
"Kenapa kamu malah takut sih Nau?"
Levi bertanya pada Naura yang sejak tadi malah diam katanya karena kepikiran Nathan yang mendadak baik sekali dengan memberikan izin padanya untuk pergi keluar bersama dengan seorang pria yang selama ini selalu menjadi musuh Kakaknya. Selama ini kan Nathan tidak menyukai Levi bukan tidak suka karena benci, tapi tidak suka karena dia sering mengajak Naura pergi secara diam-diam.
Sekarang aneh karena Nathan tiba-tiba memberi izin tanpa marah-marah dulu.
"Soalnya Kak Nathan enggak biasanya gitu! Aku mending diomelin dulu baru di kasih izin dari pada langsung dikasih izin tanpa diomelin dulu," ucap Naura.
Levi tertawa pelan mendengarnya, tapi memang Kakak laki-laki Naura itu agak menyeramkan. Dia terlalu posesif hingga Levi merasa sungkan sendiri para Kakak laki-laki gadis itu.
Dari tatapannya saja sudah cukup menyeramkan.
"Mungkin Kakak kamu memang enggak mau terlalu kekang kamu sama Maura lagi," kata Levi.
"Iya mungkin, tapi udah deh enggak usah dipikirin yang penting aku boleh keluar sama kamu," kata Naura sambil tersenyum lebar.
Levi mengangguk mengiyakan. Saat ini mereka hanya pergi ke taman saja. Keduanya duduk berdampingan sambil memakan ice cream juga beberapa makanan ringan yang tadi sempat mereka beli.
"Kamu tau enggak? Kak Nathan itu yang paling ditakutin sama aku, Maura dan Kak Nadhin. Kita bertiga lebih takut ke Kak Nathan daripada ke Papa," ungkap Naura.
"Kenapa?" tanya Levi penasaran.
__ADS_1
"Soalnya kalau Kak Nathan bilang enggak artinya enggak kita enggak bisa bujuk, tapi kalau Papa masih bisa dibujuk dan juga cuman Kak Nathan yang enggak pernah dimarah Mama," kata Naura lagi.
Levi mengangguk faham. Kemudian dia memperhatikan Naura yang kembali bercerita sambil tersenyum manis.
Saat melihat rambut Naura yang beterbangan karena angin Levi langsung merapihkannya dan membawa helaian rambut wanita itu ke belakang telinga.
Hal itu membuat Naura berhenti bicara dan menatap matanya, tapi Levi malah fokus ke sudut bibir Naura yang kotor karena ice cream coklat.
Dengan segera Levi membersihkan sudut bibir itu menggunakan ibu jarinya dan hal itu membuat Naura tersenyum malu.
"Kamu lucu Nau kalau lagi cerita."
Levi tersenyum manis dan membuat Naura ikut tersenyum dengan pipi merona.
••••
"Papi berhenti natap aku kayak gitu! Mami lihat dong Papi lihatin aku sinis banget."
Arthan mengadu pada Devina sambil menunjuk wajah Ziko yang terlihat kesal padanya. Semua ini tentu saja karena kedatangan Gema ke rumah bersama Gerhana yang membuat Devina jadi menyukai pria itu.
Kata Ziko tadi Devina bilang pada Gema supaya sering datang ke rumah bersama dengan Gerhana.
__ADS_1
Jadi Ziko kesal sekali sekarang pada Arthan.
"Mamiiii."
"Kenapa Arthan? Kamu sama Papi enggak bisa banget akur," kata Devina lelah.
"Enggak tau tuh Papi!" seru Arthan sambil menunjuk Ziko.
"Apa? Kenapa kamu nyalahin Papi?" tanya Ziko dengan sinis.
"Ziko juga ih enggak mau ngalah banget sama anaknya," omel Devina yang membuat Arthan tersenyum senang sambil menatap Ziko dengan menyebalkan.
Ziko hanya diam sambil memasang wajah kesalnya. Dia benar-benar sudah sangat kesal pada Arthan karena dia membuat Devina jadi suka pada Gema.
"TUH KAN MAMII LIHAT TUH PAPI LIATNYA KAYAK GITU!!!!"
Dan Devina hanya bisa menghela nafasnya pelan melihat kelakuan kedua orang itu.
Kalau lagi enggak akur pasti seperti itu.
•••••
__ADS_1
Hehe maaf karena baru updateeee😔😔😔