
"KAK NATHANNN"
Maura dan Naura yang baru saja pulang dari sekolah langsung berlari ke kamar Nathan untuk memberitahu kejadian di sekolah. Keduanya bahkan melewati Adara karena sudah tidak sabar ingin bercerita pada Kakak mereka.
Nathan harus tau kejadian di sekolah ketika Gema bertengkar dengan seorang pria yang tanpa sengaja membuat Zelline pingsan karena bola basketnya. Begitu sampai di depan kamar Kakaknya mereka langsung mendorong pintu itu kuat-kuat hingga Nathan yang sedang belajar terkejut bukan main.
"Ada apa sih? Kalian ngapain teriak gini?" Tanya Nathan.
Keduanya langsung duduk di atas kasur empuk milik Nathan, "Kakak harus tau masalah ini!!!"
"Ada apa Naura?" Tanya Nathan dengan penuh kelembutan.
Pria itu meletakkan pulpen miliknya lalu berjalan dan duduk di tengah-tengah keduanya.
"Tadi di sekolah Gema berantem." Kata Naura.
"Dia berantem sama cowok yang enggak sengaja buat Zelline pingsan." Tambah Maura.
"Gimana? Zelline pingsan? Gema berantem?" Kata Nathan bingung.
"IYAA KAK!!"
"GUE AJA YANG CERITA."
"ENGGAK ENGGAK GUE AJA!!"
"Hey kok malah berantem? Udah Maura aja yang cerita." Kata Nathan melerai.
Maura langsung meledek kembarannya itu dengan memeletkan lidahnya.
"Jadi Kakk waktu istirahat Zelline ke kantin terus lewat lapangan kan?? Nah terus Rendi enggak sengaja ngelempar bola dan kena kepala Zelline sampe Zelline pingsan soalnya lumayan kuat,"
Maura berhenti sejenak sebelum melanjutkan ceritanya.
"Nah waktu pulang sekolah Gema berantem sama Rendi dia pukulin Rendi sampe akhirnya Zelline dateng terus misahin." Kata Maura.
__ADS_1
Setelah cerita itu selesai Nathan terdiam sejenak. Ternyata Gema peduli juga pada Zelline, tapi sedikit berlebihan kalau Rendi itu memang tidak sengaja.
"Arthan sama Ardhan tau?" Tanya Nathan.
"Kita enggak tau sih Kak soalnya tadi keburu Papa dijemput." Kata Naura.
Nathan mengangguk faham lalu mengusap kepala kedua adiknya itu dengan penuh kelembutan.
"Makasih informasinya adikku sayang, udah sana ke kamar ganti baju dulu." Kata Nathan pada kedua adiknya.
"SIAP BOSS!"
Dengan patuh keduanya langsung berjalan keluar dari dalam kamar Nathan dan meninggalkan Kakaknya yang hanya bisa tersenyum.
Kedua adiknya itu memang sangat lucu, tapi kembali lagi pada topik mengenai Zelline. Menurutnya Gema cukup perhatian pada Zelline dan mungkin karena sejak awal pria itu memang agak kasar, jadi masalah seperti itu Gema selesaikan dengan kekerasan.
Ya agak sedikit mengerikan, tapi cukup berkesan untuk alasan membela Zelline dari orang menyakitinya.
Mungkin ada sedikit point plus untuk Gema.
••••
Ziko yang baru saja mendengar cerita dari kedua anaknya langsung panik bukan main. Dia segera melihat keadaan anak perempuannya yang sebenarnya sangat baik.
Kepalanya juga tidak benjol atau apa mungkin Zelline pingsan karena terkejut tadi, tapi jujur sekarang dia sudah baik-baik saja.
Ah Ziko kan memang panikan.
"Beneran enggak papa? Kalau sakit kita ke..."
"Papiiii ish Zelline enggak papa ini udah enggak sakit lagi." Kata Zelline sebelum Ziko sempat mengucapkan kata rumah sakit.
Devina sendiri cukup panik dan ikut memperhatikan anaknya, tapi memang benar Zelline terlihat baik-baik saja.
"Ya ampun siapa sih yang main basket?! Sini Papi sembuhin." Kata Ziko sambil mengusap kepala anaknya lalu memberikan ciuman singkat di dahi Zelline.
__ADS_1
Zelline tersenyum mendapat perhatian itu. Dia langsung memeluk Ziko dengan sayang karena senang di sayang oleh Papinya.
Bagaimana Zelline tidak cengeng dan ngambekan kalau orang tuanya juga kedua Kakaknya memperlakukan dia dengan begitu spesial??
Huh Zelline sangat beruntung.
"Udah enggak papa mungkin dia enggak sengaja, tapi lain kali Zelline hati-hati ya? Jangan terlalu dekat ke lapangan jalannya." Kata Devina dengan penuh perhatian.
"Siap Mami!" Kata Zelline.
Devina tersenyum lalu mencubit pelan pipi anaknya.
"Nanti malam kita ke rumah Mami Ara ya? Nanti Maura sama Naura juga ke sana." Kata Devina pada anak-anaknya.
"Eh ada acara ya Mi?" Tanya Zelline.
"Iya Kak Ana baru saja selesai kuliah." Kata Devina yang membuat Zelline mengangguk faham.
"Yess bisa ketemu Kak Angga." Kata Zelline senang.
Oh jangan heran meskipun jarang bertemu, tapi Airlangga selaku anak pertama dari Sahara sangat memanjakan semua keponakannya.
Entah itu anak Devina atau Devano.
Wah tidak sabar menanti pertemuan mereka!!
••••
Halo haloo aku update🤗
Siapa nih yang pernah minta untuk mempertemukan mereka dengan anak-anaknya Sahara???
Next part yaaaa🤗
Ayo comment nanti aku next secepatnya❣️
__ADS_1