
"Mami Araa"
Zelline berlari dengan penuh semangat menghampiri Sahara yang berdiri dengan senyum sumringah ketika melihat kedatangan Devina bersama suami juga anak-anaknya. Kedua tangannya merentang ketika Zelline menghambur ke dalam pelukannya, dia terlihat sangat senang karena bisa bertemu dengan Sahara lagi.
Mereka jarang bertemu karena kalian harus tau Sahara begitu sibuk dengan urusan butiknya. Wanita itu sering kali diomeli oleh sang suami karena terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga terkadang mengeluh sakit kepala juga merasa sangat lemas.
Mungkin sudah hampir setengah tahun mereka hanya berhubungan lewat pesan saja dan baru hari ini mereka bertemu karena Alana baru saja menyelesaikan perkuliahannya. Tentu saja hal itu membuat mereka sangat senang, sekarang mereka hanya tinggal menunggu kedatangan Devano bersama istri dan anak-anaknya saja.
"Zellineeeee"
Sahara melepaskan pelukannya lalu mencubit gemas kedua pipi Zelline.
"Makin cantik aja." Kata Sahara yang membuat Zelline tersenyum senang.
Kemudian Sahara beralih menghampiri Devina yang juga langsung memeluknya.
"Vinaaa"
"Kak Araaa"
Devina memeluknya dengan sangat erat karena begitu merindukan Kakak perempuannya itu. Mereka saling melepas rindu untuk beberapa waktu.
Di sisi lain ada Ziko yang menghampiri Arjuna seraya mencium punggung tangannya dengan sopan. Sedangkan itu kedua anak laki-lakinya sudah bersama dengan Airlangga juga Alana dan Aluna.
"Mana pacarnya Kak?" Tanya Arthan pada Alana.
"Enggak ada." Kata Alana sambil tertawa.
"Ah masa? Enggak mungkin Kak Ana enggak punya pacar." Ujar Arthan.
"Memang enggak punya Arthan, cariin dong." Kata Alana.
"Jangan Kak temennya enggak jauh beda sama dia, ganjen." Kata Ardhan yang membuat Alana tertawa mendengarnya.
"Temen kita sama ya Dan!" Kata Arthan sambil menatap kembarannya dengan sinis.
"Hadeh tom and Jerry mulai deh." Kata Aluna sambil menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
Belum sempat menanggapi suara pintu yang dibuka terdengar. Ternyata itu Devano bersama istri juga anak-anaknya dan ada Fahisa serta Daffa juga.
Rumah Sahara terasa begitu ramai sekarang.
"Nadhin"
Alana melambaikan tangannya pada Nadhin dengan penuh semangat. Kemudian dia memeluk Nadhin dan Maura juga Naura secara bergantian.
Eh Nathan juga.
"Lama banget datengnya." Ujar Zelline sambil menyenggol lengan Naura.
"Papa tuh lama." Katanya seraya melirik Devano.
"Eh kalian juga ya? Dandan terus." Kata Devano yang masih dapat mendengar perkataan anaknya.
"Enggakkk! Enak aja aku enggak dandan." Protes Naura yang membuat Sahara tertawa pelan melihatnya.
Sudah sangat lama mereka tidak berkumpul seperti sekarang. Biasanya hanya akan salah satu saja yang datang berkunjung dan itupun hanya sesekali saja jika ada waktu luang.
Makanya baik Sahara dan Arjuna ataupun Dafa dan Fahisa mereka sangat senang bisa berkumpul seperti sekarang.
••••
"Yess makasih Kak Anggaaa"
Ke empat anak perempuan itu memeluk Airlangga dengan erat yang membuat pria itu tertawa sambil membalas pelukan mereka.
Airlangga yang sudah bekerja memberikan sedikit uang saku kepada keponakannya itu. Memang Airlangga sendiri sering kali melakukannya.
Meskipun tidak bertemu langsung biasanya Airlangga kerap kali mengirimkan makanan atau membelikan sesuatu yang mereka inginkan.
Terutama kepada si bungsu Zelline serta Naura dan Maura.
"Angga pasti nih abis kasih uang ya? Jangan gitu ah itu kan uang kamu." Kata Devano pada anak dari Kakaknya itu.
Airlangga hanya tersenyum saja. Tidak papa lagi pula Airlangga selalu mendapat uang saku yang cukup banyak dari Arjuna dan Sahara padahal dia sudah bekerja.
__ADS_1
Tak hanya itu saja sesekali Oma dan Opanya juga turut memberikan uang. Airlangga jadi bingung menghabiskannya.
"Sstttt Papa jangan ikut campur." Kata Naura dan Nadhin bersamaan.
Sedangkan itu Maura dan juga Zelline tertawa ketika melihat Devano yang menggelengkan kepala melihat tingkah mereka.
Di sisi lain ada Arthan dan Ardhan serta Nathan yang tengah sibuk menyantap makanan. Ketiganya kalau sudah menyangkut masalah makan pasti deh kompak banget.
Semua yang Sahara sediakan sudah mereka cicipi satu per satu hingga Devina bertanya apa mereka tidak kekenyangan.
Dan inilah jawaban yang Arthan berikan.
"Enggak dong Mamiku sayang perut kita ini masih cukup untuk menampung banyak makanan." Kata Arthan dengan wajah penuh ledekan yang tidak pernah hilang.
"Enggak papa dong Vina kan Kakak sediakan untuk mereka makan." Kata Sahara.
"Kalau belum habis mereka enggak akan berhenti ngunyah tuh Kak." Ujar Adara yang kembali membuat Sahara tersenyum.
Wanita yang masih sangat cantik meskipun sudah memiliki tiga anak itu mendekat dan mengusap kepala ketiga anak adiknya dengan penuh kasih sayang.
"Enggak papa dihabisin aja semuanya atau kalau masih ada di bawa pulang enggak papa." Kata Sahara yang membuat ketiga anak itu tersenyum senang.
Oh kalau masalah makanan itu nomor satu.
••••
**Halo Halo apa kabar kalian?
Masih adakah yang menunggu aku update cerita ini????
Hehe sebelumnya maafin ya karena aku udah satu bulan lebih enggak update soalnya aku ikut sibuk bantuin Kakak aku urusin pernikahan😅
Nah sekarang baru sempet nulis dan update dehh hehe
Aku gak tau masih ada yang nungguin apa enggak, tapi kalau masih ada mau bilang makasih yaaa sudah menunggu❣️
See you di next part!!
__ADS_1
Oh iya next part mau siapa yang banyak muncul?
Gema dan Zelline atau mau yang lain**????