucap tetua itu

__ADS_1


“Dirinya” ucap Yuto yang saat itu teringat dengan sosok Kitetsu.


“Sebagai Bentuk Terima kasihku kepadamu aku akan memberikanmu sebuah Hadiah” Ucap tetua itu.


“Apa maksudmu?” Tanya Yuto yang tampak sangat terkejut


“Yaa berkat kau, aku dapat membangkitkan kekuatan ini, Apakah kau masih tidak menyadarinya”


“Jangan-jangan” Ucap Yuto yang saat itu teringat kejadian yang belum lama dia alami


“Tampaknya kau sekarang sadar” ucap tetua itu


Kini Yuto menyadari bahwa saat itu pedang terkutuk itu bukan hanya menyerap aura hitam yang ada saat itu, namun juga membuat segel dari energi tersebut lepas.


Kini dia menyadari bahwa segel yang di jelaskan oleh prasasti tersebut berada di dalam Goa ini.


“Jadi semuanya jelas mengapa Salamder berada di dalam Goa ini” Ucap Yuto


“Sang Jendaral Iblis BHELPHEGOR” Ucap Yuto yang tak sadar mengeluarakan kalimat tersebut


“Nampaknya kau mengetahui sesuatu mengenai Iblis” Ucap Tetua itu


“Memang benar saat ini kekuatannya mengalir dalam tubuhku, namun aku yang sekarang jauh lebih kuat di bandingkan dirinya, dengan di gabungkan dengan kekuatanku, saat ini aku menjadi tak terkalahkan” ucap tetua itu yang kemudian memancarkan aura hitam yang sangat kuat.


Bahkan mereka yang saat ini berada dalam goa tersebut ikut merasakan tekanan yang Luar biasa.


“Tekanan ini Ucap ketua yang sebelumnya bertarung dengan Penunggang salamander tersebut”


“Kalian semua Jangan ada yang ikut denganku sebaiknya kalian semua kembali kedesa” ucap ketua


“ tapi Ketua, mana mungkin kami membiarkanmu pergi sendiri” Ucap salah satu bawahannya


“Aku akan baik-baik saja, yang perlu sekarang kalian lakukan adalah Kembali kedesa, dan lindungi desa tersebut, mungkin tak lama lagi Monster akan berdatangan” Ucap ketua itu yang tampak mengetahui apa yang akan terjadi kedepannya


“Apa, monster” Gumam beberapa orang yang saat itu terkejut dengan apa yang baru saja ketua bicarakan.


“Baiklah semuanya Mari kita Kembali ke desa, mari kita lindungi desa itu, bukankah itu rumah kita” ucap Salah satu dari mereka


Yang saat itu membuat mereka semua bergegas ke arah desa tersebut, dan saat itu juga Ketua itu meninggalkan pasukannya dan pergi kearah energi tersebut.

__ADS_1


Di waktu yang bersamaan Yuto Telah bersiap Untuk melakukan penyerangan, namun saat itu juga Tiba- tiba saja sebuah Serang semburan api mengarah kepadanya.


Yuto yang saat itu dengan sigap memotong serangan tersebut dengan elemen apinya, yang saat itu juga membuat Tetua itu terkejut


Bagaimana Tidak, terlihat serangan api tersebut seakan – akan terlahap oleh elemen api Yuto.


“salam Hormat Tetua” Ucap Pria bertopeng tersebut, yang menunggangi salamander.


“Apa yang terjadi, apakah mereka berhasil mengalahkan Senior” Ucap Yuto dalam hati yang saat itu melihat pasukan bermunculan satu persatu.


“Kalian semua Serang Bocah itu dan berikan pedang Hitam yang ada padanya kepadaku” Perintah tetua itu Kepada seluruh bawahannya


Mereka segera menyerang Yuto secara bersamaan, di iringi oleh serangan api dari salamander tersebut, Yuto yang saat bergegas mengeluarkan Jurusnya Kembali.


Yang saat itu mengayunkan pedangnya dan terbentuklah Sebuah Pusaran angin yang saat itu juga ia memanfatkan semburan api yang mengarah kepadanya membuat api tersebut menyerang mereka semua dengan kobaran yang lebih besar.


Yang dimana Serangan itu berhasil mengenai beberapa pasukan yang mencoba menyerangnya.


Tak hanya itu tampak pasukan yang terkena serangan tersebut terbakar menjadi abu tampa tersisa, yang menunjukkan seberapa panas api yang di hasilkan oleh Salamander tersebut


“Sial ia memanfaatkan api tersebut” Ucap Pria bertopeng itu yang tampak Kesal, dan saat itu juga Pria bertopeng tersebut menyerang Yuto Bersama dengan salamander tersebut.


Yuto dengan segera Kembali bersiap menerima serang tersebut, Ia meloncat ke atas dengan sangat Tinggi, dan saat itu Juga ia melancar Kembali Tebasan yang di sertai dengan elemen angin yang mebentuk Bulan sabit mengarah ke pria tersebut.


Yang saat itu Berhasil mengenai Topeng Pria itu, saat itu juga Yuto menyadari bahwa Pria tersebut tidak lain dan tak bukan adalah Kuzuki.


“Seperti Dugaanku aku merasakan energi yang tak asing datang padamu” Ucap Yuto yang sedari awal menyadari bahwa Pria Tersebut adalah Kozuki


“hahaha, sungguh hebat, pantas saja saat itu tetua melarangku untuk membunuhmu”


“Kau memang pantas untuk di jadikan sebagai bahan uji coba dari kekuatan yang akan kami peroleh” Ucap Pria itu


Yuto yang medengar hal tersebut tersenyum


“Spertinya itu adalah kesalahan tersebesar kalian tidak membunuhku sedari awal” jawab Yuto yang saat itu mengancungkan pedangnya kepada mereka.


“Dasar B*j*Ng*n Sombong” ucap Kozuki yang tampak kesal…


Bersambung.......

__ADS_1


..."By Alzan"...


__ADS_2