
"Ma aku mau izin keluar ya?"
Adara menatap sang anak laki-laki yang sudah terlihat sangat rapih. Entah ingin kemana anak itu malam-malam begini tidak biasanya dia pergi malam-malam.
Tapi, Adara pun tak akan melarang karena Nathan sudah cukup besar.
"Iya, tapi boleh Mama tau mau pergi kemana?" tanya Adara.
Nathan lantas tersenyum mendengar pertanyaan itu.
"Ketemu teman-teman aja Ma," jawab Nathan.
"Yaudah, tapi pulangnya jangan terlalu malam ya? Kalau terlalu malam nanti dimarah Papa," kata Adara yang langsung dijawab dengan anggukan oleh anaknya.
Diantara Adara dan Devano memang lebih ketat Devano dalam hal memberikan izin. Pria itu masih mengikuti jejak orang tuanya ketika merawat dia dan Devina dulu.
Oleh karena itu Devano selalu menetapkan jam pulang untuk anak-anaknya yang tidak boleh lebih dari jam sepuluh malam. Apalagi untuk anak-anak perempuannya bahkan Devano jarang memberikan izin untuk mereka keluar malam-malam.
Berbeda dengan Adara yang ingin memberikan sedikit kebebasan untuk anak-anaknya, tapi tidak bisa melakukannya karena dia pun tau Devano selalu ingin yang terbaik untuk mereka.
"Udah izin Papa kan?" tanya Adara memastikan.
"Udah Ma," jawab Nathan jujur.
"Hati-hati ya? Bawa motornya pelan aja dan kalau ada apa-apa langsung telepon Mama atau Papa," kata Adara mengingatkan.
Nathan mengangguk faham. Kemudian dia mencium punggung tangan sang ibu sebelum benar-benar pergi keluar rumah.
Dia tidak bohong ketika mengatakan ingin bertemu dengan teman-temannya, tapi Nathan mengakui kalau dia bukan hanya ingin bertemu mereka saja.
__ADS_1
Tapi, juga menemui seseorang...
••••
Nadhin menatap layar ponselnya dan menunggu balasan dari teman baik kembarannya. Dia sangat penasaran Nathan benar-benar menemui mereka atau menemui yang lain juga.
Sayangnya Nadhin tak kunjung mendapatkan balasan apapun. Masalahnya Nadhin sangat curiga melihat Nathan yang pergi dengan sangat rapih.
Memang sih biasanya pria itu juga rapih, tapi tadi dia terlihat berbeda. Nathan sangat sangat rapih bahkan pria itu juga sangat wangi hingga ketika dia lewat Nadhin langsung mencium parfum yang pria itu gunakan.
Biasanya Nathan hanya memakai kaos dan celana pendek saja ketika ingin sekedar pergi menemui teman-temannya.
Tapi, tadi pria itu seperti orang yang ingin pergi berkencan.
"Samperin kali ya? Ah tapi, mana boleh sama Papa," kata Nadhin sambil berdecak kesal.
Gadis itu menggerutu hingga dia menerima balasan dari salah satu teman Nathan.
Ada din
Tapi, enggak bareng Nathan di meja yang lain sama Namira
Wajah Nadhin langsung berubah. Senyumnya perlahan terbentuk dengan sempurna.
Ada apa ini?
Siapa itu Namira?
Nadhin :
__ADS_1
Pap cepet
Mama nanyain nathan
Nadhin hanya beralasan saja karena dia ingin melihat dengan siapa kembarannya itu berada sekarang.
Awas saja kalau Nathan beneran punya pacar. Bisa-bisanya pria itu melarang dia berpacaran, tapi Nathan sendiri malah diam-diam berpacaran!!!
Saat tengah menunggu balasan pesan dari Sadewa yang Nadhin dapatkan malah beberapa pesan masuk dari kembarannya.
Nathan👽 :
gue ngerjain tugas kelompok
nami temen sekelompok gue
enggak usah mikir aneh-aneh dan tadi udah izin ke mama, jadi mama enggak bakal nyariin gue🤨
Nadhin mendengus kesal ketika membaca pesan yang baru saja kembarannya itu kirimkan.
Menurut kalian bagaimana?
Itu beneran hanya teman satu kelompok atau bukan?
Tapi, kenapa mereka mengerjakan malam-malam?
Mencurigakan kan?
Bukan hanya Nadhin yang merasa aneh kan?
__ADS_1
•••••
Halooo aku updateeeeee🥰