
"Lo enggak usah deketin Zelline!"
Gema berdecak kesal seraya menendang kaki Laurent yang ada di bawah meja ketika pria itu berbicara tentang Zelline dan keinginannya untuk mendekati gadis itu lagi. Sebenarnya hanya candaan saja karena Laurent ingin membuat temannya itu kesal dan benar dugaannya.
Raut wajah pria itu langsung berubah muram, dia menatap Laurent dengan tajam dan penuh permusuhan. Malam ini mereka berada di sebuah cafe yang biasa mereka jadikan tempat berkumpul setiap akhir pekan.
"Woy bercanda." Kekeh Laurent.
Gema mendengus kesal dan benar-benar terlihat tidak suka dengan apa yang Laurent katakan tadi. Pokoknya tidak ada yang boleh mendekati Zelline selain dirinya.
Awas saja kalau salah satu dari temannya sampai berani mendekati Zelline maka mereka akan segera berurusan dengan Gema.
"Pokoknya awas kalau lo atau Justin sampe berani deketin Zelline gue hajar lo berdua." Kata Gema kesal.
Laurent dan Justin malah tertawa. Jujur mereka merasa aneh karena sebelumnya Gema tidak pernah seperti ini.
Terpantau akan segera menjadi bucin.
"Zelline cakep ya? Takut banget lo direbut, tapi santai ajalah gak ada yang mau ngadepin Kakaknya kecuali lo." Kata Justin.
"Nyokapnya baik." Kata Gema yang membuat kedua temannya itu terkejut.
"Udah pernah ketemu lo?!" Tanya mereka bersamaan.
Gema mengangguk singkat, "Kemarin gue kan jalan sama Zelline sama Hana."
"Wah gila udah dapet restu nih kayaknya." Ledek Laurent.
Bukan senang Gema malah mendengus kesal.
"Restu dari mana lo enggak tau aja gimana tuh dua Kakaknya sama bokapnya Zelline ngeliatin gue. Udah kayak musuh bebuyutan." Kata Gema jujur.
Kedua temannya itu tertawa lagi mendengar penuturan Gema.
Tapi, bukan hal yang aneh kalau keluarga Zelline sangat posesif karena Zelline sendiri selain cantik dia juga cukup polos hingga ada banyak teman gadis itu yang sering kali bersikap semaunya.
"Gue penasaran, lo beneran suka sama Zelline atau cuman main-main aja nih?" Tanya Justin yang langsung mendapatkan lirikan tajam Gema.
"Lo pikir gue bercanda?! Gue enggak bakal mau berurusan sama dua Kakak Zelline yang songong itu kalo gue enggak serius." Kata Gema ketus.
"Wih santai Bang kan cuman tanya." Kekeh Justin.
Gema mendengus kesal sebagai tanggapan. Kalau bukan karena Zelline sih Gema juga ogah berjuang hingga sejauh ini.
Biasanya kan cewek-cewek yang ngejar dia bukan malah sebaliknya.
••••
Maura yang tengah berbaring di atas tempat tidur tersenyum manis sambil berbalas pesan dengan Haikal.
Sejak selesai makan malam Maura langsung berlari ke kamarnya dan mulai berbalas pesan dengan pria itu. Sebelum itu Maura juga sudah mengunci pintu kamarnya agar Nathan tidak masuk tiba-tiba dan memarahinya.
Dia malas dengan Nathan karena Kakak laki-lakinya itu selalu memarahinya padahal dia hanya berbalas pesan saja.
Sangat menyebalkan!!
Haikal :
Jangan lupa besok kita belajar bareng lagi ya Maura sayang
__ADS_1
Harus mau enggak boleh nolak!!
Kami aku seret kalo gak mau🙄
Maura :
Males tau ih Kal :(
Aku gak mau belajar huhuuu
Haikal :
Belajar sayang
Belajarnya sama aku
Saat membaca pesan itu Maura terdiam dengan senyuman yang tak bisa lepas dari bibirnya. Kata sayang di pesan yang Haikal kirimkan membuat dia tersenyum malu.
Ya ampun bahkan Maura rasa pipinya sudah sangat memerah sekarang.
"Sebenernya sih mau, tapi enggak papa ledekin Haikal dulu." Kata Maura sambil tersenyum.
Dia juga tidak akan menolak karena jujur melihat Haikal ketika sedang serius belajar sangat sangat membuatnya tidak bisa memalingkan pandangannya.
Ketampanan pria itu bertambah berkali-kali lipat.
Maura :
Besok lagi aja yaaa :(
Males tau belajar terus capek
Haikal :
Enggak
Besok belajar lagi Maura
Kamu jangan banyak nolak nanti aku kasih hadiah kalau kamu mau
Maura :
Apa hadiahnya?
Haikal :
😗😗
Maura :
HAIKALLL!!!
MAU DI HAJAR KAK NATHAN KAMU
Haikal :
Haha bercanda sayang
Apa aja yang Maura minta nanti Haikal kasih
__ADS_1
Maura :
Bener ya???
Haikal :
Iya sayang
Refleks Maura berteriak. Dia memegangi kedua pipinya yang terasa panas karena membaca pesan yang Haikal kirimkan.
Gila!
Kalau gini sih Maura enggak mungkin berpaling lagi Haikal sudah terlalu sempurna.
Haikal :
Aku ada ide Maura
Aku mau carper sama Papa kamu terus sama Kak Nathan juga
Karena aku pinter, jadi aku mau bilang kalau aku bakal jadi guru les kamu😎
Terus nanti kalau nilai kamu berhasil tinggi dan dapat peringkat yang memuaskan mereka kasih izin aku untuk pacaran sama kamu😎
Eh jadi bukan carper, tapi buat kesepakatan sama Papa dan Kak Nathan
Gimana menurut kamu?
Rentetan pesan itu membuat Maura tanpa sadar tersenyum. Dia merasa ide itu tidak terlalu buruk juga, tapi Maura tidak yakin dia akan mendapatkan nilai yang memuaskan.
Tapi, kesempatan bagus juga kalau Papa dan Kak Nathan setuju.
Maura :
Kamu chat Papa sama Kak Nathan
Kalau mereka setuju ayo kita lakuin
Aku bakal semangat belajarnya hehehehe
Haikal :
Oke sayangnya Haikal
Tunggu
Kurang ajar! Haikal benar-benar kurang ajar!
Maura refleks melempar ponselnya ketika membaca kata sayangnya Haikal di sana. Lama-lama dia bisa gila karena ulah Haikal.
Pria itu tidak memberi aba-aba kalau mau manggil sayang kan Maura nyaris jantungan dibuatnya.
Baiklah Haikal mari kita coba.
••••
Hai haiii maaf baru bisa updateee
Jadi, Kakak perempuan aku mau menikah makanya aku sedikit sibuk hahaha
__ADS_1
Semoga kalian suka sama part ini yaa next part kita ketemu Zelline Gema yeeeee😍