
DI Chapter sebelumnya Yuto Bertemu dengan Tuan Putri Kerajaan Grimory, yang saat itu tengah di serang oleh Tiga orang Assasin, Dan akibat dari kejadian itu, saat ini dirinya menjadi target dari assain.
DI tengah malam yang yang sunyi, di saat penduduk terlelap tertidur, dan beberap pasukan kerajaan terlihat sedang berjaga di benteng-benteng dan di area istana di kota kerajaan.
Di tengah kota kerajaan tersebut, terlihat percikan cahaya yang di iringi suara Logam yang saling bertemu.
“Siap kalian sebenarnya, mengapa kalain menyerang Tuan Putri” tanya Pemuda itu yang tak lain Ialah Yuto.
Namun pertanyaan tersebut masih saja tak di jawab oleh kelompok Assasin tersebut, menyadari hal itu, ia kembali menyerang assassin itu.
Serangan demi serang terjadi menghiasi malam yang gelap dan sunyi, yang di saksiakan oleh rembulan yang bersinar terang.
“Sial, Bagaimana bisa Bocah ini sangat kuat” Ucap salah satu Assasin, tampa ia sadari Yuto kini telah berada di depanya yang melancarkan sebuah tebasan.
Sebuah kepala yang saat itu juga terpisah dari tubuhnya, yang memancarkan darah segar bagiakan air mancur, yang membasahi pakain Yuto, dan mebasahi tempat pijakan mereka saat ini
“Sepertinya kalian tidak akan menjawab pertanyaanku, maka dari itu, percuma membiarkan kalian semua hidup” Ucap Yuto dengan sorot mata yang tajam.
Assasin yang menyaksikan hal itu, tampak sedikit ketakutan, mereka merasakan sebuah aura dengan niat membunuh yang terpancar dari tatapan tajam Yuto.
“Apa yang harus kita lakukan, Sepertinya mustahil untuk mengalahkannya” Ucap salah satu assassin yang tampak ketakutan.
“Tidak usah takut, Kita berempat dan dia sendiri, Mari kali ini kita serang Bersama-sama” ucap yang lainya.
Mekeka kembali menyerang namun dengan serantak, saat itu juga Yuto menebas mereka dengan cepat, hanya terlihat kilatan cahaya saja di setiap ayunan pedang Yuto.
Saat itu juga ke empat Assasin tersebut, meyemburkan darah dari tubuh mereka, yang membuat mereka semuanya tewas seketika.
“Sepertinya Misi Kali ini akan lebih sulit” Ucap seorang Pria yang mengenakan sebuah Topi sawah yang sedari tadi mengawasi Yuto dari kejauhan.
“Sepertinya ada seseorang yang mengawasiku” Ucap Yuto yang merasakan sebah energi, membuat dirinya memalingkan wajahnya kearah energi itu, namun tak terlihat siap-siappun.
Membuatnya memasukan pedangnya kedalam sarungnya, dan beranjak kembali ke tempat tidurnya.
Keesokan Paginya di pagi yang cerah itu terdengar suara seorang Wanita berteriak, yang mengakibatkan semua masyarakat menuju ke sumber Suara.
__ADS_1
“Aaaaaaaaa” Suara teriakan Wanita, yang saat itu melihat sosok mayat yang jatuh dari atas rumahnya, yang saat itu yang tak lama pasukan yang saat itu berada mengampiri Wanita itu.
Yuto bisa saja menghilangkan jejak mayat-mayat tersebut, namun dirinya sengaja membiarkan mayat tersebut tergelatak, agar esok paginya di ketahui oleh pihak kerajaan, bahwa para assassin yang mengincar tuan Putri masih berkeliaran.
Ia juga tak berniat melaporkannya secara langsung, karna ia tak mau jika laporan yang berikan, mengakibatnya dirinya di curigai sebagai salah satu komplotan assassin itu, Karna dirinya adalah orang asing.
“Sebaiknya aku bergegas mencari makan terlebih dahulu” Ucap Yuto yang bergegas meninggalkan penginapan tersebut.
Di Sesampainya di sebuah Kedai, terlihat banyak Para petualang sedang duduk berbicang-bicang mengenai kejadian yang bru saja terjadi
“Apakah kalian mengetahuainya”
“Yaa, sepertinya ada seseorang telah menjadi target assain di wilayah inii”
“yaa, mungkin itu Tuan Putri target mereka, soalnya kemarin tuan putri di serang orang tiga orang assassin”
“Yaa, kau benar dan saat itu juga ada seorang anak muda yang menyelamatkannya”
“Benarkah?”
