Possessive Brothers

Possessive Brothers
11 : Gema dan Kakak Zelline


__ADS_3

0822********


Gema?


0853********


Ini Kakaknya Zelline


0822********


Mau apa lo deketin adek gue?


Mata Gema membulat ketika tiga pesan masuk bersamaan ke ponselnya. Ketiga pesan itu ternyata dari Kakak Zelline.


Tidak ada ketakutan yang Gema rasakan. Mungkin pria itu hanya terkejut saja, tapi untuk takut, tidak sama sekali.


Bahkan Gema malah membalas pesan itu tanpa rasa takut sedikitpun.


0822********


Gema?


Gema :


Iya, gue Gema


Kenapa?


0853********


Ini Kakaknya Zelline


Gema :


Iya Kak kenapa?


0822********


Mau apa lo deketin adek gue?


Gema :


Mau ngajakin pacaran Kak


Gema tertawa pelan lalu menyimpan kembali ponsel miliknya ke saku celana. Sudah jam pulang sekolah dan sekarang Gema ingin pergi menuju parkiran.


Dia pergi ke parkiran seorang diri karena Laurent dan Justin pergi ke lapangan untuk latihan bermain basket. Hari ini Gema izin tidak ikut latihan karena orang tuanya pergi dan dia harus menjadi adik perempuannya di rumah.


Saat tengah berjalan menuju parkiran tiba-tiba saja seseorang memanggilnya. Hal itu membuat Gema menoleh dan melihat dua orang yang tidak asing untuknya.


Itu... Kedua Kakak Zelline??


"Gema"


Sekolah sudah cukup sepi, jadi tidak ada yang melihat mereka sekarang.


Arthan berjalan mendekat dengan sambil menatap Gema yang terlihat biasa saja. Jelas tidak takut Gema juga kan pembuat onar di sekolah.


"Ada kepentingan apa lo deketin Zelline? Apa yang lo mau dari adik gue?" Tanya Arthan serius.


Gema tertawa pelan sambil menatap Arthan dan Ardhan secara bergantian.


"Memang yang bukan anak sekolah sini bisa masuk ya??" Tanya Gema.


"Enggak usah ngalihin pembicaraan, jawab." Kata Ardhan dengan raut wajah tak bersahabat.

__ADS_1


"Oke oke sorry Kak.. Memang ada yang salah dengan gue deketin Zelline?" Tanya Gema bingung.


"Ada"


"Apa?" Tanya Gema.


"Karena lo suka buat ulah di sekolah dan gue enggak mau lo bawa pengaruh buruk ke Zelline." Kata Arthan jujur.


"Selain itu gue dan Arthan enggak kasih izin Zelline untuk pacaran." Kata Ardhan menambahkan.


"Zelline bukan anak kecil, dia udah mau tujuh belas tahun." Kata Gema yang membuat kedua Kakak Zelline itu menahan kesal.


"Jauhin Zelline." Kata Arthan.


"Kalau gue enggak mau?" Kata Gema menantang.


"Gema! Jauhin adek gue." Kata Arthan dengan penuh penekanan.


"Tapi, gue enggak mau dan gue rasa enggak ada yang salah dengan deketin Zelline, lo berdua cuman Kakaknya dan seharusnya enggak berhak melarang Zelline ini itu." Kata Gema yang semakin menyulut emosi Arthan.


Arthan sudah ingin maju, tapi Ardhan langsung menahannya karena tidak mau Arthan membuat keributan lagi.


"Kalian enggak tau gue gimana kan? Cuman tau kalo gue suka buat onar di sekolah, tapi memang tau aslinya gue gimana?" Kata Gema.


Gema sama sekali tidak takut berhadapan dengan kedua Kakak Zelline.


"Maaf, tapi gue enggak mau jauhin Zelline karena gue rasa gue enggak perlu ngelakuin itu, enggak ada kesalahan yang mengharuskan gue untuk jauhin Zelline." Kata Gema lagi.


Arthan berusaha meredam emosinya hingga suara Nathan turut terdengar.


"Biarin aja kita lihat sampe mana dia bakal deketin Zelline, tapi gue peringatin sekali aja lo nyakitin atau berbuat yang aneh-aneh sama Zelline lo yang habis ditangan kita bertiga." Kata Nathan yang tiba-tiba muncul.


Kini Gema menoleh dan menatap ke arah Nathan. Pria itu menatap tiga orang yang kini berada di dekatnya.


Wah Zelline benar-benar anak emas rupanya.


