
Arthan memperhatikan Gema yang kini tengah memakan bubur yang baru saja dia pesan. Pria itu sudah menyiapkan segelas air hangat serta obat penurun panas yang sebelumnya sudah dia beli.
Dari tempatnya duduk sekarang Arthan dapat melihat wajah pria itu yang sedikit pucat dan dia jadi berpikir, bagaimana bisa Gema sendirian ketika sedang sakit?
Kalau Arthan ketika sedang sakit harus ada yang menemani. Dia akan berubah sangat manja dan rewel ketika sakit hingga harus ditemani oleh sang ibu, tapi kenapa Gema tidak begitu?
Kenapa juga dia bisa tidak makan ketika sedang sakit dan beranggapan kalau sakitnya akan hilang hanya dengan beristirahat?
Arthan terus penasaran dan bertanya-tanya mengenai hal itu pada dirinya sendiri.
"Lo beneran kalau sakit cuman sendirian?" tanya Arthan.
"Ya iya memangnya harus ditemenin?" kata Gema sambil menyantap buburnya.
"Udah kasih tau orang tua lo kalau lo lagi sakit?" tanya Arthan yang membuat Gema langsung diam.
Pria itu tersenyum tipis seraya mengangkat bahunya acuh.
"Mereka enggak perlu tau karena kalau tau juga enggak bakal pulang," ujar Gema.
"Kenapa gitu? Emang orang tua lo kemana?" tanya Arthan lagi.
"Kerja," jawab Gema seadanya.
Kali ini Arthan tak banyak bertanya dan kembali diam meskipun ada banyak sekali hal yang ingin dia tanyakan.
"Makasih udah ke sini padahal enggak perlu gue udah biasa sendiri," kata Gema.
"Bilang makasihnya sama Zelline soalnya gue ke sini karena dia," ujar Arthan.
"Padahal bisa nolak, memang lo enggak ada jam kuliah apa Kak?" tanya Gema.
"Dan membiarkan adikku yang paling manis itu ngambek? Enggak mau gue enggak enak didiemin Zelline dan gue ada jam kuliah, tapi kebetulan dosennya lagi enggak hadir," jawab Arthan lengkap.
Gema tersenyum tipis ketika mendengarnya. Sepertinya menyenangkan sekali kehidupan Zelline karena dikelilingi oleh keluarga yang sangat menyayanginya.
__ADS_1
Gema jadi iri.
"Dah kalau udah minum tuh obatnya buat tugas gue selesai terus gue bisa pulang," kata Arthan.
"Padahal kalau lo mau pulang ya pulang aja," kata Gema.
"Dibilang gue enggak mau buat Zelline ngambek! Lo tuh udah pelet adek gue ya Gem?" tuduh Arthan yang membuat Gema mendengus kesal.
Bukan memberikan jawaban Gema malah mengambil segelas air hangat lalu meminumnya bersama dengan obat.
"Lo kalau sakit beneran enggak minum obat?" tanya Arthan.
"Minum kalau udah tiga hari enggak baikan," jawab Gema jujur.
"Wah lo kalau jadi anak Mami udah habis sih Gemgem diomelin," kata Arthan.
Gema hanya tersenyum sebagai tanggapan. Justru dia ingin tau bagaimana rasanya diperhatikan oleh orang tua karena Gema tidak pernah mendapatkannya.
Selama ini Gema hanya tau bagaimana caranya bertahan sendirian.
••••
Kedatangan Gerhana juga membuat Arthan tersenyum tipis pada anak itu dan tak lagi bersikap ketus seperti sebelumnya.
"Udah makan belum?" tanya Arthan sambil mengulurkan satu tangannya.
Gerhana menatap uluran tangan itu sebelum menyambutnya dan berjalan mendekati Arthan.
"Belum, kenapa Kakak disini?" tanya Gerhana.
"Kakak lo sakit, jadi gue temenin," kata Arthan yang membuat Gerhana menatap ke arah Gema.
Kakak laki-lakinya itu terlihat tengah memainkan ponselnya. Dia sedang bermain game karena merasa sudah lebih baik dan enggan untuk istirahat.
"Mau makan apa?" tanya Arthan.
__ADS_1
"Aku belum lapar," kata Gerhana yang membuat Arthan mengangguk singkat.
"Adek lo pulang sama siapa Gemgem?" tanya Arthan.
"Ada yang biasa jemput dia sekolah," jawab Gema.
"Setiap sekolah kayak gitu? Terus kalau lo sekolah dia sama siapa?" tanya Arthan penasaran.
"Iya, di rumah aja sampai gue pulang sekolah," kata Gema.
"Lah? Anak kecil segini lo biarin sendirian?" tanya Arthan sambil menatap Gerhana.
"Biasanya ke tetangga depan sampai gue pulang sekolah," kata Gema menambahkan.
Arthan semakin bingung. Dia ingin bertanya kemana orang tuanya, tapi pasti Gema akan menjawab lagi kalau orang tuanya kerja.
Bukankah aneh kalau mereka membiarkan anak sekecil Gerhana sendirian?
"Lo enggak pernah main atau nongkrong sama temen-temen lo dong?" tanya Arthan lagi.
"Ya pernah nanti gue ajak Hana kalau mau keluar," kata Gema.
Arthan mengangguk lagi. Kemudian dia menatap Gerhana dan mengusap rambut panjangnya itu dengan sayang.
Sekarang pandangan Arthan terhadap Gema berubah dalam waktu singkat. Sepertinya pria itu hanya bersikap kurang baik ketika di sekolah.
Tapi, Gema adalah kakak yang sangat baik untuk adiknya.
Arthan melihat Gerhana yang kini mendekati Gema. Anak itu menaiki sofa lalu memeluk Gema yang membuat Gema tersenyum dan membalas pelukannya.
Bukan hanya itu saja Arthan juga melihat Gema mencium kepala adiknya dengan penuh kasih sayang.
••••
Halo haloooo hehehehehehe aku update💗
__ADS_1