
Ada beberapa hal yang Gema suka dari Zelline. Selain karena dia cantik, tapi gadis itu juga lucu dengan segala tingkah lakunya yang polos.
Zelline yang kesal dan cemberut membuat Gema merasa gemas sendiri ketika melihatnya. Sampai saat ini gadis itu masih terlihat kesal karena Gema yang datang ke kantin bersama dengan Meisha.
Dia menjawab pertanyaan Gema dengan sedikit ketus yang membuat pria itu tersenyum. Biasanya dia tidak suka wanita yang hobinya merajuk seperti ini, tapi sepertinya Zelline adalah pengecualian.
Oh iya Kiara sudah pergi ke kelas lebih dulu. Kini hanya ada Zelline dan Gema yang duduk berhadapan.
Satu fakta lain yang Gema tau dari Zelline adalah gadis itu makannya lama, tapi Gema suka melihat dia makan. Zelline terlihat lucu ketika sedang mengunyah makanan yang membuat kedua pipi chubby nya itu menggembung.
"Jangan ngambek Zel," kata Gema sambil tersenyum.
"Aku enggak ngambek," elak gadis itu.
Gema terkekeh lalu mengangkat satu tangannya dan mengusap pelan sudut bibir Zelline yang kotor.
"Gue enggak suka Meisha. Dia enggak pernah gue tungguin makan kayak gini," kata Gema.
"Aku kesellll," ucap Zelline.
"Kenapa masih kesel? Lagi pms ya?" tanya Gema menebak.
"IHH KOK GEMA TAU?!" tanya Zelline dengan suara yang cukup kuat hingga membuat beberapa orang menatap ke arahnya.
"Oh bener?" kata Gema sambil tersenyum penuh arti.
Katanya kalau seorang wanita lebih sensitif dari biasanya itu artinya dia sedang pms dan Zelline meskipun gadis itu suka merajuk, tapi biasanya dia mudah dibujuk.
"Iyaaa! Aku keselll pokoknya aku kesel sama Gema!" katanya galak.
Gema hanya menanggapinya dengan senyuman. Dia tidak pernah menyangka kalau dia akan jatuh hati pada gadis di hadapannya ini.
Gadis manja yang membuat berandalan sepertinya jatuh hati.
"Terus Gema harus apa dong biar Zelline enggak ngambek?" tanya Gema dengan senyuman di wajahnya.
Pertanyaan itu membuat Zelline diam. Dia menatap Gema dan senyuman hangatnya yang membuat rasa kesalnya hilang dalam hitungan detik.
"Kalau nanti pulang sekolah gue ajak jalan-jalan gimana?" tanya Gema.
"Aku enggak berani bilangnya," kata Zelline dengan wajah sedih.
"Lo mau atau enggak? Kalau mau nanti gue yang izin," ujar Gema.
"Gema berani?" tanya Zelline.
__ADS_1
"Berani lah, mau atau enggak?" tanya Gema lagi.
"MAU!"
Gema tersenyum lalu mengusap pelan kepala Zelline seraya berkata.
"Yaudah makan cepetan bentar lagi bel nanti pulang sekolah jalan-jalan."
...****************...
Gema tidak bohong ketika mengatakan bahwa dia yang akan meminta izin pada orang tua serta kakaknya karena pulang sekolah ini Zelline mendapatkan izin. Gadis itu sangat bersemangat hingga ketika pulang sekolah dia berlari menghampiri Gema yang menunggu di depan kelasnya.
Melihat wajah antusias itu Gema tersenyum seraya merangkul pundak Zelline dan mengajaknya pergi ke parkiran.
"Gema bilang apa ke Papi sama Kak Arthan dan Ardhan? Kenapa mereka bisa kasih izin?" tanya Zelline penasaran.
"Rahasia."
"Ihh Gema kasih tauuu! Aku mau tau supaya aku juga bisa dapat izin kalau mau main keluar." Zelline memaksa Gema untuk memberitahunya.
"Enggak mau. Kalau lo mau dapat izin perginya harus samaa gue, " kata Gema yang membuat Zelline cemberut.
Begitu keduanya sampai di parkiran dan tempat dimana motor miliknya terparkir Zelline melihat Gema yang mengeluarkan sebuah jaket dari dalam tasnya.
"Pake dulu," kata Gema.
"Mau pakai sendiri apa gue bantu??" tanya Gema sambil mengangkat sebelas alisnya.
"Ish iya iya."
Dengan terpaksa Zelline memakai jaket yang ukurannya cukup besar itu hingga membuat tubuhnya terlihat tenggelam ketika memakainya.
"Kita mau kemana?" tanya Zelline penasaran.
Gema tak menjawab. Dia meminta Zelline untuk segera naik lalu keduanya bersama-sama pergi meninggalkan area sekolahan.
...****************...
Kedua mata Zelline berbinar ketika Gema membawanya ke florist. Dia terlihat senang melihat bermacam-macam bunga yang begitu indah.
"Habis dari sini kita makan ice cream, mau enggak?" tanya Gema.
"MAU!"
"Haha yaudah sekarang lo pilih mau bunga yang mana," ujar Gema.
__ADS_1
"Gema beliin?" tanya Zelline senang.
"Enggak lo bayar sendiri. Ya dibeliin Zel," kata Gema gemas sendiri.
Zelline menyengir lucu. Dengan penuh semangat gadis itu melihat-lihat bunga yang ada di florist.
Dia terlihat bingung ingin bunga yang mana karena semuanya bagus. Rasanya Zelline ingin semuanya, tapi dia harus memilih beberapa saja.
"Gema aku bingung," keluh Zelline.
Gema hanya tersenyum menanggapinya. Dia senang sekali melihat Zelline yang terlihat begitu bersemangat.
Zelline dan bunga adalah dua kombinasi yang pas. Cantik.. keduanya terlihat cantik.
...****************...
Setelah memilih bunga yang diinginkannya sampai setengah jam lamanya kini Zelline dan Gema sudah berada di kedai ice cream yang letaknya tak terlalu jauh dari sana. Zelline membawa bucket bunga yang Gema belikan untuknya dengan senyuman lebar.
"Udah happy belum?" tanya Gema sambil memakan ice creamnya.
Zelline mengangguk dengan penuh semangat.
"Kalau udah happy berarti udah enggak marah dan kesel sama gue lagi kan?" tanya Gema.
Zelline mengangguk lagi sambil terus menyuapi ice cream miliknya yang membuat Gema tertawa kecil ketika melihatnya.
"Makasih banyak ya Gema aku hari ini senengggg bangettt," kata Zelline.
"Hm."
Gema bergumam pelan sebagai tanggapan. Dia senang kalau Zelline menyukai jalan-jalan singkat mereka sepulang sekolah ini.
"Karena Gema udah buat aku senenggg banget hari ini aku mau kasih sesuatu nanti," kata Zelline sambil tersenyum malu.
"Untuk apa? Enggak perlu Zel lo seneng aja udah cukup buat gue," kata Gema.
"Tapi, aku mau kasih sesuatu," ujar Zelline.
"Kasih apa memangnya?" tanya Gema akhirnya.
Zelline diam sejenak lalu mengatakan hal yang membuat Gema tersedak ice cream yang tengah ia makan.
"Mau kasih peluk."
__ADS_1
Wah kalau ini sih Gema mana bisa menolak.