Possessive Brothers

Possessive Brothers
19 : Maura dan Haikal


__ADS_3

"Ayo ke perpustakaan kita belajar"


Maura menghela nafasnya pelan mendengar penuturan dari Haikal yang malah mengajaknya untuk pergi belajar.


Ya pria itu sih pintar hampir sama dengan Devano ditambah lagi Haikal juga anak basket sama seperti Papanya dulu.


Kalau Maura sih anak pemalas yang nilainya pas-pasan alias bisa naik kelas saja sudah bersyukur. Beruntungnya orang tuanya tidak pernah menuntut ini dan itu padanya.


Meskipun Maura tidak terlalu pintar, tapi orang tuanya tidak pernah memaksa Maura untuk mengikuti les tambahan atau semacamnya.


Hal yang sama juga berlaku untuk Naura dan Nardhin. Satu-satunya anak Devano dan Adara yang mewarisi kepintaran Ayah mereka hanya Nathan saja.


"Ma..."


"Enggak terima penolakan, ayo belajar sebentar lagi ujian." Kata Haikal lagi.


Belum sempat menjawab lagi Haikal sudah lebih dulu menggenggam tangannya dan mengajak dia pergi keluar kelas di istirahat kedua.


Kembarannya jangan ditanya dia sudah pergi bersama dengan Levi, pacaran mungkin.


"Sebentar aja ya?" Pinta Maura.


"Sampe istirahat selesai." Kata Haikal yang membuat Maura mendengus kesal.


"Lama banget! Lima belas menit aja." Kata Maura.


"Lo mau belajar apa lima belas menit Maura! Istirahat tiga puluh menit, jadi kita belajar sampe waktu istirahat habis." Kata Haikal lagi.


Kali ini Maura pasrah. Dia mengikuti Haikal dengan wajah kesal dan cemberut.


Hingga masuk ke dalam perpustakaan pun Maura masih nampak kesal. Gadis itu segera duduk dan membiarkan Haikal pergi untuk mencari beberapa buku.


Sekitar lima menit Haikal kembali dan membawa dua buah buku di tangannya. Bukunya tebal sekali Maura malas melihatnya.


"Ayo kita belajar sejarah." Kata Haikal.


Maura berdecak kesal, "Kal ihh males."


"Belajar Maura ayoo." Ajak Haikal lagi.


Pria itu mengusap sayang kepala Maura dan mengajaknya untuk belajar yang mau tidak mau membuat gadis itu pasrah.


Dia menatap Haikal yang kini tersenyum lalu memberikan cubitan singkat di pipinya.


Huh terlalu manis Maura jadi tidak bisa membantah!

__ADS_1


••••


Sudah dua puluh menit berlalu dan Maura mulai memahami apa yang telah Haikal jelaskan padanya. Ternyata belajar bersama kekasih itu lebih produktif ya?


Haikal sendiri merasa sangat senang ketika menjelaskannya pada Maura. Keduanya benar-benar melakukan study date yang menyenangkan.


"Udah faham kan? Besok kita belajar lagi di jam istirahat kedua kita ke perpustakaan, oke?" Kata Haikal dengan satu alis yang naik ke atas.


Kali ini tanpa penolakan dan paksaan Maura menganggukkan kepalanya, "Oke, siap laksanakan."


Haikal tertawa pelan lalu dia menutup dua buku sejarah yang mereka baca di bab lima dari masing-masing buku.


"Udah ya? Gue rasa udah cukup, enggak perlu banyak-banyak yang penting lo faham soalnya lo enggak terlalu suka pelajaran sejarah kan? Dan setau gue lagi Maura selalu dapet nilai rendah di pelajaran ini." Kata Haikal panjang.


Maura tersenyum dan menatap pria itu dengan hangat. Tatapan yang membuat jantung Haikal berdegup semakin kencang.


"Sekarang ayo balik ke kelas." Ajak Haikal.


