Possessive Brothers

Possessive Brothers
54 : Kelakuan Arthan


__ADS_3

"Papiii."


Zelline tiba-tiba saja menghampiri Ziko dengan raut wajah sedihnya bahkan mata gadis itu berkaca-kaca. Sejak pulang sekolah Zelline memang hanya berdiam diri di dalam kamarnya saja hingg ketika mendengar Ziko pulang anak itu langsung keluar.


Melihat anaknya yang seperti ingin menangis tentu saja membuat Ziko kebingungan sendiri. Dia langsung memeluk Zelline ketika anak itu mendekat padanya bahkan dia masih memakai pakaian kerjanya.


"Kenapa Zelline? Mi ini kenapa anaknya?" tanya Ziko pada Devina.


Devina sendiri yang tidak tau penyebab Zelline menangis ikut bingung.


"Eh Vina enggak tau tadi Zelline pulang sekolah langsung ke kamar, kenapa sayang?" tanya Devina khawatir.


Zelline melepaskan pelukannya kemudian dia menunjukkan ponselnya pada kedua orang tuanya.


"Handphone aku rusak tadi jatuh," adu Zelline.


Mendengar jawaban itu Ziko menghela nafasnya pelan. Dia sudah panik karena mengira terjadi sesuatu yang buruk.


"Astaga sayang Papi kira kenapa," kata Ziko.


"Rusak Papi handphone Zelline," rengek anak itu.


Handphone itu memang retak parah di layarnya hingga semuanya berwarna hitam.


"Papi lebih takut kamu kenapa-kenapa sayang tiba-tiba menangis seperti itu," kata Ziko sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Ya ampun Zelline udah ah jangan nangis gitu," kata Devina menenangkan.

__ADS_1


"Tapi, handphone aku rusak enggak bisa dipakai lagi gimanaaaa?" tanya Zelline dengan raut wajah sedih.


"Udah dong jangan nangis gitu ah nanti Papi belikan yang baru," kata Ziko menenangkan.


"Kapan?" tanya Zelline.


"Nanti malam ya? Nanti malam Papi belikan mau Papi yang belikan atau sama Zelline?" tanya Ziko dengan penuh kelembutan.


"Aku sama Papi," jawab Zelline.


"Dasar anak Papi," kata Devina sambil mencubit pelan pipi anaknya.


Zelline tersenyum lalu menghapus air matanya dan beralih memeluk Devina. Anak itu terlihat manja sekali meskipun usianya sudah mau memasuki delapan belas tahun.


Dia masih sangat menggemaskan di mata kedua orang tua juga kakak kakaknya.


Suara Arthan tiba-tiba terdengar. Belum sempat memberikan tanggapan Devin yang ingin melepaskan pelukannya terkejut ketika anak itu berseru kuat.


"STOP MAMI JANGAN LEPASIN AKU MAU IKUTAN, BERPELUKAN," seru Arthan dengan heboh.


Anak itu berlari dan memeluk Devina yang tengah memeluk Zelline. Melihat itu membuat Ziko menggelengkan kepalanya pelan seraya tertawa.


Astaga anaknya yang satu itu tingkahnya sedari kecil ada saja.


"Zelline atau kamu mau beli sekarang? Kalau kamu mau beli sekarang bisa sama Arthan dia pasti mau nemenin," kata Ziko.


Arthan melepaskan pelukannya lalu menatap Zelline dan Ziko secara bergantian dengan senyuman menyebalkan. Dugaannya Zelline ingin minta dibelikan sesuatu dan akan sangat menguntungkan kalau dia yang menemani adiknya itu.

__ADS_1


Bisa jajan🌚


"Siap mengantar tuan putri Zelline!" kata Arthan dengan penuh semangat.


Ziko menggelengkan kepalanya pelan lalu menatap Zelline yang menatap sang kakak sebentar.


"Enggak mau sama Papi," katanya yang membuat Arthan seperti kehilangan semangat.


"Zelline adik aku yang paling cantik kasian Papi capek abis pulang kerja lebih baik sama Kak Arthan yang baik hati dan tidak sombong ini. Meskipun capek, tapi enggak papa demi adik tercinta, ayo sama kakak aja kasian Papi capek," bujuk Arthan yang membuat Devina tertawa mendengarnya.


Dia tau maksud anak itu. Pasti dia akan meminta uang tambahan nantinya.


Dasar Arthan.


"Enggak mau sama Papi aja," kata Zelline lagi.


"Aaa Zell sama gue aja, ayo sama gue aja Zellll," rengek Arthan sambil menarik lengan Zelline.


Lihat lah pria itu sebenarnya tidak jauh beda tingkahnya ketika masih kecil dulu.


•••••


Yuhuuu jadi sudah aku pastikan ini lapak untuk anaknya Devina yaaa🙆‍♀️


Untuk anak-anak Devano aku buat dengan judul baru okeeee aku update besok atau lusa💗💗💗


Sudah siap ketemu mereka setiap hari belum????

__ADS_1


__ADS_2