"Arthan.. Udah, mau gimana pun lo larang dia ketemu Zelline terus di sekolah, jadi biarin kita lihatin aja dan yang penting jangan pernah kasih izin Zelline untuk keluar sama dia." Kata Nathan ketika melihat Arthan sudah semakin kesal.


"Bener Tan." Kata Ardhan yang setuju dengan apa yang Nathan katakan.


"Jangan buat adek gue takut apalagi sampe enggak nyaman, jadi untuk lo Gema gue bakal awasin lo terus bahkan meskipun itu di sekolah." Kata Arthan dengan penuh penekanan.


Gema mengangkat bahunya acuh. Dia seakan tidak peduli dengan semua ancaman dan peringatan yang ditekankan padanya.


Ah tidak mungkin Gema takut hanya dengan ancaman begitu.


Lagi pula Gema tidak bohong, dia tidak pernah melakukan hal yang diluar batas pada seorang wanita. Meskipun Gema akui kalau dia dekat dengan banyak wanita, tapi Gema tidak pernah menyentuh mereka sembarangan.


Sudah Gema bilang kan kalau dia punya adik perempuan? Gema tidak mau kenakalannya pada seorang wanita akan berdampak buruk untuk adik perempuannya.


Yah intinya Gema tidak sejahat itu.


••••


Zelline menatap ke sekeliling kamarnya dengan wajah bingung. Gadis itu sibuk berpikir tentang dia yang dijemput supir lalu kedua Kakaknya yang tiba-tiba pulang bersama.


Kemudian tanpa sengaja Zelline mendengar kedua Kakaknya menyebutkan nama Kak Nathan dan juga... Gema.


Sebenarnya Zelline ingin bertanya, tapi sungguh di tidak berani mengatakannya. Hingga ponselnya berdering beberapa kali.


Zelline langsung membukanya dan ternyata itu pesan dari Gema.


Gema :


Zelline

__ADS_1


Lagi ngapain? Gue telpon boleh?


Mata Zelline langsung membulat ketika membacanya. Dia ingin membalas, tapi Gema sudah keburu menelpon.


Ada sedikit keraguan, tapi Zelline langsung mengangkatnya. Gadis itu juga diam-diam keluar dari kamar dan pergi ke halaman belakang rumah agar tidak panik kalau kedua Kakaknya tiba-tiba masuk ke dalam kamar.


'Halo Zel? Diangkat, tapi diam aja'


Begitu sampai di halaman belakang rumah Zelline langsung duduk di ayunan yang ada di dekat taman.


"Eh iya Gema maaf, kenapa kamu telpon?" Tanya Zelline sambil tersenyum tipis.


'Mau aja, kenapa? Enggak boleh? Atau lo lagi sibuk?'


"Enggak.. Bukan gitu aku tanya aja hehe." Kata Zelline disertai tawa canggungnya.


Aneh, mendadak jantung Zelline berdetak tidak karuan ketika mendengar suara Gema di telpon.


'Tadi Kakak lo nyamperin gue ke sekolah'


Kalimat singkat itu membuat Zelline nyaris berteriak.


"Hah?! Kamu yang bener? Kak Arthan sama Kak Ardhan?" Tanya Zelline kaget.


Dan terdengar tawa Gema di sebrang sana.


'Iya, sama satu lagi siapa sih namanya? Nathan ya?'


"Hah?! Kak Nathan juga?! Ngapain? Mereka enggak ngapa-ngapain kamu kan???" Tanya Zelline panik.


Lagi, tawa Gema terdengar semakin lepas ketika mendengar Zelline yang sangat panik.


'Enggak, gue kaget tiba-tiba disamperin'


"Maafin ya? Kakak aku memang gitu." Kata Zelline pelan.


'Zel'


"Iya? Kenapa? Kakak aku enggak mukul kamu kan?" Tanya Zelline takut.


'Gue vc ya?'


"Hah?"


'Angkat'


Kemudian Gema benar-benar merubah panggilan mereka menjadi panggilan vidio yang tadinya ingin Zelline tolak, tapi anehnya malah dia angkat.


Dan ada wajah Gema yang terlihat di layar ponselnya.


'Gue enggak kenapa-kenapa'


Zelline bergumam pelan. Wajahnya memerah tanpa alasan membuat Gema menahan senyumnya.


Gemas sekali rasanya mau Gema cubit.


Kalau gini sih Gema rela deh dipukulin Kakaknya asalkan setelah itu mendapat restu.


••••


Gema : rela dipukulin yang penting bisa pacaran sama ayang😚


Yeyeyye kalian suka gakkkk???


Zelline - Gema gemes gakkk?????

__ADS_1


Besok mau update tigaaaa😗


__ADS_2