Possessive Brothers

Possessive Brothers
39 : Gema dan Zelline


__ADS_3

"Selamat pagi Papi."


Zelline yang sudah tidak marah lagi menyapa Ziko ketika dia turun untuk sarapan. Hal itu membuat wajah Ziko berseri senang karena melihat senyuman manis di wajah anak perempuannya.


Akhirnya Zelline berhenti marah padanya. Mungkin itu artinya Ziko tidak perlu marah pada Arthan dan juga masalah Gema sepertinya dia akan melupakan sejenak.


"Tuh lihat kan Zelline udah enggak marah lagi," kata Arthan dengan sinis.


Oh baru saja Ziko ingin melupakan kekesalannya, tapi wajah menyebalkan Arthan membuatnya kembali menatap anak itu dengan sinis.


"Zell lihat tuh Papi," kata Arthan sambil menunjuk ke arah Ziko.


Zelline hanya tertawa saja ketika mendengarnya. Kemudian dia menatap Ayah dan juga Kakaknya secara bergantian.


"Enggak boleh tau berantem terus," kata Zelline.


"Tuh Papi dengerin," sindir Arthan.


"Kamu yang dengerin kan kamu yang sering berantem Ardhan karena pacar kamu itu," balas Ziko.


Arthan yang sudah akan membalas menghentikan niatnya ketika sosok Devina muncul.


"Kalian berdua kalau ribut terus aku kurung di gudang berdua," kata Devina kesal.


"Papi.."


"Arthan..."


"Iya terus aja saling nyalahin," kata Devina sambil melipat kedua tangannya di dada.


Hal itu membuat Ziko dan Arthan menutup bibir mereka rapat-rapat. Selain Zelline yang paling menakutkan ketika marah juga Devina karena wanita itu sama seperti anaknya ketika marah akan diam saja.

__ADS_1


"Udah sama-sama dewasa jangan kayak anak kecil saling nyalahin satu sama lain. Kemarin Zelline marah karena kalian berdua sama-sama salah bukan cuman salah satu yang salah," omel Devina yang membuat Ziko dan Arthan langsung cemberut.


Kedua pria itu benar-benar cemberut bahkan Zelline sampai menahan tawanya melihat wajah mereka berdua.


"Tuh liat kayak anak kecil beneran kalau di omelin langsung manyun," kata Devina sambil berdecak kesal.


"Sayangggg..."


"Mamiiiii..."


"Udah ah sekarang diem ayo sarapan, mana Ardhan?" tanya Devina ketika menyadari satu anaknya belum turun untuk sarapan.


Belum sempat ada yang memberikan jawaban sosok Ardhan sudah muncul. Pria itu berjalan menuruni tangga dengan satu tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana.


"Pagi semua," sapa Ardhan yang langsung duduk di sebelah kembarannya.


"Kenapa nih Arthan sama Papi kayak anak kecil enggak dibeliin mainan aja mukanya cemberut gitu," kata Ardhan sambil tertawa pelan.


Arthan dan Ziko bicara secara bersamaan hingga membuat Ardhan terkejut. Bibir Ardhan sedikit terbuka karena dia ingin bicara, tapi langsung mengurungkan niatnya.


"Biarin aja sayang enggak usah dihiraukan nanti mau Mami kurung berdua biar sekalian ribut," kata Devina kesal.


"Sayang," rengek Ziko.


"Makan!" kata Devina dengan galak.


Ziko akhirnya pasrah. Bersama dengan yang lainnya mereka mulai memakan sarapan bersama-sama.


Jangan heran kalau lagi akur Ziko dan Arthan kemana-mana selalu bersama sudah seperti Kakak adik bukan Ayah anak, tapi kalau lagi enggak akur seperti sekarang ini enggak usah ditanya.


Kalau enggak sengaja tatapan aja sudah saling membuang pandangan sambil menggerutu. Entah ada masalah apa mereka berdua itu rasanya ada saja yang diributkan.

__ADS_1


Devina pusing kalau kedua orang itu suka bertengkar.


••••


"Gemaaa!"


Zelline menyapa dengan riang ketika dia tidak sengaja berpapasan dengan Gema di koridor sekolah. Sapaan itu membuat Gema tersenyum dengan lebar, dia refleks menghentikan langkahnya dan menunggu Zelline yang berlari kecil ke arahnya.


Setelah Zelline berada di sampingnya Gema langsung merangkul pundak gadis itu dan kali ini Zelline sama sekali tidak merasa terganggu.


"Kamu datang pagi lagi," kata Zelline yang membuat Gema tersenyum mendengarnya.


"Iya dong biar bisa ketemu lo," ujar Gema.


Zelline tertawa pelan mendengarnya. Kemudian dia terkejut ketika tiba-tiba Gema melepaskan rangkulannya dan berjalan di belakangnya sambil memegangi kedua pundaknya.


"Gema ngapain di belakang aku?" tanya Zelline.


"Ngelindungin lo dari orang jahat haha cepet Zel jalan," kata Gema sambil tertawa.


Zelline yang tidak mengerti apapun hanya tertawa saja ketika mendengarnya. Gema benar-benar berjalan di belakangnya sambil memegangi kedua pundaknya.


Dasar pria itu ada saja.


Orang-orang yang melihat mereka sampai memandang dengan bingung, tapi ada juga yang merasa gemas dengan keduanya.


Astaga serasi sekali mereka berdua.


•••••


Haloo sudah lama tidak update yaaa😭🙏

__ADS_1


__ADS_2