
Di chapter selanjutnya Yuto dan putri Sovia akan berpura-pura menjadi sepasang kekasih
*****
Di sebuah Lorong Istana
“Terima Kasih telah menolongku Waktu itu” Ucap Putri Sovia yang berjalan Bersama yuto
“Sama-sama Tuan Putri” Balas Yuto yang tampak malu-malu
Setibanya mereka di sebuah halaman yang tampak sangat luas yang berada di istana, terlihat sebuah pancuran air yang di hinggapi burung-burung kecil, dan juga sebuah gazebo yang lumayan Luas tepat berada di bawah sebuah pohon beringin yang besar.
Yuto dan Putri Sovia duduk berdua, ada Pula beberapa pelayan Wanita yang memegang sebuah cangkir yang terbuat dari kaca yang saat itu menuangkan secarik teh di gelas Yuto dan Tuan Putri
Mereka berdua tampak canggung hal itu terlihat jelas dari Raut Wajah mereka berdua yang merona karena malu satu sama lain
“Tehnya enak yaa” Ucap Yuto yang ingin mencairkan Suasana
“Sial apa yang baru saja aku bicarakan, tuan Putri pasti akan merasa bahwa aku Pria yang konyol” Ucap Yuto dalam Hati
Putri yang melihat ekspresi Yuto saat ini, tersenyum melihat apa yang baru saja di lakukan oleh Yuto yang mencoba Mencairkan Suasana
“Hhehe, Maaf aku tak bisa menahannya Lagi” Ucap Putri yang saat itu menutup bibirnya dengan telapak tangannya, tak Lupa tangan yang satunya memegang Perutnya, yang saat itu dengan lepas tertawa
Yuto yang menyaksikan ikut tertawa, namun di balik tawanya ia menyembunyikan Rasa malunya.
Di tempat lain di Sebuah Gedung Tua yang terbengkalai, tampak seorang pemuda mengenakan sebuah pakaaian mewah, dan wajahnya tertutupi oleh bayangan sedang berbicara dengan seorang Asassin
“ Sial bagaimana bisa putri sovia bertunangan dengan Pria lain, apakah dia merendahkanku” Ucap Pria itu
“Sebaiknya jangan terpancing itu bisa saja adalah sebuah Jebakan, Lagian aku mengetahui Pria itu” Ucap Asasin
“Bernarkah, Siapa Pria itu?”
“Kuroi Kenshi, itu julukan yang dimiliki oleh pria tersebut”
“Apa, Habisi Pria itu, jika kau berhasil aku akan mebayarmu Du…, tidak Tiga kali Lipat” Ucap Pria itu yang tampak sedikit panik saat mendengar nama tersebut
“Tenang saja, aku memiliki urusan kepada Pria itu”
“Baiklah kuserahkan Padamu, dan jangan sampai gagal”
“Apakah kau berpikir bercara dengan siap, Ingat aku adalah Pemipin Bayang Hitam” Ucap Pria tersebut yang saat itu mengenakan Topi sawah yang merupakan sosok yang pernah mengawasi Yuto malam itu.
Ia adalah pemimpin Bayang Hitam, Kage Hibari.
__ADS_1
Di tempat Lain.
“Sepertinya Kalian berdua disini, ada hal yang Ingin kusampaikan kepada kalian berdua” Ucap Pria tersebut yang tak lain ialah paduka Raja.
“salam Yang mulia” Hormat Yuto yang saat itu bangkit dari tempat duduknya
“Tak perlu Formal seperti itu, Silakan duduk kembali”
“Tiga Hari yang akan datang Kita akan melaksanakan sebuah acara untuk memperkenalkanmu” Jelas yang muliah kepada Yuto
“Mungkin namamu akan ku ubah, karna aku tak mau identitasmu sebagai Clan Kasuragi di ketahui” Ucap Raja yang tampak mengetahui mengenai Clan Yuto, di satu sisi.
Yuto yang mendegar Raja berbicara tampak terkejut, Ia kini mulai paham Bahwa raja mengetahui sesuatu tentang Clannya, sedangkan Putri Sovia tampak sedikt kebingunan menegenai nama Yuto yang di sembunyikan
“Terima kasih yang Mulia” ucap Yuto yang paham niat baik raja
“namun Identitasmu sebagai Kuroi Kenshi tetap akan aku umumkan, untuk memancing yang pempin bayang hitam bergerak”
“Tentu saja masih belum pasti akankan Rencana ini sukses, namun aku yakin dengan mendengar Julukanmu, Mungkin yang bangsawan itu akan menyewa pemipin Bayah Hitam” jelas yang mulia kepada Yuto
“Maka Dari itu untuk memudahkan aku memanggilmu saat ini namamu adalah Yuto Himura”
“Baik yang Mulia saya mengerti”
“Baiklah, Tinggalah di Istana ini untuk sementara waktu, saat ini pelayan telah menyiapkan tempat tidur, jangan lupa kau harus bergabung Bersama kami untuk makan malam”
“Baik yang Mulia saya mengerti”
Beberap saat kemudia Ketika raja kini tak lagi Nampak di halaman tersebut.