“Yaa itu benar aku menyaksikannya sendiri”
“Yaa itu benar, sepertinya saat ini dia menjadi incaran assassin itu”
Yuto yang saat itu berada di tempat itu, hanya mengunyah makanannya, namun ia sesekali melirik ke arah sekelompok orang yang sedang bercerita tersebut.
“Permisi, Boleh minta waktumu sebentar” seseorang menghampri Yuto yang mengenakan sebuah pakaian kesatria
“Yaa, ada yang bisa kubantu?” Balas Yuto yang saat itu mengarahkan pandangannya kearah pria itu, yang merupakan pemimpin pengawal tuan putri
Mereka yang saat itu berada dalam ruangan yang sama, melirik ke arah Yuto berada, yang seketika dirinya menjadi pusat perhatian.
“Perkenalkan namaku Ageres, ada hal yang ingin kusampaikan kepadamu”
“Baiklah, tunggu sebentar aku habiskan makananku terlebih dahulu” Ucap Yuto yang saat itu mempercapat makannya
__ADS_1
Setelah itu, Yuto menghampri Pria tersebut yang sedari tadi menggunya di bagian Luar di depan pintu Kedai
“Apa yang ingin kau sampaikan?” Tanya Yuto
“Raja Grimori ingin bertemu denganya, jika kau berkenan mari ikut bersamaku”
Yuto yang mengetahuinya dirinya yang suatu saat di panggil oleh raja, menerima ajakan tersebut.
Ia kemudian menaiki sebuah kereta kuda yang terbuat dari kayu yang sudah terampalas alus, dengan bentuk yang mewah di hiasi dengan berbagai macam ukiran yang indah,yang saat ini menuju istana kerajaan.
“Dari kejauhan kini telah terpampang dengan jelas gerbang istana yang sangat besar, yang berwarana putih yang di mana dengan ukiran berwarna merah yang setiap bagian tepi ukiran tersebut berwarnah ke emasan
Terdapat juga beberap penjaga yang mengenakan Zirah perang yang terbuat dari logam yang berwarna perak, di lengkapi helem dan masing dia antar kedaua tangannya, terdapat Tameng dan Tombak.
***
Di dalam Istana di tempat singgah sana raja Grimory
“Salam yang mulia, Perkenalkan aku Kasuragi Yuto, ada perlu apa Yang mulia memanggilku” Ucap Yuto sembari mememberi Hormat dengan mendudukan kepalanya
“Jadi kau, yang telah menyelamatkan Putriku” Ucap raja yang duduk di singgah sananya, di mana di belakangnya baik sisi kiri dan kanan, terdapat dua orang yang berdiri dengan perkasa.
Yang satunya lagi mengenakan pakaian layaknya kesatria dengan sebuah pedang Panjang, dan yang satunya lagi berpakayan layaknya seorang penyihir yang memegang tongkat kayu dan sebuah buku, berwarnah Ke emasan.
“Itulah adalah hal yang normal yang mulia, siapapun yang melihat hal tersebut akan melakukan hal yang sama” Ucap Yuto
“Yaa, kau benar, namun di antara kerumunan saat itu, kaulah yang pertama kali, dan menyadari hal itu”
“Itu hanyalah sebuah kebetulan, saat itu aku yang paling dekat dengan posisi kejadian tersebut” Ucap Yuto yang tak mau dirinya di Curigai sebagain kempolatan assassin.
“Sungguh anak muda yang rendah hati, dan aku minta maaf atas pertanyaan berusan, aku hanya ingin tau apa jawabanmu”
“Tidak kenapa yang muliah, itu adalah hal yang normal bagi seorang Ayah untuk melindungi anaknya, terutama lagi orang asing yang saat itu tiba-tiba muncul tepat di lokasih kejadian”
“Hahahaha, kau sunggu menarik Bocah, tidak lebih tepatnya Kuroi Kenshi, pendekar Hitam” ucap sang raja sambil tersenyum.
__ADS_1
Hal itu membuat Yuto terkejut karna identitasnya di ketahuai oleh raja grimori…
Bersambung…..