Possessive Brothers

Possessive Brothers
76 : Semakin Dekat


__ADS_3

"Gue liat makin deket aja lo sama Zelline."


Laurent mengatakan itu ketika bertemu dengan Gema di kelas yang hanya pria itu tanggapi dengan senyuman singkat.


"Kagak diamuk kakaknya lo Ma?" tanya Justin pada temannya itu.


"Iya awalnya, tapi udah biasa aja sekarang enggak terlalu over protective. Mungkin semenjak gue ke rumah Zelline dan ketemu nyokapnya," kata Gema.


"Cakep pasti nyokapnya," ujar Laurent.


"Satu keluarga cakep semua, tapi nyokapnya mirip Zelline banget, ramah dan enggak galak kayak bokap sama kakaknya," kata Gema sambil tertawa kecil.


"Tapi, lo serius naksir nih sekarang?" ujar Justin.


"Gila kali gue kalo cuman main-main, sama aja nyari mati," ucap Gema yang membuat kedua temannya refleks tertawa.


Pagi ini ketiga orang yang biasa datang terlambat itu sudah berada di sekolah atau lebih tepatnya di kantin.


Baru saja Laurent ingin menanggapi, tapi ketika melihat sosok Zelline memasuki area sekolah langsung mengurungkan niatnya dan memanggil gadis itu untuk mendekat.


"ZELL!"


Suara Laurent membuat Gema ikut menoleh dan melihat Zelline yang kini menatap ke arah mereka dengan senyuman lebar. Gadis itu melambaikan tangannya lalu berlari kecil ke arah mereka yang membuat Gema refleks tersenyum.

__ADS_1


Dia langsung bergeser dan menepuk tempat disebelahnya agar Zelline duduk di sana. Saat gadis itu sudah duduk dia langsung menyapa ketiganya dengan ramah.


"Kalian sarapan?" tanya Zelline.


"Iya, baru selesai, lo udah makan?" tanya Gema sambil menatap gadis itu.


"Udah, aku enggak boleh berangkat kalau belum sarapan," kata Zelline dengan senyuman.


"Kalian tumben udah berangkat pagi pagi begini?" ujar Zelline.


"Lagi pengen Zel," kata Laurent dengan tawa kecilnya.


"Tapi, bagus tau jangan sering sering telat hehe," katanya dengan senyuman lebar.


"Oh iya Laurent aku belum pernah minta maaf sama kamu," kata Zelline tiba-tiba.


"Hah? Emang lo ada salah sama gue?" tanya Laurent bingung.


Bukan hanya Laurent saja, tapi kedua temannya pun ikut bingung mendengar perkataan Zelline barusan.


"Itu kamu kan pernah dipukul sama kakak aku..."


"Enggak usah minta maaf itu mah Zel memang dulu niat dia jelek sih," kata Justin sambil tertawa.

__ADS_1


"Sialan! Tapi, bener kok Zel enggak perlu minta maaf malah kayaknya gue deh yang harus minta maaf karena dulu tujuan gue deketin lo enggak baik," kata Laurent dengan tulus.


"Enggak papa hehe tapi, aku beneran minta maaf pasti waktu itu sakit dipukul Kak Arthan sama Kak Ardhan," ucap Zelline tidak enak hati.


"Enggak Zel udah tenang aja," kata Laurent disertai dengan senyuman.


Zelline ikut tersenyum. Sebenarnya dia tidak terlalu peduli tujuan Laurent mendekatinya dulu untuk apa karena dulu juga dia hanya berniat berteman, tapi dia sangat merasa bersalah karena kedua kakaknya memukuli pria itu.


"Kalian enggak mau ke kelas?" tanya Zelline.


Belum sempat Laurent atau Justin menjawab Gema sudah lebih dulu memberikan jawaban sambil memakai tas miliknya.


"Mau, buruan woy kelas," kata Gema.


Kedua temannya itu berdecak kesal, tapi tetap bangun dan pergi ke kelas karena bel masuk memang tak lama lagi akan berbunyi.


"Sini Zel sini."


Zelline berjalan bersama dengan mereka bertiga. Posisinya Zelline dan Gema berada di tengah sedangkan Laurent bersama Justin ada di sisi sebelah kanan dan kiri mereka.


Dulu Zelline sangat takut dengan Gema dan teman-temannya, tapi sekarang gadis itu tengah berjalan bersama mereka sambil mengobrol dan tertawa bersama.


Intinya jangan menyimpulkan segala sesuatu hanya dengan pandangan mata.

__ADS_1


__ADS_2