
"Menjadi guru les Maura?"
Devano mengerutkan keningnya ketika membaca rentetan pesan yang Haikal kirimkan ke ponselnya.
Haikal :
Selamat siang Om
Saya Haikal calon pacarnya Maura eh salah temennya Maura maksudnya hehe
Jadi, gini Om Vano saya berniat untuk menjadi guru les Maura karena kebetulan di kelas saya selalu masuk tiga besar☺
Saya mau ajarin Maura sampai dia berhasil dapat nilai dan hasil yang memuaskan nantinya☺
Tapi, kalau saya berhasil saya boleh pacaran sama Maura ya Om😀
Soalnya saya kan tidak membawa pengaruh buruk untuk Maura hehe
Mohon dipertimbangkan usulannya Om Vano
Devano menggelengkan kepalanya pelan ketika membaca pesan itu bahkan tanpa sadar dia tertawa. Ada saja kelakuan anak muda zaman sekarang, dia mencari kesepakatan dengan Devano rupanya.
Tapi, apa pria ini juga mengirimkan pesan yang sama pada anak laki-lakinya?
Devano kemudian memberikan balasan singkat untuk teman laki-laki anaknya itu yang langsung kembali di balas oleh Haikal dengan rentetan pesan.
Devano :
Ya, akan saya pertimbangkan
Haikal :
Terima kasih banyak Om Vano
Saya tunggu kabar baiknya
__ADS_1
Enggak sabar mau pacaran sama Maura eh maksudnya enggak sabar mau ngajarin Maura belajar😅
Pesan itu membuat Devano tertawa pelan, dia tidak memberikan balasan lagi dan kini memilih untuk kembali fokus pada setumpuk pekerjaannya. Sejujurnya dia pun merasa kasihan pada anak-anaknya yang selalu dia kekang.
Mungkin dia bisa memberikan sedikit kebebasan pada mereka, tapi Nathan pasti tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Anak laki-lakinya yang satu itu bahkan lebih parah darinya dulu.
••••
Di kantin sekolah Gema terlihat senyum senyum sendiri membuat kedua temannya menatapnya dengan aneh. Mereka yakin pasti Gema sedang memikirkan Zelline makanya pria itu sampai senyum senyum tidak jelas begitu.
Ya ampun Zelline cepet pacarin deh kasihan Gema.
"Udah gila," kata Justin sambil bergidik ngeri melihat Gema yang terus tersenyum tanpa alasan yang jelas.
"Gue takut dia kesurupan," kata Laurent sambil tertawa.
Perkataan kedua teman-temannya itu membuat Gema mendongak dan menatap mereka dengan malas.
Gema sedang mengingat kejadian tadi ketika dia mencium pipi Zelline hingga wajah gadis itu memerah dengan sempurna. Mungkin kalau Kakak wanita itu tau Gema sudah habis babak belur.
Tapi, gimana lagi Gema gemas sendiri sama Zelline.
Gadis itu lucu sekali meskipun dia tidak melakukan apapun. Sekarang saja ketika mata Gema tidak sengaja melihat Zelline yang berjalan ke kantin bersama dengan Kiara dia langsung tersenyum.
Sebelumnya dia memang lebih dulu ke kantin karena satu jam pelajaran sebelum istirahat gurunya tidak masuk.
"Zelll!"
Gema berseru cukup kuat sambil melambaikan tangannya. Hal itu membuat Zelline tersenyum malu karena langsung menjadi pusat perhatian orang-orang.
Bersama dengan Kiara kini dia menghampiri Gema dan duduk tepat di sebelahnya. Zelline tersenyum pada Gema yang langsung merangkulnya tanpa permisi.
Pergerakan tiba-tiba itu membuat mata Zelline membulat dengan sempurna. Dia langsung menatap Gema dengan mata yang mengerjap beberapa kali.
__ADS_1
Astaga jantung Zelline rasanya mau copot.
Gema bisa membuatnya sakit jantung kalau begini terus!!!!
••••
"Pokoknya kalau Papa kamu udah setuju aku bakal langsung buat jadwal."
Maura menatap Haikal yang terlihat begitu bersemangat setelah mendapat respon positif dari ayahnya.
Dia bahkan sudah mulai mencoret bagian belakang bukunya dan menuliskan beberapa mata pelajaran. Hal itu membuat Maura tertawa pelan karena merasa lucu.
"Iya, terserah kamu deh aku pasti bakal semangat kalau kamu yang ajarin," kata Maura sambil tersenyum.
Haikal langsung menatapnya. Pria itu tersenyum lalu mengusap pelan kepala Maura yang membuat gadis itu merasa malu.
Meskipun Maura tidak suka belajar, tapi kalau melakukannya bersama dengan Haikal dia pasti mau dan senang ketika melakukannya.
"Haikal makasih ya."
Maura tiba-tiba mengatakan hal itu dan membuat Haikal menatapnya dengan bingung.
"Makasih untuk?" tanya Haikal.
"Makasih karena mau bertahan sama aku meskipun kamu tau susah banget kalau kita mau pacaran, tapi kamu enggak cari cewek lain," kata Maura dengan penuh ketulusan.
Haikal lantas tertawa ketika mendengarnya. Kemudian dia mendekatkan wajahnya dan mengusap lagi kepala Maura dengan penuh kasih sayang.
"Calon pacar aku disini untuk apa cari cewek lain?"
Ya ampun Maura mau pingsan saja sekarang.
••••
Halo Halo aku update lagi🥰🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1