“Yuto Mohon maaf telah merepotkanmu” Ucap Sovia
“Tidak apa-apa, justru saya merasa sangat terhormat karena bisa membantu raja dan tuan Putri”
***
Di tempat lain di sebuah kediaman Clan Osawa
“Apa yang saat ini Yuto Lakukan” Ucap soso Wanita cantik, yang tengah duduk di bawah mohon memegang sebuah panah
“Tak perlu Kwatir Viole, saat ini dia pasti akan baik-baik saja” Ucap Wanita yainya yang merupakan Pemimpin Clan Osawa
“Sebaiknya mau menanyai kabar Yuto kepada Tetua, Bukankah belum lama ini tetua bertemu dengan Yuto”
“Benarkah? kapan itu kejadiannya?”
__ADS_1
“Sepertinya kau belum mengetahuinya yaa?” Ucap Aioko yang kemudian di susul dengan penjelasanan mengenai apa yang kitetsu jelasakan kepadanya mengenai kejadian beberapa waktu yang lalu.
“Sepertinya aku harus berlatih lebih giat lagi, Agar aku tidak menjadi beban untuk Yuto” Ucap Violet dalam Hati
*****
Hari yang di nanti telah tiba
“Apakah aku harus mengenakan Pakaian yang Formal begini” Ucap Yuto kepada seorang pelayan Wanita yang berada disitu
“Tentu saja tuan ini adalah hari penting, banyak bangsawan yang akan datang kemari”
“Baikalah” Yang saat itu tampak terlihat sangat tampan, meneganakan semuah jas Hitam yang sangat mewah, tak hanya itu dengan potongan rambut yang rapi, yang dimana rambut panjangnya menutupi wajah tampannya.
Namun dengan potongan yang sekarang wajah tampannya kini telah terpampang dengan sangat jelas, dan saat ini terlihat layaknya sebuah bangsawan yang berstatus tinggi.
“Tuan Putri, Yuto telah selesai bersiap-siap, saat ini dia berda di depan pintu kamar”
“Benerkah sebaiknya aku bergegas juga” Ucap sang putri yang tampak mengenakan sebuah kalung yang terdapat manik-manik yang terbuat dari berlian.
Tak Lama berselang, muncul soso Wanita di depan Yuto yang saat itu keluar dari sebuah ruangan
“Tuan Putri, kau tampak cantik” Ucap Yuto yang secara spontan melihat Putri Sovia saat ini di depannya.
Dengan balunan Gaun berwanah putih, seputih susu layaknya seorang pengantin, dengan dandanan, yang tampak megah namun sama sekali tidak berlebihan, membuat dirinya tampak sangat cantik.
“Terima kasih, Tapi kau tampak cocok mengenakan pakian tersebut”
“Terima kasih banyak” Ucap Yuto dengan malu-malu
“Hmmm, sepertinya kau memangkas rambutmu”
“Yaa, aku memutuskan untuk memangkasanya, agar terlihat lebih rapi? Balas Yuto yang saat itu, tidak percaya diri dengan potongan rambutnya
“Sangat bagus, bahkan kau jauh lebih tampan dari pada sebelumnya, Kurasa aku Mulai menyukaimu” Ucap Tuan putri dengan sedikit senyuman
Yuto saat itu hanya tersipu malu
“Ayo kita bergagas, jangan bengong saja sudah banyak tamu datang sekarang” Ajak Tuan Putri yang saat itu menggandeng tangannya
“Ibu-ibu siap pria itu yang di gandeng oleh kaka” Tanya kedua Bocah yang saat itu berjalan Bersama ibunya, yang melihat kakaknya dari jarak yang lumayan jauh
“Itu calon kaka iparmu” Ucap Ratu yang di iringi senyum Tipis di kedua bibirnya, yang saat itu melihat Putrinya untuk pertama kali dekat dengan seorang Pria.
Bersambung.....
__ADS_1
..."By Alzan"...