
Biasanya Gema selalu malas untuk berangkat ke sekolah hingga pria itu sering kali terlambat, tapi pagi ini Gema datang lebih awal. Pakaiannya sedikit lebih rapih dari biasanya, dia berdiri di Koridor sekolah sambil memperhatikan ke sekitar.
Gema tau ada banyak mata yang menatapnya, mungkin merasa aneh karena dia datang sepagi ini.
Mata Gema menjelajah ke seluruh penjuru sekolah hingga dia menemukan sosok gadis yang ditunggu baru saja turun dari mobil dan berjalan memasuki area sekolahan. Senyum manis pria itu mengembang dengan sempurna, dia menunggu Zelline di tempatnya berdiri.
Hingga gadis itu mendekat dan juga menatap ke arahnya.
"Zelline"
Gema memanggilnya dan membuat Zelline kini tersenyum. Senyuman yang sangat indah di mata Gema.
"Masuknya masih lama, ikut gue sebentar." Kata Gema.
Belum sempat Zelline menjawab Gema sudah lebih dulu menggenggam tangannya dan mengajak dia entah kemana.
Zelline hanya pasrah dan mengikuti langkah kaki Gema yang ternyata membawa dia ke rooftop sekolah. Ini kali pertama Zelline berada di sini hingga dia terlihat kebingungan.
Kemudian Gema mengajaknya duduk yang hanya bisa dituruti oleh Zelline.
"Kenapa ajakin aku ke sini?" Tanya Zelline sambil menatap Gema.
Bukan menjawab Gema malah meraih lagi tangan Zelline dan menggenggamnya kembali.
"Eh"
Zelline terkejut, tapi tidak menolak.
"Gue suka genggam tangan lo kayak gini." Kata Gema sambil mengangkat tangannya.
"Kenapa?" Tanya Zelline penasaran.
Gema mengangkat bahunya pertanda tidak tau.
"Enggak tau, tapi suka aja." Kata Gema.
Kemudian hening dan tidak ada percakapan apapun yang terjadi diantara keduanya.
"Gerhana itu lucu ya? Dia enggak mirip sama kamu." Kata Zelline tiba-tiba.
Perkataan itu membuat Gema tersenyum sambil menatap Zelline.
"Gerhana mirip sama Mama kalau gue mirip Papa." Ungkap Gema.
Zelline mengangguk faham, "Berarti Papa kamu serem soalnya kamu serem."
Kali ini Gema tertawa, kenapa Zelline selalu bilang kalau dia seram sih?
"Gue serem dari mana? Coba sini lihat gue." Kata Gema.
Zelline menggelengkan kepalanya dengan cepat, tapi Gema sudah lebih dulu menahan wajah Zelline menggunakan kedua tangannya. Kini mau tidak mau Zelline menatapnya dan Gema dapat melihat jelas wajah cantik itu dari jarak yang dekat.
"Coba serem enggak gue?" Tanya Gema.
Senyuman lebar terbentuk di wajah Gema dan Zelline dapat melihatnya. Benar, tidak seram wajah pria itu.
Kalau sedang senyum, tapi kalau lagi marah-marah atau memasang wajah datarnya Zelline takut.
__ADS_1
"Serem enggak?" Tanya Gema sambil melepaskan kedua tangannya dari kedua sisi wajah Zelline.
"Dikit"
"Kenapa bisa bilang gue serem sih? Memang gue makan orang?" Kata Gema bingung.
"Enggak tau pokoknya muka Gema nyeremin." Kata Zelline yang tetep kekeh dengan pendiriannya.
Akhirnya Gema pasrah saja dengan pemikiran aneh Zelline itu.
"Tapi, lo enggak boleh takut sama gue ya?" Kata Gema.
Zelline mengangguk tanpa ragu. Tadinya memang takut, tapi setelah mengenal lebih dekat beberapa hari ini Gema tidak semenyeramkan itu juga.
Apalagi ketika melihat perlakuan Gema kepada adiknya kemarin.
"Zel"
"Iya"
"Gue mau minta izin." Kata Gema tiba-tiba.
Perkataan itu membuat Zelline menatapnya dengan bingung.
"Izin apa?" Tanya Zelline tidak mengerti.
Gema menggenggam lagi tangannya dan menatap Zelline dengan penuh ketulusan.
"Izin mau deketin Zelline Naufa Sebastian." Kata Gema.
Tubuh Zelline langsung membeku. Dia menatap Gema dengan tidak percaya, tapi pria itu malah tersenyum.
