Possessive Brothers

Possessive Brothers
16 : Kisah Cinta


__ADS_3

"Kak Ardhan"


Suara lembut itu membuat Ardhan mengalihkan pandangannya dan menatap tanpa ekspresi ke arah seorang gadis yang berdiri dihadapannya. Wajah gadis itu memerah tanpa alasan ketika menatap Ardhan dan dengan malu-malu dia memberikan sesuatu pada Ardhan.


Awalnya Ardhan bingung, tapi dia tetap menerima sebuah coklat dan juga surat yang gadis itu berikan.


"Untuk gue?" Tanya Ardhan dengan satu alis yang diangkat.


Gadis itu mengangguk malu, tapi rasanya dia sangat bahagia ketika Ardhan tersenyum dan mengucapkan terima kasih.


"Makasih"


Dengan penuh semangat dia mengangguk, "Sama-sama Kak, tapi Kakak suka coklat kan?"


Ardhan bergumam pelan, "Hm lumayan."


Jawaban yang Ardhan berikan semakin membuat gadis itu lega. Takut juga memberikan coklat pada Ardhan.


Bukan hanya takut ditolak, tapi juga takut kalah Ardhan tidak menyukainya.


"Siapa nama lo?" Tanya Ardhan tiba-tiba.


"Ehh itu.. ee siapa namanya.."


Gadis itu terlihat sangat gugup membuat Ardhan tertawa pelan melihatnya.


"Jessica.. Nama aku Jessica." Kata Jessica dengan wajah yang sudah memerah sempurna.


"Oke, makasih Jessica untuk coklatnya." Kata Ardhan dengan penuh ketulusan.


Oh ya ampun pria itu membuat Jessica jadi ingin pingsan.


"Sama-sama.. Em kalau gitu aku duluan ya Kak? Semangat Kak kuliahnya." Kata Jessica.


Belum sempat Ardhan memberikan tanggapan gadis itu sudah berlari kencang meninggalkannya. Dan Ardhan hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.


Dia menatap coklat yang ada di tangannya juga sebuah surat yang berada di dalam amplop kecil berwarna merah muda.

__ADS_1


Lucu kelihatannya.


Tapi, Ardhan tidak langsung membukanya karena dia ada perkuliahan.


Pria itu menaruh coklat dan surat yang Jessica berikan ke dalam tasnya lalu beranjak pergi dari area kantin.


Ardhan memang terbiasa sendiri meskipun sedang di kampus, bukan tidak punya teman, tapi Ardhan biasanya tak langsung pergi ke kantin, jadi dia selalu tertinggal.


Baru saja ingin pergi seseorang memanggil namanya lagi. Dan ketika melihat siapa orangnya wajah Ardhan berubah kesal.


Itu Tania.


Kekasih dari kembarannya.


"Mau apa?" Tanya Ardhan ketus ketika Tania mendekat ke arahnya.


"Lo mau pulang ya??" Tanya Tania dengan senyuman manisnya.


"Gue mau ada kelas." Kata Ardhan sambil melangkahkan kakinya dan pergi mendahului Tania.


Tanpa di duga Tania mengejarnya dan mengikuti langkah kaki Ardhan.


"Enggak! Lo ngerti enggak kalau disini posisinya lo pacar Arthan? Kalau mau apa-apa hubungin dia bukan gue." Kata Ardhan.


"Arthan tuh nyebelin dia enggak kayak lo..."


"Jangan bandingin! Lo kalau udah enggak mau sama Arthan putusin, gampang kan? Satu lagi Tania enggak usah ganggu gue." Kata Ardhan dengan penuh penekanan.


Kemudian Ardhan pergi meninggalkan Tania yang terlihat sangat kesal, tapi gadis itu memang sangat menyebalkan karena selalu saja mengganggu Ardhan.


Tidak sadar diri kalau sudah punya pacar.


••••


"Nau tunggu dulu... jangan ngambek dong"


Levi berlari kecil mengejar Naura yang terlihat kesal karena tidak sengaja melihat Levi berbicara dengan anak kelas sebelah.

__ADS_1


Namanya Meisha dan yang Naura tau gadis itu menyukai Levi bahkan pernah menyatakan cinta pada pria itu.


Ugh menyebalkan!


"Diem! Sana lo sama Meisha aja." Kata Naura ketus.


Levi tertawa pelan lalu merangkul Naura yang membuat gadis itu memberontak minta dilepaskan.


"Jangan ngambek, gue cuman ngobrol sebentar." Kata Levi.


"Kenapa sebentar? Lama aja sana enggak papa gue juga enggak peduli." Kata Naura kesal.


Oh ya ampun gadis itu memang sangat cemburuan.


Meskipun status mereka tidak jelas, tapi Naura sangat cemburuan dan Levi sendiri tidak merasa risih. Bukan risih dia malah merasa gemas sendiri dengan Naura kalau sudah merajuk.


"Naura jangan ngambek dong gue cium nih... aduhhh"


Levi langsung menjauh dari Naura ketika gadis itu memukul lengannya dengan kuat. Naura menatapnya dengan sangat tajam.


"Lo mau mati ditangan Kak Nathan?!" Kata Naura kesal.


"Bercanda sayang." Kata Levi sambil mengusap lengannya yang terasa sakit.


Kuat juga tenaga Naura. Kini gadis itu diam sambil menatapnya kemudian berjalan mendekat.


"Lo jangan deket sama Meisha dong! Lo kan tau kalau dia pernah suka sama lo dulu." Kata Naura kesal.


Levi tersenyum mendengarnya. Dia merangkul Naura lagi dan mengusap-ngusap kepalanya dengan sayang.


"Iya Naura sayang enggak"


Ah lucu sekali hubungan yang tidak jelas ini.


•••••


Yuhuu aku updateeeee🥰

__ADS_1


Besok update berapa yaaaa?????


__ADS_2