Satu tangan Haikal yang terulur langsung disambut oleh Maura dan setelah mengembalikan dua buku itu ke tempatnya mereka keluar dari perpustakaan.


Sebenarnya Maura masih bingung dan bertanya-tanya tentang kedekatannya dengan Maura. Tidak ada yang tau pasti kapan mereka dekat dan saling memiliki rasa yang sama seperti ini.


Yang Maura tau pertama kali mereka berkomunikasi panjang itu ketika sama-sama datang terlambat ke sekolah dan sama-sama dihukum juga. Saat itu mereka banyak mengobrol dan mungkin dari situ awal muka kedekatan mereka.


"Maura"


"Eh iya kenapa?" Tanya Maura ketika Haikal menyenggol pelan lengannya.


Haikal melirik ke arah lapangan yang mereka lewati, "Kembaran lo tuh lagi pacaran."


Maura melihat ke arah yang sama. Dia melihat Naura yang tengah diajari bermain basket oleh Levi.


Dia menggelengkan kepalanya pelan melihat kedua orang itu.


"WOYY PACARAN AJA PACARAN BELAJAR DONG"


Maura berteriak hingga kedua orang itu berhenti. Ehh tapi, bukan mereka berdua saja teriakan Maura yang cukup besar juga membuat orang-orang menghentikan langkah kaki mereka begitu saja.


Oh dasar Maura tidak bisa sekali bicara pelan-pelan.


••••


"Eh sumpah ya lo malu-maluin banget teriak di deket lapangan mana suaranya gede banget!"


Naura menggerutu sebal di dalam mobil ketika mereka berdua sudah pulang di jemput oleh supir. Sayangnya Maura malah tertawa dan bukan merasa bersalah atas apa yang dia lakukan tadi.

__ADS_1


Yah Maura memang jahil sama seperti Nadhin.


"Halah lo tuh pacaran di tengah lapangan..."


"Heh ngaca ya lo juga!" Kata Naura tak terima.


Maura mendengus sebal.


"Sok belajar padahal mah pacaran kan lo di perpustakaan?" Tebak Naura.


"Sembarangan! Gue belajar sambil pacaran." Kata Maura mengoreksi.


Naura menatap sinis kembarannya itu. Mana ada belajar sambil pacaran.


"Lo bantuin gue dong bilang ke Papa supaya dikasih izin keluar sama Levi minggu ini." Pinta Naura setelah cukup lama terdiam.


"Lo lah bilang sendiri." Kata Maura.


"Ah elah Maura bilangin dong! Gue enggak berani sama Papa." Kata Naura yang membuat kembarannya itu gemas sendiri.


"Dih ngapain takut? Nih ya Papa mah enggak bakal marah kalaupun enggak dikasih izin paling cuman bilang enggak." Kata Maura.


"Tetep aja Ra..."


"Nau lo tinggal bilang aja ribet dah, enggak bakal dimarah percaya deh sama gue, cuman mungkin dapet izinnya yang agak susah." Kata Maura.


Naura menghela nafasnya pelan, ingin sekali bisa bebas seperti teman-temannya yang lain.


"Kecuali kalau Levi dateng sendiri dan minta izin sendiri, mungkin dikasih izin, tapi saran gue sih mending minta izin sama Mama dulu terus lo bilang enggak berani bilang Papa, jadi nanti Mama yang bilang ke Papa." Kata Maura menjelaskan.


Kali ini Naura mengangguk faham dengan wajah yang sudah terlihat senang, benar juga apa yang baru saja Maura katakan.


Kalau Mamanya yang memberikan izin tidak ada yang berani protes kan?


Baiklah nanti malam dia akan bilang pada Mamanya.


•••••


Yuhuuu aku update❣️❣️❣️


Selamat hari raya idul fitri untuk yang merayakan🙏 Mohon maaf apabila author punya salah sama kalian yaa❣️


Terima kasih sudah ngikutin cerita aku dari awal😇


Love youuu💗

__ADS_1


__ADS_2