Zelline meneguk ludahnya sendiri ketika merasa malu dan salah tingkah diperlakukan seperti itu. Dia yakin seratus persen kalau wajahnya sudah memerah sekarang.
"Boleh enggak Zelline??" Tanya Gema.
Zelline langsung kebingungan harus menjawab apa, jadi satu-satunya hal yang dia lakukan adalah menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Gilaa! Gema benar-benar gila!
Pria itu tidak takut meskipun sudah dihampiri oleh kedua Kakaknya dan Kak Nathan kemarin. Bukan takut Gema malah semakin berani.
Dan anehnya Zelline tidak bisa menolak dan malah memberikan akses lebih bagi Gema untuk masuk ke dalam hidupnya.
Dalam hidup Zelline yang dikelilingi pria posesif.
Apa Gema juga akan menjadi pria posesif setelah orang tua dan juga Kakaknya?
••••
"Kiaaa"
Zelline memanggil teman sebangkunya itu dan mendekat untuk menceritakan apa yang tadi pagi terjadi. Dia akan memberi tau Kiara mengenai apa yang Gema katakan padanya.
Awalnya Zelline memang merasa takut karena dia tidak mau diganggu oleh Gema yang selalu membuat onar di sekolah, tapi sekarang Zelline tidak merasa lagi kalau Gema seburuk itu.
"Kenapa Zel? Ehh iya gue tuh mau tanyaa kenapa tadi pagi lo bisa sama Gema?" Tanya Kiara.
__ADS_1
"Iya itu aku mau bilang itu." Kata Zelline pelan.
Kiara langsung terlihat antusias, "Kenapa? Cepetan cerita."
Zelline menghela nafasnya pelan dan mendekat lagi ke arah teman sebangkunya itu.
"Tapi, jangan bilang siapa-siapa ya?" Kata Zelline.
"Iya buruan." Kata Kiara tidak sabar.
Kemudian Zelline mulai bercerita pada Kiara yang membuat gadis itu melongo tidak percaya ketika mendengarnya.
Memang seserius itu Gema pada Zelline?
Maksudnya sudah dihampiri kedua Kakak Zelline yang super galak ditambah dengan Nathan, tapi tetap tidak takut??
Wah Kiara salut dengan keberanian Gema.
"Tapi, Kia aku kira Gema itu jahat, tapi ternyata enggak." Kata Zelline setelah dia selesai bercerita.
"Memang enggak, dia bukan nakal Zel, tapi bandel." Kata Kiara.
Zelline mengangguk setuju, "Gema baik tau, kemarin waktu aku telponan sama dia ada adik perempuannya, lucu dan Gema keliatannya sayang banget sama adik perempuannya."
"Nah berarti Gema tuh memang baik cuman dia di sekolah bandel aja, kerjaannya ngelanggar tata tertib sekolah, tapi mungkin kalo jadi sama lo nih dia bakal berubah enggak bandel lagi." Kata Kiara.
"Tapi, aku enggak tau hehe soalnya aku takut sama Kak Arthan dan Kak Ardhan terus Kak Nathan juga." Kata Zelline sambil menghela nafasnya pelan.
"Namanya Kakak wajar khawatir Zelline yang penting kalau Gema udah serius dan bisa buktiin ke Kakak juga orang tua lo kalau dia enggak akan nyakitin lo pasti dikasih izin." Kata Kiara.
"Aku enggak mau mikir jauh ke sana." Kata Zelline pelan.
"Iya yaudah jalanin aja yang sekarang." Kata Kiara.
Zelline mengangguk singkat hingga ponselnya yang ada di meja bergetar. Dan ketika Zelline melihatnya ternyata itu pesan dari Gema.
Kenapa pria itu selalu muncul setiap kali Zelline habis membicarakannya??
Gema :
Zel gue enggak bolos hari ini✌
Demi lo👍
Tanpa sadar Zelline tersenyum, tapi dia tidak membalas pesan itu dan membiarkannya saja.
Kenapa Gema mendadak lucu?
Zelline tidak jadi takut pada pria itu sekarang dia malah gemas pada Gema yang mulai menunjukkan sisi lain dari dirinya.
Gema jangan aneh-aneh nanti Zelline baper.
••••
Karena banyak yang minta part Gema Zelline jadi aku kasihhh🥰🥰
Gemass gak sihhh sama mereka berduaaa😤
__ADS_1
Masih ada dua part lagii yang bakal aku updateeeee😚