Possessive Brothers

Possessive Brothers
61 : Adik Kakak


__ADS_3

"Kak Arthan jahilll."


Zelline mengatakan itu ketika Arthan keluar kamar dan pergi ke dapur untuk mengambil minum. Kakak laki-lakinya itu hanya cengengesan tanpa perasaan bersalah sedikitpun yang dirasakannya.


Dia memang suka mengganggu Ardhan entah ketika masih kecil ataupun sekarang Arthan selalu suka mengganggu kembarannya, tapi kalau Zelline dia harus pikir panjang dulu.


Bahaya yang bela Zelline soalnya Papi sumber uangnya nanti kalau Papi ikut marah bisa habis uang bulanannya di potong.


"Enggak papa Zel itu adalah suatu bentuk usaha untuk mendekatkan Ardhan dengan Natasha," kata Arthan sambil merangkul adiknya.


Zelline hanya tersenyum dan tanpa sadar kini dia sudah sampai di dapur karena mengikuti kakaknya.


"Loh kok aku malah ikutin Kakak??" tanya Zelline ketika sadar kalau dia sudah sampai di dapur.


Arthan hanya tertawa pelan menanggapinya. Kemudian pria itu mengambil air minum dan berniat untuk kembali ke kamar.


"Kak Arthan enggak cari pacar?" tanya Zelline tiba-tiba.


"Pacar? Enggak nanti aja lagi enakan sendiri bisa deket sama banyak cewek," jawab Arthan yang membuat Zelline mendengus kesal.


Kemudian gadis itu kembali mengikuti Arthan yang kini berjalan kembali menuju kamarnya. Dia bosan karena handphone miliknya tadi mati dan sekarang lagi diisi daya.


Dari pada bosan, jadi Zelline akan mengikuti Arthan saja kalau Ardhan kakaknya itu sudah sibuk belajar sekarang.


"Kak Arthan mau ngapain?" tanya Zelline.


"Enggak mau ngapa-ngapain, kenapa memangnya?" tanya Arthan pada adiknya.


"Aku bosan," kata Zelline yang membuat Arthan tersenyum ketika mendengarnya.


"Terus mau ngapain? Mau keluar?" tanya Arthan.


"Emm emang Kak Arthan mau temenin?" tanya Zelline.


"Ya mau lah nanti kita minta uang sama Papi biar bisa jajan enak," kata Arthan dengan penuh semangat.

__ADS_1


Zelline langsung tersenyum lebar ketika mendengarnya kalau masalah mengajak keluar Arthan memang selalu bersemangat.


"Kalau gitu ayokk aku mau beli ice cream," kata Zelline.


"Yaudah sebentar gue ke kamar dulu lo juga pakai jaket dulu Zel," kata Arthan mengingatkan.


Zelline mengangguk patuh dan segera pergi ke kamarnya. Dia mengambil jaket di dalam kamarnya dan segera berlari keluar.


Tak lama Arthan muncul dan tersenyum seraya mengulurkan tangannya. Zelline segera menyambut uluran tangan sang kakak dan keduanya bersama-sama berjalan ke bawah.


"PAPIIII."


Baru saja sampai bawah secara kebetulan Ziko juga baru saja pulang. Pria itu tersenyum sambil menatap sang anak yang berlari menghampirinya.


"Papi aku mau keluar sama Kak Arthan mau beli ice cream sama makanan," kata Zelline.


"Iya, udah ada uangnya? Eh sebentar ini pakai uang Papi aja," kata Ziko yang membuat Arthan tersenyum senang.


Pergi bersama adik kesayangannya itu memang menguntungkan. Tidak bukan karena Arthan dapat duit lebih, tapi karena dia tidak harus mengeluarkan uang untuk membeli makanan atau minuman.


"Iya dong Papi makanya adikku yang paling cantik ini aku suruh pakai jaket," kata Arthan sambil menepuk-nepuk pundak Zelline.


Ziko tersenyum seraya memberikan uang pada Arthan hingga anaknya itu tersenyum sumringah.


"Terima kasih Papiku sayang semoga Mami makin cinta sama Papi," kata Arthan senang.


Perkataan anaknya itu membuat Ziko menggelengkan kepalanya pelan. Kemudian dia menatap kedua anaknya yang bersama berjalan keluar rumah.


Senang rasanya melihat anak-anaknya akur begitu.


••••


Zelline terlihat asik menyantap ice cream yang dipesannya bersama dengan sang kakak yang kini duduk di hadapannya.


"Kak Arthan udah enggak pernah ketemu sama Tania lagi?" tanya Zelline yang mulai bosan karena mereka hanya diam.

__ADS_1


"Enggak, udah males juga mau ketemu," jawab Arthan jujur.


"Jadi, Kakak udah enggak suka lagi sama dia?" tanya Zelline.


Untuk pertanyaan itu Arthan terdiam selama beberapa detik. Kemudian seulas senyum tipis terbentuk di wajahnya.


"Gimana ya bilangnya? Kalau masalah perasaan Kakak ke Tania sekarang Kakak enggak tau, tapi yang jelas udah males ketemu sama dia setelah semuanya," kata Arthan.


Zelline mengangguk faham. Dia tidak suka Tania karena wanita itu membuat Arthan sering bertengkar dengan Ardhan.


"Oh iya kakak juga mau nanya soal Gema..."


Saat nama itu disebut Zelline langsung menatap kakaknya dengan wajah bingung juga panik.


"Kamu enggak pacaran sama dia kan? Kakak enggak akan ngelarang deh kalah kamu mau deket sama dia, tapi kalau pacaran jangan dulu," kata Arthan serius.


"Enggak kok aku sama Gema temenan aja," kata Zelline sambil tersenyum.


Tapi, dia menyukai Gema.


"Enggak boleh ya? Jangan pacaran dulu ya adikku yang paling manis," kata Arthan sambil mencubit gemas pipi adiknya.


Zelline tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Meskipun hatinya tak menerima apa yang baru saja kakaknya itu katakan.


Tapi, dia juga tidak bisa bilang tidak.


••••


Yuhuuu maaf baru sempet updateee🤧


Btw cerita anaknya Devano udah ada ayo bacaaaaaaa😠



Ayo bantu ramaikannnn💗💗💗💗

__ADS_1


__ADS_2