Possessive Brothers

Possessive Brothers
35 : Masih Ngambek


__ADS_3

"Kenapa nih si cantik kok cemberut?"


Gema datang menghampiri Zelline sambil menatap wajahnya yang sejak pagi tadi tidak ada senyuman. Sekarang saja Zelline hanya diam lalu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Merasa bingung Gema langsung menatap Kiara, tapi teman Zelline itu hanya mengangkat bahunya acuh. Dia juga tidak tau temannya itu kenapa karena sejak pagi Kiara juga bingung.


"Gue ada salah ya Zel?" tanya Gema takut.


Zelline menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban tanpa mau bersuara.


"Gue ada salah deh kayaknya, maaf deh, tapi jangan diem aja dong," kata Gema pada Zelline.


Zelline berdecak kesal. Dia sedang tidak mood dan tidak mau diganggu.


"Gema enggak ada salah. Udah jangan tanya terus sama aku," kata Zelline kesal.


"Tuh kan gue ada salah! Apa salah gue? Maaf Zell..."


"Ih Gema enggak denger apa aku tadi ngomong apa? Gema enggak ada salah, jadi jangan tanya tanya aku lagi kesel," kata Zelline sambil memasang wajah cemberutnya.


"Oh lagi kesel ya? Biar enggak kesel mau di bawain apa? Coklat mau atau..."


"Aku enggak mau," ucap Zelline dengan wajah yang semakin cemberut.


Gema meringis pelan dan memilih untuk tidak berbicara lagi. Gadis yang biasanya terlihat menggemaskan itu kenapa sekarang malah membuatnya takut.


Dia jadi tidak berani menegur Zelline. Mungkin Gema akan ke kantin dan membelikan sesuatu untuk mengembalikan mood Zelline.


"Gue mau ke kantin dulu deh," kata Gema sambil menatap Zelline dan berharap gadis itu menatapnya.


Tapi, Zelline masih ada di posisi yang sama.


Kenapa ya Zelline?


•••••


"Pokoknya ini semua gara-gara kamu!"

__ADS_1


Devina menggelengkan kepalanya pelan melihat Ziko dan Arthan yang sibuk berdebat karena Zelline yang masih ngambek. Sekitar pukul dua belas siang Zelline mengirimkan pesan pada Devina kalau dia tidak mau dijemput Ziko atau Arthan.


Katanya kalau mereka yang jemput Zelline tidak mau pulang dan mau naik ojek saja. Akhirnya Ardhan yang akan menjemput Zelline nanti dan sekarang Ziko serta Arthan malah berdebat.


"Kamu harus tanggung jawab! Zellina jadi ikut marah sama Papi!" kata Ziko yang membuat Arthan menatapnya dengan sebal.


"Enggak bisa! Papi juga salah karena marahin Zelline, jadi bukan salah aku semuanya," kata Arthan membela diri.


"Tapi, Papi enggak bakal marahin Zelline kalau bukan karena kamu!" ucap Ziko yang tak mau kalah.


Devina hanya bisa pasrah mendengar perdebatan kedua orang itu. Masalahnya kalau Zelline ngambek Devina juga ikut bingung karena anaknya itu akan diam saja.


Terkadang tidak mau keluar kamar dan memilih untuk makan sendirian setelah semuanya selesai makan.


Pokoknya kalah Zelline ngambek semua ikut bingung.


••••


Gema tersenyum lebar sambil memberikan dua buah coklat juga dua kotak susu pada Zelline.


Melihat itu Zelline sedikit tersenyum lalu mengambilnya dan mengucapkan terimakasih hingga membuat Gema merasa sedikit senang.


"Mau dimakan sekarang?" tanya Gema.


Zelline menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kenapa sih Zel? Lagi kesel sama siapa?" tanya Gema penasaran.


Zelline kembali menggelengkan kepalanya sebagai jawaban yang membuat Gema pasrah dan tidak mau bertanya lagi.


"Gema enggak ke kelas?" tanya Zelline yang akhirnya kembali bersuara.


"Belum bel," jawab Gema.


Zelline mengangguk faham. Kemudian dia melirik ponselnya yang menunjukkan ada beberapa pesan masuk.


Biarkan saja Zelline masih kesal!

__ADS_1


••••


"Anak Papi sayang."


Ziko tersenyum ketika melihat Zelline pulang bersama dengan Ardhan. Hal yang sama juga berlaku untuk Arthan yang ikut tersenyum.


Tapi, Zelline diam saja dan malah berjalan di belakang tubuh Ardhan.


Melihat itu Ardhan tersenyum tipis. Beruntunglah dia karena Zelline tidak ikutan marah padanya.


"Zelline mau beli apa sayang? Mau handphone baru lagi enggak?" tanya Ziko yang dijawab dengan gelengan singkat oleh anaknya.


"Zelline adik Kak Arthan yang paling gemes sedunia ayo ke toko buku nanti Kak Arthan temenin...."


"Enggak mau! Pergi aja sama pacarnya," kata Zelline dengan ketus.


Arthan langsung diam. Sedangkan Ardhan terlihat menahan tawanya.


"Aku mau ke kamar capek," kata Zelline dengan wajah cemberutnya.


Dengan tetap mempertahankan wajah kesalnya Zelline pergi ke kamar dan meninggalkan Ziko serta Arthan.


"Ini semua gara-gara Arthan," kata Ziko kesal.


Arthan balas menatap Papinya itu dengan sinis.


"Salah kita! Jangan salahin anaknya doang enak aja Papi juga salah!"


Ardhan hanya bisa menahan tawa melihatnya. Pokoknya dia tidak ikutan ya?


Selagi Zelline tidak ikut marah padanya maka Ardhan aman.


••••


Hayolo Zelline masih ngambek memangnya enakkkk🤭


Siapa yang suka Zelline mode ngambek?

__ADS_1


Enggak jadi update malem hehe sekarang aja updatenyaaaa💗


__ADS_2