Possessive Brothers

Possessive Brothers
72 : Nama Panggilan


__ADS_3

Dari sekian banyaknya wanita yang pernah mendekati Ardhan hanya Natasha yang bisa membuat pria itu memberikan respon yang baik. Bahkan bukan sekedar respon, tapi Ardhan pun tak mencoba untuk memberikan jarak diantara mereka berdua dan sebaliknya Ardhan malah berusaha untuk bisa tetap dekat dengan Natasha.


Misalnya saja seperti sekarang dimana satu kelas dibuat terkejut oleh kehadiran Ardhan, kakak tingkat mereka yang datang untuk menghampiri Natasha. Dia berdiri di depan pintu tepat setelah dosen yang mengajar keluar dari kelas.


"Kak Ardhan."


Natasha juga terkejut dengan kehadiran pria itu sama seperti teman-temannya yang lain. Dia segera menghampiri Ardhan begitu selesai merapihkan buku serta alat tulisnya.


"Masih ada kelas lagi enggak?" tanya Ardhan tanpa basa basi.


"Enggak ada.... ehh Kak Ardhan mau kemana??" tanya Natasha kaget ketika pria itu menggenggam tangannya dan membawanya pergi.


"Temenin gue," kata Ardhan.


"Temenin kemana?" tanya Natasha bingung.


"Kantin, makan," kata Ardhan singkat.


Natasha tak sempat menolak, jadi dia hanya mengikuti Ardhan saja hingga mereka berdua benar-benar sampai di kantin. Pria itu kemudian mengambil tempat duduk kosong dan menanyakan apa yang ingin Natasha pesan.


"Mau makan apa?" tanya Ardhan.


"Mau soto Kak," jawab Natasha dengan penuh semangat.


Ardhan mengangguk faham lalu pergi memesan. Tak butuh waktu lama pria itu kembali dan duduk di hadapan Natasha.

__ADS_1


"Aku kaget Kak Ardhan dateng ke kelas," kata gadis itu sambil tertawa pelan.


"Memang enggak boleh?" tanya Ardhan yang langsung Natasha jawab dengan gelengan singkat.


"Boleh lah Kak. Aku cuman kaget aja hehe," kata Natasha.


"Nana."


"Hah?"


Ardhan tersenyum kali ini dia tersenyum dengan begitu lebar hingga membuat Natasha terpaku. Baru pertama kali Natasha melihat Ardhan tersenyum selebar itu.


Tapi, perkataan pria itu setelahnya membuat Natasha terkejut bukan main. Jantungnya langsung berdegup dengan sangat kencang ketika mendengarnya.


"Boleh Kak," kata Natasha sambil tersenyum malu.


Ardhan ikut tersenyum lalu tanpa sadar satu tangannya terangkat untuk mengusap pelan kepala Natasha yang membuat gadis itu semakin terkejut hingga refleks memundurkan tubuhnya.


Sedangkan Ardhan malah tertawa melihat reaksi yang gadis itu berikan. Keduanya sampai tidak sadar jika kini mereka menjadi perhatian banyak pasang mata.


"Ada cowok yang lagi deketin lo enggak Na?" tanya Ardhan lagi.


Masih belum selesai dengan rasa terkejutnya Natasha malah dibuat terkejut lagi dengan pertanyaan yang pria itu ajukan padanya.


"Enggak ada Kak," jawab Natasha.

__ADS_1


"Bagus."


Natasha baru akan bertanya apa maksud perkataan pria itu, tapi Ardhan sudah lebih dulu memperjelas ucapannya.


"Bagus, gue aja yang deketin lo jangan ada cowok lain."


Ini kalau Natasha pingsan gimana ya?


Dia tidak tau sudah semerah apa wajahnya sekarang, tapi yang dia tau wajah Ardhan terlihat berbeda dari biasanya. Senyuman pria itu terlihat begitu tulus dan tanpa paksaan padahal biasanya Ardhan jarang tersenyum.


Sekalipun tersenyum itupun hanya seulas senyum tipis yang tetap saja menjadi alasan Natasha jatuh hati pada pria itu.


"Kalau Kak Ardhan... emm Kakak lagi dekat sama siapa?" tanya Natasha malu.


"Lo."


Ardhan terlihat santai ketika menjawabnya padahal Natasha sudah salah tingkah sendiri ketika mendengar jawaban yang pria itu berikan padanya.


"Gue lagi deket sama lo dan begitu juga sebaliknya, jadi jangan biarin ada cowok lain yang deketin lo ya Na?" pinta Ardhan.


Dan Natasha hanya mengangguk disertai dengan wajahnya yang kini kian memerah.


••••


Aduh Ardhan harusnya kamu terciduk Arthan🤭

__ADS_1


__ADS_2