
Setelah Arthan membujuk dengan susah payah akhirnya dia berhasil juga dan sekarang pria itu akan pergi bersama dengan Zelline. Raut wajahnya benar-benar sumringah apalagi ketika Ziko datang dan memberikan sebuah kartu padanya.
Tak lama kemudian Zelline turun dari dalam kamarnya. Gadis itu sudah siap untuk pergi bersama sang kakak.
"Arthan enggak usah banyak protes belikan aja handphone yang adiknya mau," kata Ziko.
"Siap laksanakan Pi!" kata anak itu dengan penuh semangat.
"Nanti Papi kasih uang jajan tambahan," kata Ziko yang membuat Arthan semakin semangat.
"Ayoo adik aku sayang," ajak Arthan ketika Zelline sudah berdiri di sebelahnya.
Dia merangkul Zelline dengan penuh kasih sayang yang membuat adiknya itu tersenyum tipis.
"Kalau di sana mau beli makan boleh kan Pi?" tanya Arthan sebelum pergi.
"Boleh," jawab Ziko.
"Yes! Ayo adikku cantik kita berangkat," kata Arthan.
Kemudian dengan penuh semangat Arthan pergi bersama dengan adik kesayangannya itu.
Jangan tanya deh pokoknya Ziko kalau itu menyangkut Zelline pasti akan langsung dituruti.
Kecuali kalau perihal pria ya dia sangat hati-hati untuk hal itu.
••••
"Maaf ya Kak Ardhan aku ngerepotin jadinya."
__ADS_1
Natasha berusaha mensejajarkan langkah kakinya dengan Ardhan ketika mereka ingin pergi ke toko buku. Tadi ketika Ardhan ingin pulang tiba-tiba saja dia mendapat pesan dari Natasha yang mana wanita itu menanyakan sebuah buku padanya.
Dia bilang dia lupa kalau besok buku itu harus dibawa di satu mata kuliah. Tadinya Natasha hanya bertanya dan ketika Ardhan mengatakan tidak punya dia bilang dia akan pergi mencari ke toko buku bersama temannya.
Mendengar itu Ardhan kesal dan mengatakan biar dia saja yang mengantarnya. Akhirnya Ardhan pergi menyusul Natasha yang kebetulan juga sudah pulang.
Mereka bahkan masih memakai pakaian yang sama ketika berangkat ke kampus tadi.
"Kak Ardhan," panggil Natasha lagi.
"Lo jalannya lama bener," gerutu Ardhan sambil menoleh ke belakang.
Natasha cemberut dia berlari kecil ke arah Ardhan dan setelahnya gadis itu dibuat terkejut ketika Ardhan meraih tangannya untuk digenggam.
"Ayo."
Tanpa mengatakan apapun lagi keduanya masuk ke dalam toko buku yang berada di salah satu mall. Bukan memikirkan buku yang ingin dia cari Natasha malah menunduk sambil menatap tangannya lalu tersenyum.
"Lain kali jangan pelupa," kata Ardhan ketika mereka sudah masuk toko buku.
Natasha mengangguk singkat sambil mengikuti langkah kaki Ardhan dengan senyuman lebar di wajahnya.
"Kalau mau kemana-mana bilangnya ke gue jangan ke cowok lain," kata pria itu lagi.
"Ehh?"
Natasha terkejut ketika mendengarnya, tapi Ardhan terlihat biasa saja. Pria itu melepaskan tangan Natasha dan mulai mencari buku yang wanita itu butuhkan.
Sedangkan Natasha masih terdiam karena merasa terkejut dengan perkataan Ardhan barusan.
__ADS_1
Apa pria itu cemburu?
••••
Arthan menatap adik perempuannya yang terlihat bahagia setelah membeli handphone yang diinginkannya.
"Seneng tuan putri?" tanya Arthan sambil mengusap-ngusap kepala adiknya.
Dengan senyuman lebar Zelline menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Aku seneng hehe makasih Kak Arthan udah anterin aku," kata Zelline yang membuat Arthan tak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum.
Astaga Zelline gemas sekali mau Arthan gigit rasanya.
Keduanya berjalan bersama-sama untuk mencari tempat makan. Zelline bilang dia ingin makan ramen.
Hingga...
"Kak Ardhan jalannya pelan-pelan dong."
Suara itu membuat keduanya menoleh ke belakang dan mereka melihat seorang wanita yang berlari kecil mengejar Ardhan. Kemudian Ardhan berhenti dan menoleh ke arahnya sambil mengulurkan tangan lagi.
Saat Natasha meraih uluran tangan itu Arthan dan Zelline saling pandang kemudian tersenyum satu sama lain.
"KAK ARDHANN!"
Hayo Ardhan harus siap-siap menghadapi godaan dari Arthan dan Zelline.
•••••
__ADS_1
Hai Hai haiiiii aku datang😚
Hmm Ardhan pasti langsung males pulang🌚